FAMILY
Awas Patah Hati! Ini 5 Cara agar Tak Kecintaan Sendiri di Awal Pacaran
Fatha Annisa
Kamis 24 September 2026 / 19:05
- Terlalu cepat jatuh cinta di awal hubungan bisa membuat seseorang terikat sebelum benar-benar mengenal pasangannya.
- Akibatnya, ekspektasi yang terlalu tinggi bisa berujung pada kekecewaan atau patah hati.
- Untuk mencegahnya, terapis membagikan lima aturan agar tidak terlalu cepat jatuh cinta saat menjalani hubungan baru.
Jakarta: Setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda untuk merasa nyaman dalam sebuah hubungan dan mulai memiliki perasaan yang kuat terhadap pasangan. Namun, sebagian orang justru terlalu cepat jatuh cinta sejak awal masa pendekatan atau pacaran.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang terlalu terikat pada pasangan sebelum benar-benar mengenalnya. Akibatnya, hubungan yang belum berjalan lama berpotensi berujung pada kekecewaan atau patah hati.
Terapis Jeff Guenther membagikan lima aturan yang dapat diterapkan untuk membantu seseorang tidak terlalu cepat terbawa perasaan saat menjalani hubungan baru. Melansir laman Hindustan Times, berikut cara menjaga ekspektasi tetap realistis di awal hubungan:
Misalnya, Sobat Medcom merasa sudah tahu bagaimana perasaan pasangan atau bagaimana ia akan bereaksi terhadap sesuatu, padahal belum pernah benar-benar membicarakannya.
Menurut Jeff, jika pasangan belum mengungkapkan perasaan atau pikirannya secara langsung, jangan menganggap kita sudah mengetahuinya. Atau mudahnya, jangan merasa paling paham pasanganmu.
Hal ini bukan berarti mencari-cari kesalahan atau sengaja membuat pasangan terlihat buruk. Sebaliknya, seseorang perlu menyadari bahwa pasangannya juga memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan.
Jeff menilai seseorang lebih mudah jatuh cinta pada bayangan tentang sosok yang sempurna. Karena itu, melihat pasangan secara lebih realistis dapat membantu menjaga perasaan tetap seimbang.
Seseorang perlu melihat bagaimana pasangan bersikap ketika sedang lelah, stres, kecewa, terluka, atau menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan. Pengalaman tersebut dapat membantu seseorang mengenali karakter pasangan secara lebih utuh sebelum membuat rencana jangka panjang.
Jeff menyebut keinginan untuk membatalkan janji dengan teman demi pasangan sebagai salah satu tanda awal seseorang mulai terlalu terikat. Karena itu, ia menyarankan agar seseorang tetap mempertahankan rutinitas dan hubungan sosialnya ketika menjalani hubungan baru.
Menerima ketidakpastian dengan mengatakan “saya belum tahu” justru dapat membantu seseorang tidak terburu-buru menganggap pasangannya sebagai belahan jiwa atau membuat kesimpulan terlalu dini, yang bisa saja meningkatkan risiko patah hati.
(PRI)
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang terlalu terikat pada pasangan sebelum benar-benar mengenalnya. Akibatnya, hubungan yang belum berjalan lama berpotensi berujung pada kekecewaan atau patah hati.
Terapis Jeff Guenther membagikan lima aturan yang dapat diterapkan untuk membantu seseorang tidak terlalu cepat terbawa perasaan saat menjalani hubungan baru. Melansir laman Hindustan Times, berikut cara menjaga ekspektasi tetap realistis di awal hubungan:
1. Jangan Merasa Paling Paham Pasangan
Jeff menyarankan agar seseorang tidak terlalu cepat merasa mengenal pasangannya hanya berdasarkan apa yang ada di pikiran atau ekspektasinya.Misalnya, Sobat Medcom merasa sudah tahu bagaimana perasaan pasangan atau bagaimana ia akan bereaksi terhadap sesuatu, padahal belum pernah benar-benar membicarakannya.
Menurut Jeff, jika pasangan belum mengungkapkan perasaan atau pikirannya secara langsung, jangan menganggap kita sudah mengetahuinya. Atau mudahnya, jangan merasa paling paham pasanganmu.
2. Cari Hal yang Menyebalkan dari Pasangan
Ketika mulai jatuh cinta terlalu cepat, Jeff menyarankan untuk melihat sisi lain dari pasangan, termasuk hal-hal yang mungkin tidak disukai.Hal ini bukan berarti mencari-cari kesalahan atau sengaja membuat pasangan terlihat buruk. Sebaliknya, seseorang perlu menyadari bahwa pasangannya juga memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan.
Jeff menilai seseorang lebih mudah jatuh cinta pada bayangan tentang sosok yang sempurna. Karena itu, melihat pasangan secara lebih realistis dapat membantu menjaga perasaan tetap seimbang.
3. Jangan Bayangkan Masa Depan Terlalu Cepat
Jeff juga mengingatkan agar seseorang tidak langsung membayangkan kehidupan bersama pasangan sebelum benar-benar mengenalnya dalam berbagai situasi.Seseorang perlu melihat bagaimana pasangan bersikap ketika sedang lelah, stres, kecewa, terluka, atau menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan. Pengalaman tersebut dapat membantu seseorang mengenali karakter pasangan secara lebih utuh sebelum membuat rencana jangka panjang.
4. Jangan Batalkan Janji dengan Teman demi Pacar
Aturan berikutnya adalah tidak membatalkan rencana dengan teman maupun keluarga yang sudah dibuat sebelum menjalin hubungan dengan pasangan, hanya karena kamu baru memiliki pacar dan ingin menghabiskan waktu dengannya.Jeff menyebut keinginan untuk membatalkan janji dengan teman demi pasangan sebagai salah satu tanda awal seseorang mulai terlalu terikat. Karena itu, ia menyarankan agar seseorang tetap mempertahankan rutinitas dan hubungan sosialnya ketika menjalani hubungan baru.
5. Jangan Buru-buru Cari Kepastian
Jeff menyarankan agar seseorang tidak terburu-buru mencari kepastian mengenai masa depan hubungan. Pertanyaan seperti apakah pasangan tersebut adalah orang yang tepat, apakah hubungan akan berhasil, atau apakah pasangan akan menyakiti mereka belum tentu memiliki jawaban di awal hubungan.Menerima ketidakpastian dengan mengatakan “saya belum tahu” justru dapat membantu seseorang tidak terburu-buru menganggap pasangannya sebagai belahan jiwa atau membuat kesimpulan terlalu dini, yang bisa saja meningkatkan risiko patah hati.
(PRI)