FAMILY
Normalkah Bayi Usia 5 Bulan, Berat Badannya Mencapai 10 Kg?
Yuni Yuli Yanti
Jumat 02 Oktober 2020 / 11:58
Jakarta: Biasanya, bayi ASI yang berat badannya (BB) melonjak dan tinggi badannya pun ikut naik. Bayi tersebut bisa dikatakan proposional walaupun ia hanya mengonsumsi ASI Ekslusif.
Pengukuran tingkat kenormalan untuk bayi dapat dilihat dari kurva yang dibuat oleh WHO yang didasari pada penelitian terhadap usia, berat badan dan tinggi bayi di berbagai wilayah.
Menurut dr. Wiyarni Pambudi, Spa, IBCLC, ada beberapa faktor penyebab pertumbuhan BB bayi melonjak, diantaranya:
1. Susu formula
Susu formula sangat memengaruhi pertumbuhan BB bayi dan tidak jarang sampai menyebabkan obesitas. Penelitian yang sudah banyak dilakukan menunjukkan bahwa susu formula itu tidak baik diminum oleh bayi maupun orang dewasa. Kandungan yang terdapat pada susu formula tidak baik untuk perkembangan bayi sehingga pertumbuhan bayi tahap pertama melonjak begitu cepat.
2. ASI terjadwal (feeding style)
Terkadang, Ibu yang menginginkan bayinya memiliki tubuhnya yang kelihatan proposional (gemuk), memberikan ASI secara rutin dan terjadwal. Tak jarang pula banyak Ibu yang memberikan ASI mereka melalui botol. Sehingga, takaran ASI yang diminum bayi jumlahnya selalu sama tiap kali bayi Ibu memberikan ASI.
Misalnya, Ibu memberikan 10 ml ASI dalam botol dan si bayi jadi terkondisi untuk menghabiskan ASI tersebut. Tak jarang pula banyak Ibu yang meminta si buah hati untuk menghabiskan ASI tersebut karena khawatir bila tidak dihabiskan si bayi akan merasa kurang.
3. Jenis kelamin laki-laki
Menurut penelitian yang sudah banyak dilakukan bahwa pertumbuhan BB bayi laki-laki lebih cepat melonjak dari pada bayi perempuan. Perbedaan genetik juga termasuk dalam faktor yang memengaruhi pertumbuhan BB bayi.

(Pengukuran tingkat kenormalan untuk bayi dapat dilihat dari kurva yang dibuat oleh WHO yang didasari pada penelitian terhadap usia, berat badan dan tinggi bayi di berbagai wilayah. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
4. BB lahir yang rendah
Biasanya bayi yang lahir dengan berat badan rendah akan lebih cepat bertambah BB-nya. Hal ini terjadi karena si bayi terpacu untuk mengejar ketinggalan berat badannya, yakni mendapatkan BB yang normal.
5. Pengaruh makanan si ibu
Ibu yang memiliki BB terlalu besar tidak memengaruhi ASI-nya. Apapun jenis diet ibunya memang memengaruhi kadar karbohidrat, protein dan lemak pada ASI. Tetapi, bayi yang Ibunya memiliki kadar lemak dan protein yang tinggi justru menyusunya jadi lebih sedikit dari pada bayi yang Ibunya memiliki kadar lemak dan protein yang rendah.
6. Faktor keturunan
Di tahun pertama pertumbuhannya, apabila BB bayi melonjak dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Oleh karena itu, untuk orang tua yang merasa BB bayinya rendah (mungil), jangan khawatir karena bisa jadi dulu pada masa bayi orang tuanya juga memiliki tubuh yang mungil.
7. ASI mencegah obesitas
Bayi ASI yang BBnya tinggi tidak dapat dikatakan obesitas bila tinggi badannya juga naik karena bila antara BB dan tinggi badannya seimbang tubuh bayi tersebut bisa dikatakan proposional.
