FAMILY

Moms Perlu Catat, Ini Cara Mengembangkan IQ Emosional yang Sehat untuk Anak

Medcom
Sabtu 09 September 2023 / 09:10
Jakarta: Moms! Bagaimana kabar si kecil? Apakah si kecil seringkali merasa suasana hatinya berubah-ubah dengan cepat? Jangan khawatir, itu hal yang normal bagi mereka.

Namun, masa kanak-kanak ini sebenarnya adalah kesempatan penting untuk mengajarkan si kecil cara mengelola perasaan kuat dan menenangkan diri sejak dini lho. Keluarga yang aman dan penuh kasih sayang adalah tempat terbaik untuk mengajarkan pelajaran hidup ini.

Dengan membantu si kecil memahami dan mengatasi perasaan yang meluap-luap seperti kemarahan, atau kebingungan, itu tandanya Moms sedang membantu mengembangkan kecerdasan emosionalnya, atau IQ emosionalnya.

Si kecil yang memiliki IQ emosional tinggi lebih mampu mengatasi perasaannya, memahami dan berhubungan baik dengan orang lain, dibandingkan si kecil dengan IQ emosional yang lebih rendah.

Nah, bagaimana cara untuk membantu si kecil dalam mengembangkan IQ emosional yang sehat?
 

1. Mendengarkan


Seringkali, si kecil hanya butuh didengarkan. Setelah mereka mengungkapkan perasaannya, mereka akan merasa lebih tenang. Namun, agar mereka merasa nyaman berbicara, mereka perlu tahu bahwa Moms ada di sana dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Jangan terburu-buru ingin membantu si kecil agar merasa lebih baik, cukup dengarkan dengan sabar.
 

2. Sebutkan Perasaan


Kita tahu bahwa kata-kata mereka masih terbatas dan pemahaman nya tentang sebab dan akibat belum sempurna. Jadi, mari kita dorong si kecil untuk membangun kosa kata emosional dengan memberi label pada perasaan nya. Misalnya, jika si kecil sedih karena tidak bisa pergi ke taman, moms bisa bilang, "Kamu sedih ya, karena tidak bisa pergi ke taman?."
 

3. Validasi Emosi


Daripada mengatakan kepada si kecil bahwa tidak ada alasan untuk marah ketika ia mengamuk karena tidak tahu cara menyusun teka-teki, lebih baik akui betapa wajar reaksi si kecil. Katakan, "Ibu mengerti betapa frustrasinya jika kamu tidak bisa menyelesaikan sebuah teka-teki, ya kan?". Dengan mencerminkan perasaan si kecil dan memberi tahu bahwa itu pantas, Moms dapat menunjukkan empati.
 

4. Gunakan Tantrum Sebagai Momen Pembelajaran


Moms, jangan khawatir kalau si kecil sering menunjukkan drama emosional, itu hal yang wajar kok. Moms bisa membantu si kecil untuk belajar mengelola perasaannya dengan baik.
 

5. Ajarkan Pemecahan Masalah


Saat si kecil sedang bertengkar, mari jelaskan batasnya dan bimbing mereka menuju solusi yang baik. Misalnya, moms bisa bilang, "ibu tahu kamu kesal pada saudaramu karena merobohkan menara balokmu, tapi kamu tidak bisa memukulnya''

Ahli manajemen amarah, Lynne Namka, menyarankan agar si kecil memeriksa perut, rahang, dan kepalan tangannya terlebih dahulu untuk melihat apakah sudah kencang, lalu mendemonstrasikan cara menarik napas dalam-dalam untuk melampiaskan amarahnya.
 

6. Berikan Contoh yang Baik


Moms juga perlu memeriksa bagaimana moms bereaksi terhadap ekspresi emosi si kecil. Penting untuk tidak bersikap kasar saat sedang marah. Sehingga si kecil memahami bahwa masalahnya adalah perilakunya, bukan dirinya.
 

7. Teruslah Berbagi


Ketika si kecil semakin besar, penting untuk Moms untuk ajak dia berbicara tentang perasaannya dengan kita dan orang lain. Misalnya, jika dia takut untuk masuk prasekolah, kita bisa ceritakan pengalaman kita saat pertama kali memulai pekerjaan baru dan bagaimana teman membantu kita merasa lebih baik.

Jangan lupa untuk mencari buku, lagu, cerita, dan permainan yang berhubungan dengan pengalaman si kecil. Dengan cara ini, si kecil akan belajar bahwa ia tidak sendirian, dan ada banyak cara sehat untuk mengelola perasaannya.

Mari kita bantu si kecil menjadi orang dewasa yang percaya diri, bertanggung jawab, dan sukses dalam menavigasi hubungan interpersonal dengan terampil. Yuk, kita jadi orangtua yang penuh kasih sayang dan mendukung perkembangan si kecil!

Khaerunnisa Febriyani

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH