FAMILY

Studi: Makan Wortel Bikin Bayi dalam Kandungan Bahagia, Masa Sih?

Mia Vale
Rabu 26 Oktober 2022 / 11:05
Jakarta: Meski masih di dalam kandungan, ternyata si kecil sudah memiliki indra perasa, lho. Hal ini dinyatakan oleh sebuah studi baru yang pertama menemukan bahwa bayi benar-benar bereaksi dengan ekspresi wajah terhadap makanan yang Moms makan selama kehamilan.

Dari pengamatan ultrasound 4D dari calon ibu menemukan bagaimana bayi mereka akan bereaksi secara berbeda terhadap wortel dan kangkung. 

Mereka melihat bahwa janin memberikan lebih banyak respons wajah tertawa pada saat mengonsumsi wortel. Namun menunjukkan wajah menangis atau sedih saat sang ibu mengonsumsi kangkung atau kale. 

Nah, dari sinilah para peneliti percaya bahwa wanita hamil dapat memengaruhi preferensi selera anak-anak mereka dan bahkan mungkin berhasil membentuk kebiasaan makan yang sehat bahkan sebelum anak itu lahir. 

Untuk penelitian ini, seperti melansir dari Times of India, studi meminta 100 wanita hamil berusia 18-40 tahun, dan dipindai setelah 32 dan 36 minggu kehamilan.

Para ibu hamil diberi kapsul yang mengandung berkisar 400 mg bubuk wortel atau kale, yang mereka konsumsi selama 20 menit sebelum diamati. Para ahli mencatat reaksi janin segera setelah ibu hamil mengonsumsi kapsul rasa wortel dan kangkung. 

Reaksi wajah bayi yang belum lahir terlihat pada kedua kelompok rasa hanya dari sedikit rasa wortel atau kangkung.


(Pascasarjana Beyza Ustun seorang peneliti mengatakan studinya mengenai makanan pada ibu hamil dapat membantu preferensi makanan si kecil setelah kelahiran. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)
 

Bagaimana reaksi wajah bayi bisa terjadi?


Orang mengalami rasa melalui kombinasi rasa dan bau. Dalam kasus janin, indra perasa bisa dialami melalui menghirup dan menelan cairan ketuban di dalam rahim. 

"Studi terbaru ini dapat memiliki implikasi penting untuk memahami bukti paling awal untuk kemampuan janin untuk merasakan dan membedakan rasa dan bau yang berbeda dari makanan yang dimakan oleh ibu mereka," ujar rekan penulis studi Profesor Nadja Reissland.

Bagaimana temuan ini membantu? Pascasarjana Beyza Ustun, yang memimpin penelitian, mengatakan, “Studi kami adalah yang pertama melihat reaksi ini sebelum kelahiran. Kami pikir paparan berulang terhadap rasa sebelum kelahiran dapat membantu menetapkan preferensi makanan setelah kelahiran."

"Temuan ini juga dapat membantu dalam penelitian lebih lanjut tentang bagaimana reseptor rasa dan bau berkembang pada manusia. Apa yang ibu makan selama kehamilan dapat memengaruhi selera bayi setelah lahir, jadi ibu hamil mungkin sudah mempromosikan kesukaan mereka pada buah dan sayuran bahkan sebelum mereka lahir," tambah Ustun.

Rekan penulis studi Profesor Nadja Reissland mengatakan bahwa penelitian sebelumnya di lab mereka melalui pengamatan ultrasound 4D juga menemukan reaksi janin terhadap perilaku ibu seperti merokok, stres, depresi, dan kecemasan. 

Penelitian sebelumnya telah menemukan keterlambatan dalam kemampuan pemrosesan bicara pada bayi yang terpapar rokok selama kehamilan.
(TIN)

MOST SEARCH