FITNESS & HEALTH

Operasi Gratis dan Perawatan Komprehensif Ahli: Jawab Stigma Negatif Bibir Sumbing

Yuni Yuli Yanti
Rabu 04 Maret 2026 / 08:32
Ringkasnya gini..
  • Smile Train Indonesia dan Dentons HPRP menjalankan program operasi bibir sumbing gratis.
  • Operasi bibir sumbing grtais 100 persen.
  • Setelah operasi akan ada perawatan komprehensif dan pengembangan psikologis.
Jakarta: Demi memberikan senyum bahagia pada anak penderita bibir sumbing, Smile Train Indonesia bekerjasama dengan Dentons HPRP menjalankan program operasi bibir sumbing gratis. 

Diketahui, Indonesia menduduki peringkat tiga besar negara dengan jumlah kasus bibir sumbing dan celah langit-langit mulut tertinggi di dunia. Setiap tahun, ribuan bayi lahir dengan kondisi ini. 

Tanpa penanganan dini, sumbing dapat memengaruhi kemampuan makan, berbicara, hingga tumbuh kembang dan kondisi psikologis anak.

Padahal, menurut Country Manager Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, prosedur operasi sumbing dapat dilakukan dalam waktu sekitar 45 menit. 

"Dengan standar keselamatan yang ketat dan dukungan tenaga medis profesional, tindakan ini mampu mengubah kualitas hidup anak secara signifikan," ujarnya dalam acara Silaturahmi “Harmoni Ramadan Ciptakan Senyuman”, Selasa (3/3/2026), di kantor hukum Dentons HPRP, Jakarta. 

Sejak 2002, Smile Train Indonesia telah mendukung sekitar 7.000 operasi gratis setiap tahunnya dan dalam waktu dekat akan mencapai hampir 200.000 operasi di seluruh Indonesia. 

Secara global, Smile Train telah mendukung lebih dari 2 juta operasi sumbing, di mana pasien ke-2 juta berasal dari Indonesia. Ini merupakan sebuah pencapaian yang menegaskan peran penting Indonesia dalam perjalanan global organisasi ini.

Sementara itu, dr. Yantoko, Sp.BP-RE, dokter ahli bedah plastik yang juga mitra Smile Train Indonesia menjelaskan operasi sumbing yang dilakukan bersama Smile Train selalu memprioritaskan prosedur yang aman dan sesuai standar medis. 

"Keberhasilan operasi sumbing, tak hanya diukur dari perubahan fisik yang terlihat, tetapi dari bagaimana anak dapat kembali menjalani masa tumbuh kembangnya dengan optimal. Karena itu, perawatan lanjutan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pemulihan," jelas dr. Yantoko. 


(Ki-ka: dr. Yantoko, Sp.BP-RE, Deasy Larasati, dan Andre Rahadian dalam acara Silaturahmi “Harmoni Ramadan Ciptakan Senyuman”. Foto: Dok. Yuni)
 

Operasi gratis 100 persen

Dalam kesempatan yang sama, Secretary Yayasan Smile Train Indonesia sekaligus Partner di Dentons HPRP, Andre Rahadian menyampaikan sebagai negara kepulauan dengan tantangan geografis yang luas, menjangkau pasien di berbagai pelosok membutuhkan dukungan bersama. Mulai dari tenaga kesehatan hingga pemerintah daerah.  

Smile Train Indonesia dan Dentons HPRP berharap ada lebih banyak orang untuk turut ambil bagian dalam menciptakan lebih banyak senyuman, khususnya bagi para penderita bibir sumbing. 

"Kita tahu bahwa ini dibutuhkan dan sebenarnya prosesnya tidak sulit. Yang penting adalah sosialisasi serta membangun kepercayaan masyarakat bahwa Smile Train memang benar-benar 100 persen gratis, tanpa biaya apa pun," kata Partner Dentons HPRP Andre Rahadian.

Dr. Yantoko pun menegaskan seluruh layanan diberikan tanpa pungutan biaya kepada pasien. "Mulai masuk sampai keluar, harus nol," ujarnya.
 

Perawatan komprehensif 

Lebih lanjut, Deasy menuturkan bahwa operasi hanyalah langkah awal. Perawatan lanjutan seperti ortodontik dan pendampingan psikologis menjadi bagian penting dari proses pemulihan. 

"Setelah tindakan operasi dilakukan, anak-anak tetap dipantau, agar mereka tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga tumbuh percaya diri. Di 2026, kami juga akan memperkuat program pengembangan diri melalui pelatihan soft skills seperti tari dan public speaking, agar mereka bukan hanya pulih secara fisik, tetapi juga percaya diri menyalurkan potensi terbaiknya. Sebab bagi seorang anak sumbing, satu tindakan yang tepat dalam mengubah hidup, selamanya," pungkas Deasy.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(yyy)

MOST SEARCH