FITNESS & HEALTH
Ed Sheeran Kena Herpes Zoster, Berikut Fakta yang Perlu Diketahui tentang Penyakit Ini
A. Firdaus
Kamis 30 April 2026 / 07:18
- Di tengah kesibukannya sebagai musisi dunia, ia ternyata harus menghadapi masalah kesehatan yang cukup mengganggu.
- Penyakit tersebut tidak hanya menimbulkan ruam.
- Pengalaman terserang herpes zoster bukanlah hal yang ringan.
Jakarta: Kabar mengejutkan datang dari Ed Sheeran, yang baru saja membagikan kondisi kesehatannya ke publik. Di tengah kesibukannya sebagai musisi dunia, ia ternyata harus menghadapi masalah kesehatan yang cukup mengganggu, yakni herpes zoster atau yang lebih dikenal sebagai cacar ular.
Pengakuan ini langsung menarik perhatian, karena penyakit tersebut tidak hanya menimbulkan ruam, tetapi juga rasa nyeri yang bisa sangat intens.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengungkapkan bahwa selama sekitar satu bulan terakhir, dirinya berjuang melawan penyakit tersebut.
“Saya terkena herpes zoster (shingles) sebulan terakhir,” tulisnya melalui akun Instagram pribadinya (@teddysphotos) pada hari ini, Rabu (29/04/2026).
Bagi Ed Sheeran, pengalaman terserang herpes zoster bukanlah hal yang ringan. Ia mengaku, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas dan kenyamanannya sehari-hari. Meski begitu, ada kabar melegakan bagi para penggemar, karena saat ini kesehatannya mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Benar-benar pengalaman yang tidak menyenangkan, tapi untungnya sekarang saya sudah mulai pulih,” lanjutnya.
Dilansir dari Siloamhospitals, herpes zoster yang juga dikenal sebagai shingles atau cacar api, merupakan kondisi medis yang ditandai dengan munculnya ruam kulit dan lepuhan berisi cairan. Ruam ini, biasanya disertai rasa nyeri dan umumnya muncul di satu sisi tubuh saja.
Penyakit ini sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun, serta individu dengan sistem imun yang melemah. Karena gejalanya yang cukup khas dan rasa nyeri yang bisa intens, herpes zoster sering kali mengganggu aktivitas penderitanya.
Herpes zoster dapat menular, meskipun tidak secepat penyakit infeksi lainnya. Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung, dengan ruam berisi cairan pada kulit penderita.
Selain itu, virus juga bisa berpindah melalui cairan tubuh seperti air liur, sekresi hidung, atau luka terbuka. Menariknya, seseorang yang belum pernah terkena cacar air, tetap berisiko terinfeksi virus ini saat terpapar, yang kemudian bisa berkembang menjadi cacar air, bukan langsung herpes zoster.
Penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella Zoster (VZV), yaitu virus yang sama yang memicu cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dari tubuh.
Sebaliknya, virus akan “berdiam” di sistem saraf, terutama di area dasar tengkorak atau tulang belakang. Dalam kondisi tertentu, seperti saat daya tahan tubuh menurun, virus ini bisa aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster, dengan gejala ruam serta nyeri pada kulit.
Penanganan herpes zoster umumnya berfokus pada meredakan gejala, sekaligus mempercepat proses penyembuhan, serta mencegah komplikasi. Berikut adalah empat metode yang biasa dilakukan:
1. Pemberian obat antivirus, seperti acyclovir, famciclovir, atau valacyclovir.
2. Penggunaan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol.
3. Pemberian suntikan kortikosteroid atau anestesi lokal.
4. Pemakaian krim capsaicin untuk membantu mengurangi rasa nyeri, setelah ruam sembuh.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Pengakuan ini langsung menarik perhatian, karena penyakit tersebut tidak hanya menimbulkan ruam, tetapi juga rasa nyeri yang bisa sangat intens.
Melalui akun Instagram pribadinya, ia mengungkapkan bahwa selama sekitar satu bulan terakhir, dirinya berjuang melawan penyakit tersebut.
Baca Juga :
Alasan Ed Sheeran Tak Punya Ponsel Sejak 2015
“Saya terkena herpes zoster (shingles) sebulan terakhir,” tulisnya melalui akun Instagram pribadinya (@teddysphotos) pada hari ini, Rabu (29/04/2026).
Bagi Ed Sheeran, pengalaman terserang herpes zoster bukanlah hal yang ringan. Ia mengaku, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas dan kenyamanannya sehari-hari. Meski begitu, ada kabar melegakan bagi para penggemar, karena saat ini kesehatannya mulai menunjukkan perkembangan positif.
“Benar-benar pengalaman yang tidak menyenangkan, tapi untungnya sekarang saya sudah mulai pulih,” lanjutnya.
Apa itu herpes zoster?
Dilansir dari Siloamhospitals, herpes zoster yang juga dikenal sebagai shingles atau cacar api, merupakan kondisi medis yang ditandai dengan munculnya ruam kulit dan lepuhan berisi cairan. Ruam ini, biasanya disertai rasa nyeri dan umumnya muncul di satu sisi tubuh saja.
Penyakit ini sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun, serta individu dengan sistem imun yang melemah. Karena gejalanya yang cukup khas dan rasa nyeri yang bisa intens, herpes zoster sering kali mengganggu aktivitas penderitanya.
Bagaimana penularannya?
Herpes zoster dapat menular, meskipun tidak secepat penyakit infeksi lainnya. Penularan biasanya terjadi melalui kontak langsung, dengan ruam berisi cairan pada kulit penderita.
Selain itu, virus juga bisa berpindah melalui cairan tubuh seperti air liur, sekresi hidung, atau luka terbuka. Menariknya, seseorang yang belum pernah terkena cacar air, tetap berisiko terinfeksi virus ini saat terpapar, yang kemudian bisa berkembang menjadi cacar air, bukan langsung herpes zoster.
Penyebab herpes zoster
Penyakit ini disebabkan oleh virus Varicella Zoster (VZV), yaitu virus yang sama yang memicu cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dari tubuh.
Sebaliknya, virus akan “berdiam” di sistem saraf, terutama di area dasar tengkorak atau tulang belakang. Dalam kondisi tertentu, seperti saat daya tahan tubuh menurun, virus ini bisa aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster, dengan gejala ruam serta nyeri pada kulit.
Cara mengobati herpes zoster
Penanganan herpes zoster umumnya berfokus pada meredakan gejala, sekaligus mempercepat proses penyembuhan, serta mencegah komplikasi. Berikut adalah empat metode yang biasa dilakukan:
1. Pemberian obat antivirus, seperti acyclovir, famciclovir, atau valacyclovir.
2. Penggunaan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol.
3. Pemberian suntikan kortikosteroid atau anestesi lokal.
4. Pemakaian krim capsaicin untuk membantu mengurangi rasa nyeri, setelah ruam sembuh.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)