FAMILY

Di Singapura, Warga yang Memiliki Anak saat Pandemi Bakal Dibayar oleh Pemerintah

Kumara Anggita
Jumat 09 Oktober 2020 / 16:16
Jakarta: Pandemi covid-19 membuat orang berpikir ulang untuk memiliki anak. Situasi ini membuat Pemerintah Singapura menawarkan akan membayar warganya aga bisa memiliki anak selama pandemi ini.

"Kami telah menerima umpan balik bahwa covid-19 telah menyebabkan beberapa calon orang tua menunda rencana menjadi orang tua," kata Wakil Perdana Menteri, Singapura Heng Swee Keat kepada CNN.

Dikutip dari Insider, Swee Keat menyarakan bahwa uang yang diberikan dimaksudkan untuk membantu orang-orang dengan biaya terkait bayi. Dia tidak mengatakan berapa banyak jumlah uang yang akan ditawarkan pemerintah.

Pemerintah Singapura mendapat pujian karena mampu mengendalikan penyebaran virus korona. Total kematian di Negeri Singa itu hanya mencapai 27 orang.

Namun, di sisi lain, Singapura juga sedang menghadapi tantangan mengerikan, yaitu berupa resesi akibat pandemi.

Sebelum adanya covid-19, Singapura berada di ambang bom waktu demografis. Yang berarti populasi lansia di negara itu sangat besar dibandingkan dengan generasi yang lebih muda. Bom waktu demografis dapat menyebabkan Produk Domestik Bruto menyusut dan merugikan perekonomian negara.

Sehingga orang yang memutuskan untuk tidak memiliki anak karena pandemi, hanya akan memperburuk keadaan. Untuk itulah, diperlukan motivasi berupa program apresiasi agar masyarakatnya memiliki anak lagi.
(FIR)

MOST SEARCH