Sudah ada meta analisis dan rangkuman dari berbagai penelitian dengan 70 ribu sample yang sepakat mengatakan bahwa ASI itu mencegah obesitas. Seperti yang dikatakan WHO “Susuilah anak anda 2 tahun atau lebih karena hal itu dapat mengurangi risiko obesitas.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Pengukuran tingkat kenormalan untuk bayi dapat dilihat dari kurva yang dibuat oleh WHO yang didasari pada penelitian terhadap usia, berat badan dan tinggi bayi di berbagai wilayah.
Menurut dr. Wiyarni Pambudi, Spa, IBCLC, ada beberapa faktor penyebab pertumbuhan BB bayi melonjak, diantaranya:
1. Susu formula
Susu formula sangat memengaruhi pertumbuhan BB bayi dan tidak jarang sampai menyebabkan obesitas. Penelitian yang sudah banyak dilakukan menunjukkan bahwa susu formula itu tidak baik diminum oleh bayi maupun orang dewasa. Kandungan yang terdapat pada susu formula tidak baik untuk perkembangan bayi sehingga pertumbuhan bayi tahap pertama melonjak begitu cepat.
2. ASI terjadwal (feeding style)
Terkadang, Ibu yang menginginkan bayinya memiliki tubuhnya yang kelihatan proposional (gemuk), memberikan ASI secara rutin dan terjadwal. Tak jarang pula banyak Ibu yang memberikan ASI mereka melalui botol. Sehingga, takaran ASI yang diminum bayi jumlahnya selalu sama tiap kali bayi Ibu memberikan ASI.
Misalnya, Ibu memberikan 10 ml ASI dalam botol dan si bayi jadi terkondisi untuk menghabiskan ASI tersebut. Tak jarang pula banyak Ibu yang meminta si buah hati untuk menghabiskan ASI tersebut karena khawatir bila tidak dihabiskan si bayi akan merasa kurang.
3. Jenis kelamin laki-laki
Menurut penelitian yang sudah banyak dilakukan bahwa pertumbuhan BB bayi laki-laki lebih cepat melonjak dari pada bayi perempuan. Perbedaan genetik juga termasuk dalam faktor yang memengaruhi pertumbuhan BB bayi.

(Pengukuran tingkat kenormalan untuk bayi dapat dilihat dari kurva yang dibuat oleh WHO yang didasari pada penelitian terhadap usia, berat badan dan tinggi bayi di berbagai wilayah. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
4. BB lahir yang rendah
Biasanya bayi yang lahir dengan berat badan rendah akan lebih cepat bertambah BB-nya. Hal ini terjadi karena si bayi terpacu untuk mengejar ketinggalan berat badannya, yakni mendapatkan BB yang normal.
5. Pengaruh makanan si ibu
Ibu yang memiliki BB terlalu besar tidak memengaruhi ASI-nya. Apapun jenis diet ibunya memang memengaruhi kadar karbohidrat, protein dan lemak pada ASI. Tetapi, bayi yang Ibunya memiliki kadar lemak dan protein yang tinggi justru menyusunya jadi lebih sedikit dari pada bayi yang Ibunya memiliki kadar lemak dan protein yang rendah.
6. Faktor keturunan
Di tahun pertama pertumbuhannya, apabila BB bayi melonjak dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Oleh karena itu, untuk orang tua yang merasa BB bayinya rendah (mungil), jangan khawatir karena bisa jadi dulu pada masa bayi orang tuanya juga memiliki tubuh yang mungil.
7. ASI mencegah obesitas
Bayi ASI yang BBnya tinggi tidak dapat dikatakan obesitas bila tinggi badannya juga naik karena bila antara BB dan tinggi badannya seimbang tubuh bayi tersebut bisa dikatakan proposional.
Sudah ada meta analisis dan rangkuman dari berbagai penelitian dengan 70 ribu sample yang sepakat mengatakan bahwa ASI itu mencegah obesitas. Seperti yang dikatakan WHO “Susuilah anak anda 2 tahun atau lebih karena hal itu dapat mengurangi risiko obesitas.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)