FITNESS & HEALTH

Jadi Isu Perubahan Iklim di G20, Begini Cara Perusahaan Air Minum Turunkan Emisi Karbon

Medcom
Selasa 15 November 2022 / 16:13
Nusa Dua: Isu perubahan iklim merupakan salah satu pokok bahasan utama dalam gelaran presidensi Indonesia di KTT G20. Untuk menekan dampak negatif dari perubahan iklim dibutuhkan lebih banyak upaya dan campur tangan berbagai pihak.

Berkomitmen mendukung penurunan emisi gas rumah kaca, KADIN Net Zero Hub hari ini menggandeng sejumlah pemangku kepentingan untuk terlibat dalam Indonesia Net Zero Summit 2022 di Bali, yang mengusung tema Decarbonization at All Cost.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pemerintah bertanggung jawab untuk membuat kebijakan yang tepat dalam menghadapi perubahan iklim. Pemerintah memiliki tanggung jawab besar terhadap generasi berikutnya, sehingga kebijakan yang diambil harus tepat.

"Sekitar 78% emisi karbon dunia disumbang dari anggota G20, untuk itu menjadi penting bagi kita untuk mengambil langkah yang strategis untuk meminimalisir dampak tersebut. Jadi semua kebijakan yang kita buat itu harus betul-betul kita hitung dengan cermat," tegas Luhut.

Berangkat dari kesamaan visi untuk menurunkan emisi karbon, hari ini Danone Indonesia terlibat aktif dalam rangkaian kegiatan diskusi yang diadakan bertema: Corporate Governance to Drive Decarbonization. Melalui visi One Planet One Health, adanya keterkaitan yang kuat dan langsung antara kesehatan masyarakat dengan kesehatan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. Visi ini diwujudkan salah satunya lewat komitmen untuk mendukung pengurangan emisi karbon.

"Untuk mencapai Emisi Nol (Net Zero Emissions) pada 2050 telah terefleksikan di seluruh rantai pasok kami. Kami juga telah menerapkan tata kelola perubahan iklim untuk mempercepat perjalanan dekarbonisasi, serta memastikan bahwa kami menindaklanjuti komitmen ini dengan strategi nyata," ujar Chief Executive Officer Danone Indonesia, Connie Ang.

Danone Indonesia berfokus pada empat ambisi yang menjadi inti dari agenda perlindungan alam yang diimplementasikan oleh perusahaan, yaitu memerangi perubahan iklim, melindungi siklus air, membantu membangun ekonomi sirkular, serta mempromosikan pertanian regeneratif.

"Secara global, kami telah mengurangi intensitas emisi hingga 27% jika dibandingkan pada 2015 dengan memangkas konsumsi energi, mempromosikan penggunaan energi terbarukan seperti pemakaian solar panel dan boiler biomassa, menerapkan praktik pertanian regeneratif, menghilangkan deforestasi di sepanjang rantai pasok, menciptakan kemasan yang sirkular, dan mengimbangi emisi yang tersisa," jelas Connie.

Selain itu ada penerapan Danone Water Policy, yaitu seperangkat kebijakan perusahaan yang dilaksanakan untuk mengamankan keberlanjutan sumber daya air. Komitmen ini untuk mencapai Positive Water Impact pada 2030, di mana dapat mengembalikan air lebih banyak dari yang digunakan.

Untuk pendekatan ekonomi sirkular, di setiap kemasannya mempromosikan model bisnis yang dapat digunakan kembali melalui galon guna ulang. Cara ini juga terbukti diproduksi dengan 83% emisi yang lebih sedikit dibandingkan dengan galon sekali pakai.

"Melalui AQUA Life, Danone Indonesia telah meminimalisir emisi karbon di setiap tahap siklus hidup botol kemasan. Mulai dari bahan baku produksi yang sepenuhnya dapat didaur ulang, penerapan energi terbarukan hingga upaya offsetting untuk mengimbangi emisi yang tersisa," ungkap Connie.

"Saat ini AQUALIFE telah menjadi minuman bersertifikat Netral Karbon (Carbon Neutral) pertama di Indonesia, mengacu pada standar internasional PAS 2060 oleh Carbon Trust," imbuh Connie.
(FIR)

MOST SEARCH