FAMILY

Ini Cara Ketahui Anak Sedang Stres Saat Pandemi

Raka Lestari
Minggu 25 Juli 2021 / 08:00
Jakarta: Tidak hanya orang tua, anak-anak pun juga mengalami stres di masa pandemi covid-19 seperti sekarang. Namun memang, cara anak-anak dalam mengungkapkan perasaan stres yang sedang dialaminya tersebut akan berbeda dengan orang dewasa. 

Terutama pada anak yang masih berusia balita, dimana komunikasi yang dilakukan pun masih sangat terbatas.

“Sebenarnya usia anak balita itu memang masanya dia mengalami tantrum, tetapi tantrum juga ada periodenya. Normalnya adalah 10-15 menit," ujar Samanta Elsener, M.PSi., Psikolog Anak dan Keluarga, dalam acara MediaTalk Hari Anak Nasional: Healthy Kids Healthy Family, pada Sabtu, 24 Juli 2021.

"Kalau anak nangis lebih dari 20 menit sampai setengah jam, itu bukan tantrum,” tambah Samanta Elsener. 

Menurut Samanta, jika anak nangis selama lebih dari 20 menit maka kemungkinan itu bukanlah tantrum. Akan tetapi ini bisa saja disebabkan karena adanya lonjakan emosional atau sensory meltdown. Untuk itu, orang tua perlu melihat terlebih dahulu apakah anaknya tantrum atau bukan.


anak
(Psikolog Anak dan Keluarga, Samanta Elsener, M.PSi mengatakan jika si kecil menangis lebih dari 20 menit bisa jadi itu adalah lonjakan emosional atau sensory meltdown. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


“Bisa dilihat kalau anak usianya sudah lebih dari tiga tahun, biasanya sudah tidak ngompol tetapi suatu waktu dia ngompol lagi. Itu merupakan indikasi kecemasan yang dirasakan anak. Atau jika dia tiba-tiba main apa saja cranky. Itu juga indikasi ada sesuatu yang mengganggu dari dirinya dia,” ujar Samanta.

Contoh lain menurut Samanta adalah, jika anak-anak yang biasanya tidak mengalami sleepwalking lalu mereka mulai mengalami sleepwalking. 

“Kalau ini terjadi, orang tua sebaiknya tidak membangunkan anak yang sleepwalking karena kalau dibangunkan bisa berbahaya banget untuk dia,” jelasnya.

“Orang tua hanya perlu menjaga saja, sampai mereka kembali lagi ke tempat tidur. Hubungi profesional untuk penanganan yang tepat karena kalau anak sudah sampai mengalami sleepwalking itu berarti sudah parah banget untuk anak,” ujar Samanta.

Ciri lainnya yang bisa diperhatikan orang tua adalah anak-anak yang mengalami mimpi buruk secara terus-menerus.

“Kalau dalam satu bulan, ada satu hari dia mimpi buruk itu tidak apa-apa tapi kalau mimpi buruk terus menerus sampai seminggu itu perlu diwaspadai,” ujar Samanta.

“Atau anak tiba-tiba menjadi suka banting barang, padahal biasanya tidak pernah. Itu ada masalah emosi yang sulit diproses anak. Bisa juga anak menjadi picky eater, maka sebaiknya konsultasi ke ahlinya,” tutup Samanta.
(TIN)

MOST SEARCH