FITNESS & HEALTH

Yuk, Ubah 5 Gaya Hidup Kamu Bisa Turunkan Risiko Demensia, Lho!

Mia Vale
Selasa 06 September 2022 / 11:05
Jakarta: Demensia merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif di luar apa yang mungkin diharapkan dari penuaan normal. Ini mempengaruhi memori, pemikiran, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa dan penilaian. 

Demensia terjadi akibat berbagai penyakit dan cedera yang memengaruhi otak, seperti penyakit Alzheimer atau stroke. Demensia menjadi penyebab utama kecacatan dan ketergantungan di antara orang tua. 

Gejala demensia termasuk mudah lupa, keterampilan sosial yang terbatas, dan kemampuan berpikir sangat terganggu sehingga mengganggu fungsi sehari-hari.

“Dalam 30 tahun ke depan, jumlah penderita demensia diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat,” ujar Dirjen WHO, Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus. 

Adhanom mash menambahkan, "Kita perlu melakukan semua yang kita bisa untuk mengurangi risiko demensia. Bukti ilmiah yang dikumpulkan untuk pedoman ini mengonfirmasi apa yang telah kami duga selama beberapa waktu, bahwa apa yang baik untuk jantung kita, juga baik untuk otak kita.” 

Pedoman memberikan dasar pengetahuan bagi penyedia layanan kesehatan untuk memberi tahu pasien tentang apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu mencegah penurunan kognitif dan demensia.

Nah, melansir dari laman Alzheimer's Society, ada beberapa gaya hidup yang harus dihindari untuk mencegah terjadinya demensia.
 

1. Lakukan aktivitas fisik 


Melakukan aktivitas fisik secara teratur adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko demensia. Ini baik untuk jantung, sirkulasi, berat badan, dan kesejahteraan mental. Penting untuk menemukan aktivitas yang cocok untuk kita. 

Nah, ada dua jenis utama aktivitas fisik aktivitas aerobik dan aktivitas membangun kekuatan. Setiap jenis akan membuat kita tetap fit dengan cara yang berbeda. Melakukan kombinasi dari kegiatan-kegiatan ini akan membantu kamu mengurangi risiko demensia.



(Sebanyak 60 persen komposisi otak terdiri lemak, terutama lemak jenis Omega-3. Otak menggunakan Omega-3 untuk membangun sel saraf di otak, yang berperan dalam proses belajar dan mengingat. Omega-3 juga dapat membantu memperlambat penuaan otak. Sumber Omega-3 yang baik bisa didapat dari ikan kembung, salmon, tuna, dan sarden. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

2. Makan sehat 


Konsumsi makanan sehat dan seimbang dapat mengurangi risiko demensia, serta kondisi lain termasuk kanker, diabetes tipe 2, obesitas, stroke, dan penyakit jantung. Ini dikenal sebagai diet 'seimbang'. 

Dengan makan makanan yang seimbang, lebih mungkin untuk mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan agar otak tetap sehat. Beberapa pola makan sangat membantu dalam melindungi diri dari demensia seperti diet gaya Mediterania. Yakni, diet yang menekankan orang untuk banyak mengonsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, dan lemak sehat.
 

3. Kurangi merokok 


Jika kamu perokok, risiko terkena demensia di kemudian hari akan lebih tinggi. Pasalnya, merokok sangat merusak sirkulasi darah ke seluruh tubuh, terutama pembuluh darah di otak, serta jantung dan paru-paru. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Semakin cepat, maka semakin banyak kerusakan otak yang akan dihindari. 
 

4. Kurangi alkohol 


Minum terlalu banyak alkohol meningkatkan risiko terkena demensia. Minum terlalu banyak alkohol pada satu waktu membuat otak terpapar bahan kimia berbahaya tingkat tinggi. Kalau pun minum, hendaknya cukup segelas kecil anggur setiap hari.
 

5. Aktif secara mental dan sosial 


Terlibat dalam aktivitas mental atau sosial dapat membantu membangun kemampuan otak untuk mengatasi penyakit, menghilangkan stres dan memperbaiki suasana hati. Ini berarti melakukan aktivitas ini dapat membantu menunda, atau bahkan mencegah, berkembangnya demensia. Temukan aktivitas yang disukai dan menantang otak. Teka teki silang, misalnya. Lakukan secara teratur. 

(TIN)

MOST SEARCH