FAMILY

Mengenal Program Egg Freezing yang Dilakukan Luna Maya

Raka Lestari
Selasa 18 Januari 2022 / 12:33
Jakarta: Pembekuan sel telur atau Egg Freezing merupakan salah satu perkembangan teknologi di bidang kesehatan. Salah satunya yang dilakukan Luna Maya. Ia mengaku sudah melakukan program pembekuan Egg Freezing. Hal itu ia ungkapkan ketika menjadi bintang tamu di kanal YouTube Venna Melinda.

Luna mengaku bahwa dirinya sudah berencana melakukan egg freezing tersebut sejak 4 tahun lalu. Akan tetapi, Luna baru bisa melakukannya pada tahun lalu, ketika teknologi tersebut sudah tersedia di Indonesia.
 

Apa itu Egg Freezing atau pembekuan sel telur?


Dilansir dari Mayo Clinic, pembekuan sel telur atau egg freezing disebut juga dengan oocyte cryopreservation. Ini merupakan metode yang digunakan oleh wanita menyelamatkan kemampuan seorang wanita untuk hamil di masa depan.

Telur yang diambil dari ovarium akan dibekukan tanpa dibuahi dan disimpan untuk digunakan di kemudian hari. Telur beku tersebut dapat dicairkan, dikombinasikan dengan sperma di laboratorium dan ditanamkan di rahim (fertilisasi in vitro).
 

Mengapa harus dilakukan?


Pembekuan telur mungkin bisa menjadi pilihan jika seorang wanita belum siap untuk hamil sekarang, tetapi ingin mencoba untuk bisa hamil di masa depan. Berbeda dengan pembekuan telur yang dibuahi (embryo cryopreservation), pembekuan telur tidak memerlukan sperma karena telur tidak dibuahi sebelum dibekukan.

Sama seperti pembekuan embrio, seorang perempuan harus menggunakan obat kesuburan untuk membuat mereka bisa berovulasi, sehingga akan menghasilkan banyak telur untuk diambil. Kamu bisa mempertimbangkan pembekuan sel telur jika:

- Kamu memiliki kondisi atau keadaan yang dapat memengaruhi kesuburan. Misalnya adalah memiliki anemia sel sabit, penyakit autoimun seperti lupus, dan keragaman gender, seperti menjadi transgender.

- Memerlukan pengobatan untuk kanker atau penyakit lain yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk hamil. Perawatan medis tertentu, seperti radiasi atau kemoterapi dapat membahayakan kesuburan. Pembekuan sel telur sebelum perawatan dapat memungkinkan seseorang memiliki anak biologis di masa depan.

- Menjalani fertilisasi in vitro. Saat menjalani fertilisasi in vitro, beberapa orang lebih memilih pembekuan telur daripada pembekuan embrio, karena alasan agama atau etika.

- Ingin mengawetkan sel telur yang lebih muda untuk penggunaan di masa depan. Sel telur yang dibekukan pada usia muda dapat membantu untuk hamil ketika sudah siap.
 

Risiko


Pembekuan sel telur bisa memiliki risiko, seperti:

- Kondisi yang berhubungan dengan penggunaan obat kesuburan. Penggunaan obat kesuburan suntik, seperti hormon perangsang folikel sintetis atau hormon luteinizing untuk menginduksi ovulasi, dapat menyebabkan ovarium menjadi bengkak dan nyeri segera setelah ovulasi atau pengambilan sel telur. Tanda dan gejalanya adalah sakit perut, kembung, mual, muntah dan diare. Meskipun jarang, ada kemungkinan mengembangkan bentuk sindrom yang lebih parah yang dapat mengancam jiwa.

- Komplikasi prosedur pengambilan telur. Meskipun jarang, penggunaan jarum aspirasi untuk mengambil telur menyebabkan perdarahan, infeksi atau kerusakan pada usus, kandung kemih atau pembuluh darah.

- Risiko emosional. Pembekuan sel telur dapat memberikan harapan untuk kehamilan di masa depan, tetapi tidak ada jaminan keberhasilan.
(FIR)

MOST SEARCH