FAMILY

Belajar Empati Sejak Dini, English 1 Ajak Siswa Galang Donasi untuk Sumatra

A. Firdaus
Rabu 01 April 2026 / 20:36
Ringkasnya gini..
  • Penggalangan dana ini menargetkan Rp100 juta.
  • Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Save the Children.
  • Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye Super Parents.
Jakarta: Kepedulian sosial tak hanya diajarkan lewat teori, tetapi juga melalui aksi nyata. Hal ini yang dilakukan English 1 melalui program penggalangan dana bertajuk English 1 Unite for Sumatra.

Kegiatan yang digelar di Menteng, Jakarta, ini mempertemukan orang tua murid, mitra, serta lembaga kemanusiaan dalam satu semangat kolaborasi untuk membantu anak-anak dan keluarga terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatra.

Penggalangan dana ini menargetkan Rp100 juta dan telah dimulai sejak Januari melalui platform KitaBisa. Pada malam puncak acara, para peserta kembali diajak berpartisipasi melalui sesi live fundraising.

Operation Director English 1, Christopher Lloyd, menegaskan bahwa pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam proses belajar.

“Pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui aksi nyata. Kami ingin melibatkan siswa dan orang tua dalam kegiatan yang menumbuhkan empati dan kepedulian,” ujarnya.

Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Save the Children Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 250 ribu penerima manfaat, termasuk 170 ribu anak-anak di Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat.

Marketing Director English 1, Rhea Danaparamita, memastikan proses donasi dilakukan secara transparan dengan dukungan mitra terpercaya.

Menurutnya, gerakan ini tidak hanya soal bantuan materi, tetapi juga tentang menanamkan nilai berbagi sejak dini kepada anak-anak.
 

Belajar Sambil Berbagi


Inisiatif ini merupakan bagian dari kampanye Super Parents: Kindness in Action. Melalui program ini, berbagai kegiatan sosial digelar di sejumlah kota.

Mulai dari Sharing as One yang mengajak murid dan orang tua berdonasi, Evening Together berupa buka puasa bersama komunitas, hingga Junior Learning Buddies, program di mana siswa turut mengajar anak-anak di lingkungan sekitar.

Program terakhir ini bahkan dirancang layaknya pengalaman magang, di mana siswa harus melalui proses seleksi, mulai dari pengiriman surat motivasi hingga pelatihan sebelum mengajar.

Menurut Rhea, rangkaian kegiatan tersebut menjadi fondasi dari gerakan sosial yang lebih besar.

“Kami ingin budaya berbagi tumbuh secara konsisten di lingkungan belajar. Ini bukan hanya tentang satu acara, tetapi gerakan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui inisiatif ini, English 1 menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial, nilai penting yang akan terus relevan di masa depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH