Jakarta: Kebijakan untuk bekerja dari rumah di tengah pandemi covid-19 mungkin membuat tidak nyaman untuk sebagian orang. Dengan bekerja dari rumah, kamu tidak bisa bertemu dengan teman-teman secara langsung seperti biasanya. Namun dengan adanya teknologi melalui video call kamu tetap bisa ngobrol dengan teman secara tatap muka seperti sedang bertemu langsung.
Dilansir dari Bustle, isolasi dapat mengubah otak kamu secara fisik sehingga menyebabkan seseorang lebih cemas, curiga, dan cepat marah. Dan melakukan video call dapat meredakan emosi-emosi tersebut serta membantu kamu merasa lebih terhubung dengan orang-orang di sekitar tentunya.
“Bekerja dari rumah tidak mudah dan memerlukan sedikit disiplin, jadi Anda harus meluangkan waktu untuk bersosialisasi,” ujar Dr. Sarita Robinson PhD, CPsychol, SFHEA, ICPEM, seorang ahli neuropsikologi dan dosen psikologi di University of Central Lancashire.
Dengan melihat orang-orang yang kamu kenal melalui layar, entah itu teman kantor, teman bergaul, atau keluarga dapat mengaktivasi otak sama seperti kamu melihat mereka secara langsung. Melakukan video chat atau video call juga dapat mengurangi kecemasan pada saat-saat sulit.

(Video call dapat mengurangi gejala depresi hampir sekitar 50 persen dibandingkan melalui email atau panggilan telepon. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
“Manusia mendapatkan dukungan sosial melalui teman-teman atau keluarga pada kehidupan sehari-hari dan ketika bekerja dari rumah, akan sangat sulit jika tidak menerima dukungan sosial tersebut. Ketika Anda mengalami kecemasan dan khawatir akan sesuatu yang besar akan terjadi, dengan melakukan chatting atau tertawa atau membagikannya dengan teman dapat membantu kita merasa tidak begitu cemas," jelasnya.
Studi juga menunjukkan bahwa video call dibandingkan telepon, dapat membantu kesehatan mental. Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam The American Journal of Geriatric Psychiatry mengamati hampir 1.500 orang dewasa tua di Amerika Serikat yang lebih mungkin terisolasi secara sosial karena pada umumnya sudah memasuki masa pensiun.
Studi tersebut menemukan bahwa menggunakan video call untuk tetap bersosialisasi dengan teman-teman dapat mengurangi gejala depresi hampir sekitar 50 persen dibandingkan melalui email atau panggilan telepon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)