FAMILY

Apakah Saat Malam Satu Suro Boleh Berhubungan Intim? Ini Faktanya

Yatin Suleha
Senin 15 Juni 2026 / 18:49
Ringkasnya gini..
  • Malam 1 Suro sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan yang turun-temurun di masyarakat Jawa.
  • Ada sebagian masyarakat yang meyakini untuk "prihatin" atau menahan diri dari kesenangan duniawi, termasuk hubungan intim.
  • Apakah saat Malam Satu Suro tidak boleh berhubungan intim? Simak penjelasannya.
Jakarta: Malam Satu Suro sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos dan kepercayaan yang turun-temurun di masyarakat Jawa.

Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah: "Apakah diperbolehkan berhubungan suami istri di malam 1 Suro?"

Dinukil dari beragam sumber disebutkan bahwa berhubungan suami dan istri pada pasangan yang sah diperbolehkan pada malam satu Suro. Berikut adalah penjelasan dari berbagai sudut pandangnya:
   

Sudut pandang kepercayaan dan budaya


Dalam tradisi Jawa, malam satu Suro dianggap sebagai malam yang sakral, keramat, dan penuh dengan aura mistis. Beberapa orang percaya bahwa pada malam ini, energi alam sedang sangat kuat. 

Oleh karena itu, ada sebagian masyarakat yang meyakini untuk "prihatin" atau menahan diri dari kesenangan duniawi, termasuk hubungan intim, sebagai bentuk penghormatan dan mawas diri.


(Jika kamu khawatir atau merasa tidak nyaman karena lingkungan sekitar sangat menjunjung tinggi mitos ini, tidak ada salahnya untuk menghargai suasana dengan fokus pada kegiatan lain yang lebih tenang bersama pasangan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Namun, penting untuk diingat bahwa ini adalah kepercayaan lokal, bukan aturan baku yang mengikat semua orang secara universal. 

Tidak ada larangan resmi dalam budaya Jawa yang bersifat mengharamkan hubungan suami istri, melainkan lebih kepada anjuran untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan melakukan introspeksi diri.
 

Sudut pandang agama


Dalam ajaran agama (seperti Islam), tidak ada dalil atau aturan khusus yang melarang hubungan suami istri pada malam satu Suro. Malam satu Suro hanyalah penanggalan kalender (Tahun Baru Hijriah/Jawa).

Hubungan suami istri yang sah dalam pernikahan adalah ibadah dan hal yang dihalalkan kapan saja, selama tidak sedang dalam kondisi yang dilarang oleh syariat (seperti saat istri sedang haid atau saat sedang berpuasa di siang hari). 

Jadi, secara agama, tidak ada larangan sama sekali untuk melakukan hubungan intim pada malam tersebut.
 

Bagaimana menyikapinya?


Pada dasarnya, keputusan untuk berhubungan suami istri di malam satu Suro kembali kepada kenyamanan dan keyakinan masing-masing pasangan.

Jika kamu dan pasangan memegang teguh adat istiadat: Jika kalian merasa lebih nyaman untuk menghindari hubungan intim sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi atau untuk fokus beribadah dan introspeksi, tentu tidak ada salahnya untuk menunda.
 
Jika kalian tidak merasa terikat dengan mitos tersebut, secara medis maupun aturan agama yang umum, tidak ada bahaya atau larangan yang melarangnya. Jika kalian ingin bermesraan sebagai suami istri yang sah, hal tersebut sah-sah saja dilakukan.

Intinya, hubungan suami istri adalah bentuk kasih sayang yang sah. Jika kamu khawatir atau merasa tidak nyaman karena lingkungan sekitar sangat menjunjung tinggi mitos ini, tidak ada salahnya untuk menghargai suasana dengan fokus pada kegiatan lain yang lebih tenang bersama pasangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH