FITNESS & HEALTH

Kepo Soal Kandungan Air Kelapa? Ini Kata Dokter Gizi

Yatin Suleha
Minggu 11 Juli 2021 / 17:08
Jakarta: Saat ini masih terjadi 'perburuan' kelapa hijau atau air kelapa muda. Singkat cerita, banyak yang memberikan testimoni entah di berbagai platform media sosial sampai dari acara 'bisik-bisik' tetangga yang bikin kejadian perebutan air kelapa hijau atau kelapa muda ini makin hits belakangan ini. Semuanya menuju kepada kesehatan tubuh dan menghindari covid-19

Kelapa hijau dan air kelapa muda jadi naik daun. Sudah langka, harganya juga selangit. Masih ingat kita awalnya dibanderol hanya sekitar Rp15 ribu saja per butir, kali ini harganya bisa melejit hingga Rp50 ribu.

Terkait fenomena air kelapa yang dianggap mampu membantu pemulihan pasien covid-19, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinis RS Pondok Indah kembali menegaskan bahwa hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa air kelapa mampu berfungsi sebagai obat, walaupun mungkin saja bisa meningkatkan imunitas dari kandungannya. 

“Jadi jika dia merasa lebih baik, sebenarnya itu sesuatu yang bersifat subjektif dan kita harus melihatnya secara komprehensif. Yang pertama kemungkinan memang orang ini sudah menjalankan pengobatan yang dianjurkan. Tidak selalu pengobatan itu bersifat spesifik terhadap covid-19, tetapi mungkin diberikan juga obat-obatan yang sifatnya suportif oleh dokter," ungkap dr. Juwalita seperti dalam rilis yang diterima Medcom.id.

"Kemudian yang kedua, mereka sudah menjalani diet seimbang yang sifatnya memang mendukung penyembuhan,” jelas dr. Juwalita.


kelapa
(Dalam artikel Manisha DebMandal dari KPC Medical College and Hospital, Kolkata India dan Shyamapada Mandal dari Department of Zoology, Gurudas College Kolkata India, menyebutkan bahwa air kelapa memiliki kandungan asam amino bebas, L-arginine yang dapat mengurangi radikal bebas, dan mengandung vitamin C yang mengurangi peroksidasi lipid. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


Meskipun demikian, dokter Juwalita kemudian mengajak kita juga untuk menelaah lebih jauh kandungan nutrisi yang dimiliki air kelapa. 

“Untuk menelaah nutrisinya kita harus mengamati kandungan macronutrient dan micronutrient. Secara macronutrient, maka sebagian besar bentuknya adalah karbohidrat. Kita lihat lagi dari awal. 94 persen isinya air, 5 persen karbohidrat yang terutama dalam bentuk glukosa dan fruktosa, sekitar 0,02 persen protein dan sebagian kecil sekali lemak," papar dr. Juwalita.

"Jika kita lihat kandungan micronutrient-nya, memang kandungannya sangat menonjol pada air kelapa, terutama vitamin B, yaitu B1, B2, B3, B5, B6, B7, dan B9. Kita tahu B9 itu kita kenal sebagai folat. Ternyata vitamin B, terutama B6 dan folat memang sangat berperan pada sistem imun secara keseluruhan," paparnya lagi.

"Sistem imunitas kita ini sebetulnya sangat kompleks, mulai dari luar seperti kulit, saluran pernapasan, bulu-bulu getar di saluran pernapasan, masuk lagi ke dalam ada sel-sel imun yang melawan patogen atau penyebab penyakit."

"Jika melihat perannya, vitamin B6 ini perannya banyak sekali di dalam sistem imun. Kemungkinan besar, orang yang mengonsumsi air kelapa mendapat manfaat dari support vitamin yang ada di dalamnya, jadi konsumsi air kelapa bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin B mereka," ungkap dr. Juwalita.

"Kebetulan vitamin B itu memang banyak terlibat dalam seluruh proses enzimatik di dalam tubuh, jadi reaksi kimia di dalam tubuh itu banyak didukung oleh vitamin B,” tukas dr. Juwalita lagi.

Selanjutnya dokter Juwalita juga memaparkan manfaat lainnya dari air kelapa seperti kadar elektrolitnya juga cukup tinggi karena mengandung kalium dan magnesium.

Kedua unsur ini sangat baik untuk mengontrol tekanan darah dan kesehatan jantung. Ini berarti terkait juga pada pencegahan penyakit komorbid (penyerta) pada covid-19. 


kelapa
(Kandungan air kelapa antara lain vitamin B, C, asam nikotinat, asam pantotenat, asam folat, biotin, riboflavin, dan sebagainya. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)


“Kemungkinan juga konsumsi air kelapa bisa memberi sugesti positif pada orang yang mengonsumsinya. Semua yang sifatnya sugesti positif terhadap tubuh kita bisa membawa dampak yang baik juga," katanya.

"Jadi kunci untuk memperoleh kondisi tubuh yang sehat, baik ketika sedang terkena penyakit tertentu atau sekadar menjaga kesehatan, selain menjaga fisik, juga harus menjaga keseimbangan pikiran. Jadi dengan afirmasi positif bahwa kita akan sembuh dan kita akan sehat, itu juga akan mendukung kita menjadi lebih sehat,” jelas dokter Juwalita lagi. 

Berbagai fakta dan penjelasan ilmiah mengenai manfaat kesehatan sebenarnya juga telah diulas cukup luas di berbagai media sepanjang minggu lalu, namun tampaknya tidak meredakan perburuan air kelapa di masyarakat. Bahkan sejumlah media menyebutkan bahwa perburuan air kelapa ini sudah memasuki fase panic buying. 

Tren ini berdampak juga pada minuman air kelapa dalam kemasan yang mulai dicari masyarakat, karena memiliki kandungan kesehatan yang setara dengan air kelapa asli. 

Lebih lanjut dr. Juwalita mengatakan, “Kebiasaan baru mengonsumsi air kelapa ini sebenarnya hal positif. Banyak sekali benefit dari alam yang sebenarnya bisa kita manfaatkan untuk kesehatan kita."

"Tetapi perlu diingat juga, tidak ada satu jenis makanan pun yang lebih unggul daripada makanan lainnya, dalam arti ketika mengonsumsi makanan dan minuman, kita harus tahu tujuan kita apa, kita mau memenuhi nutrisi mana. Jika kita mau memenuhi kebutuhan vitamin B, misalnya. Air Kelapa bisa jadi alternatif, tetapi bisa juga mencari alternatif lain."

"Tetapi memang kebiasaan konsumsi air kelapa ini boleh-boleh saja, asalkan kita tetap menjaga variasi makanan kita, karena prinsip nutrisi seimbang adalah kita dapat menjaga variasi makanan kita sehingga seluruh kebutuhan macronutrient dan micronutrient dapat tercapai,” pungkas dr. Juwalita Surapsari. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH