FITNESS & HEALTH

Stres Memengaruhi Kondisi Tubuhmu, Ini 4 Dampaknya

Raka Lestari
Kamis 29 Oktober 2020 / 15:00
Jakarta: Stres merupakan hal yang secara alami ada di pikiran kita. Tidak hanya dapat membuat sesorang merasa panik, kewalahan, dan mudah menangis, stres juga dapat menimbulkan kerusakan serius pada tubuh.

Stres juga dapat memengaruhi tubuh dalam berbagai cara, Beberapa di antaranya mungkin tidak langsung terlihat.

"Sudah diketahui umum bahwa stres dan penyebab stres secara langsung memengaruhi kesehatan kita, apakah kita mau mengakuinya atau tidak," kata Dr Sherry Ross MD, pakar kesehatan wanita di Providence Saint John's Health Center.

Berikut ini adalah apa yang bisa ditimbulkan stres pada tubuh:
 

1. Mengalami gangguan hormonal


Begitu mulai merasa cemas, tubuh akan mulai bereaksi. Respons pertama terhadap stres dimulai di hipotalamus di otak.

"Nantinya otak mengirimkan sinyal ke kelenjar pituitari dan medula adrenal. Pada saat itulah memengaruhi hormonal tubuhmu,” kata Dr Ross.
 

2. Dapat memengaruhi sistem imun


"Stres menyebabkan peradangan sistemik, yang dapat meningkatkan rasa sakit kronis dan merusak sistem kekebalan, membuat orang lebih rentan terhadap infeksi, dari flu biasa hingga flu berat," ujar Dr Julia Blank MD, seorang dokter pengobatan keluarga juga di Providence St. John's Health Center.

Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam Microbial Pathogenesis menemukan bahwa, stres sebenarnya dapat membantu pertumbuhan bakteri dan memperburuk infeksi.
 

3. Mengganggu siklus tidur


Hidup di bawah tekanan mengganggu tidur karena membuat kita waspada dan panik, merusak kemampuan kita untuk rileks dan mendapatkan istirahat yang berkualitas.

"Kecemasan kronis dapat menyebabkan orang mengalami insomnia. Kadar adrenalin dan kortisol yang meningkat membuatmu lebih sulit untuk tenang, yang dapat membuatmu tidak bisa tidur atau merasa segar saat bangun," kata Dr Blank.
 

4. Memengaruhi otak


"Bagi mereka yang menderita stres yang terus-menerus, dapat terjadi komplikasi medis fisik dan mental dalam jangka panjang," kata Dr Ross.

Merasa cemas dalam waktu yang cukup lama dapat meningkatkan kemungkinan depresi, kecemasan, dan masalah kesehatan mental lainnya. Penelitian pada 2018 menemukan bahwa, orang yang cemas menunjukkan sedikit penyusutan otak dibandingkan dengan orang yang selalu merasa rileks.
(FIR)

MOST SEARCH