Jakarta: Pura Mangkunegaran menggelar Kirab Pusaka 1 Suro 1960 Be malam ini, Selasa 16 Juni 2026. Tradisi yang berlangsung saat pergantian Tahun Baru Jawa ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan juga menjadi simbol refleksi diri, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur yang telah dijaga selama berabad-abad.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Mangkunegaran, Kirab Pusaka Dalem 1 Suro dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026. Prosesi akan dimulai dari Pura Mangkunegaran pada pukul 19.00 WIB yang diperkirakan diikuti oleh ribuan peserta serta undangan VIP.
1 Suro di Mangkunegaran: Atita, Atiki dan Anagata
Prosesi Malam 1 Suro di Mangkunegaran dibagi menjadi tiga rangkaian, yaitu Atita, Atiki, dan Anagata. Atita mengajak untuk melepaskan yang telah berlalu melalui kirab tapa bisu.
Atiki mengundang untuk hadir sepenuhnya pada saat ini, di ruang antara pergantian hari tepat tengah malam, melalui semedi yang menciptakan ruang kosong dalam diri. Kemudian Anagata hadir sebagai ajakan untuk menyambut yang akan datang, bersama terbitnya matahari pertama Tahun Be 1960 sebagai penanda dimulainya siklus yang baru.
Baca Juga :
Jadwal Kirab Pusaka Malam 1 Suro Solo 2026, Tradisi Sakral yang Selalu Dinanti
Aturan Pakaian
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kirab, pihak Mangkunegaran juga menetapkan ketentuan busana yang harus dipatuhi.
Aturan Pakaian Pria
1. Blangkon Gaya Mangkunegaran
Peserta pria diwajibkan mengenakan blangkon gaya Mangkunegaran tanpa prada maupun bros, dipadukan dengan beskap krowok hitam berkancing polos.
2. Keris Berwarangka Gayaman
Keris berwarangka gayaman dikenakan di bagian belakang.
3. Jarik Gaya Surakarta
Jarik yang digunakan harus bermotif sogan gaya Surakarta khas Mangkunegaran. Motif batik Parang dan Lereng tidak diperkenankan digunakan dalam prosesi ini.
4. Alas Kaki Berwarna Hitam
Peserta pria diwajibkan mengenakan alas kaki berwarna hitam tanpa ornamen mencolok. Namun, alas kaki tersebut harus dilepas saat kirab berlangsung sebagai bagian dari tata cara yang berlaku.
Aturan Pakaian Wanita
1. Kebaya Kartini Hitam Polos
Peserta wanita diwajibkan mengenakan kebaya Kartini hitam polos berlengan panjang dengan bahan yang sederhana seperti katun, rayon, sifon, satin, atau linen.
2. Rambut Gelung Jawa Tradisional
Rambut ditata menggunakan gelung Jawa tradisional atau ukel konde tanpa tambahan hiasan berlebihan.
3. Riasan Wajah
Riasan wajah juga dianjurkan tampil sederhana agar tetap selaras dengan nuansa khidmat yang menjadi ruh dari perayaan Malam 1 Suro.
4. Jarik Sogan
Jarik yang dikenakan peserta wanita juga harus menggunakan motif sogan gaya Surakarta khas Mangkunegaran. Sama seperti peserta pria, motif Parang dan Lereng tidak diperbolehkan.
5. Alasan Kaki Berwarna Hitam
Alas kaki berwarna hitam dapat digunakan saat persiapan, namun wajib dilepas ketika mengikuti jalannya kirab.
Jakarta: Pura Mangkunegaran menggelar
Kirab Pusaka 1 Suro 1960 Be malam ini, Selasa 16 Juni 2026. Tradisi yang berlangsung saat pergantian Tahun Baru Jawa ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan juga menjadi simbol refleksi diri, doa keselamatan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur yang telah dijaga selama berabad-abad.
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi Mangkunegaran, Kirab Pusaka Dalem 1 Suro dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026. Prosesi akan dimulai dari Pura Mangkunegaran pada pukul 19.00 WIB yang diperkirakan diikuti oleh ribuan peserta serta undangan VIP.
1 Suro di Mangkunegaran: Atita, Atiki dan Anagata
Prosesi Malam 1 Suro di Mangkunegaran dibagi menjadi tiga rangkaian, yaitu Atita, Atiki, dan Anagata. Atita mengajak untuk melepaskan yang telah berlalu melalui kirab tapa bisu.
Atiki mengundang untuk hadir sepenuhnya pada saat ini, di ruang antara pergantian hari tepat tengah malam, melalui semedi yang menciptakan ruang kosong dalam diri. Kemudian Anagata hadir sebagai ajakan untuk menyambut yang akan datang, bersama terbitnya matahari pertama Tahun Be 1960 sebagai penanda dimulainya siklus yang baru.
Aturan Pakaian
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti kirab, pihak Mangkunegaran juga menetapkan ketentuan busana yang harus dipatuhi.
Aturan Pakaian Pria
1. Blangkon Gaya Mangkunegaran
Peserta pria diwajibkan mengenakan blangkon gaya Mangkunegaran tanpa prada maupun bros, dipadukan dengan beskap krowok hitam berkancing polos.
2. Keris Berwarangka Gayaman
Keris berwarangka gayaman dikenakan di bagian belakang.
3. Jarik Gaya Surakarta
Jarik yang digunakan harus bermotif sogan gaya Surakarta khas Mangkunegaran. Motif batik Parang dan Lereng tidak diperkenankan digunakan dalam prosesi ini.
4. Alas Kaki Berwarna Hitam
Peserta pria diwajibkan mengenakan alas kaki berwarna hitam tanpa ornamen mencolok. Namun, alas kaki tersebut harus dilepas saat kirab berlangsung sebagai bagian dari tata cara yang berlaku.
Aturan Pakaian Wanita
1. Kebaya Kartini Hitam Polos
Peserta wanita diwajibkan mengenakan kebaya Kartini hitam polos berlengan panjang dengan bahan yang sederhana seperti katun, rayon, sifon, satin, atau linen.
2. Rambut Gelung Jawa Tradisional
Rambut ditata menggunakan gelung Jawa tradisional atau ukel konde tanpa tambahan hiasan berlebihan.
3. Riasan Wajah
Riasan wajah juga dianjurkan tampil sederhana agar tetap selaras dengan nuansa khidmat yang menjadi ruh dari perayaan Malam 1 Suro.
4. Jarik Sogan
Jarik yang dikenakan peserta wanita juga harus menggunakan motif sogan gaya Surakarta khas Mangkunegaran. Sama seperti peserta pria, motif Parang dan Lereng tidak diperbolehkan.
5. Alasan Kaki Berwarna Hitam
Alas kaki berwarna hitam dapat digunakan saat persiapan, namun wajib dilepas ketika mengikuti jalannya kirab.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(RUL)