FAMILY

Apa yang Terjadi Jika Tali Pusar dan Plasenta Berbeda dari yang Diharapkan?

Medcom
Kamis 22 September 2022 / 15:05
Jakarta: Kelahiran sang buah hati adalah hal yang paling ditunggu-tunggu. Namun, bagaimana jika bayi memiliki komplikasi seperti tali pusar dan plasenta berbeda?

Tali pusar kebanyakan memiliki satu vena dan dua arteri. Vena membawa darah yang mengandung oksigen dari plasenta ke bayi. Sedangkan arteri membawa darah yang terdeoksigenasi dari bayi ke plasenta.

Pada kehamilan, sekitar 1 persen memiliki dua pembuluh darah (vena dan arteri). Sekitar 75 persen dari 1 persen kasus tersebut bayi sepenuhnya normal. Sedangkan 25 persen dari 1 persen tersebut menyebabkan banyak kekhawatiran.

Jika kamu ingin memastikan apakah bayimu memiliki tali pusar dengan dua pembuluh darah atau tidak, USG dapat membantu untuk meyakinkan hal tersebut. 

Begitu pun jika bayimu ternyata hanya memilih vena dan arteri, kamu bisa melakukan USG untuk meyakinkan bayimu tidak memiliki masalah mencolok apa pun.

Jika termasuk ke dalam bagian 25 persen di mana tali pusar menjadi indikator masalah lain, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter lebih lanjut. Mungkin kamu juga akan dirujuk ke perinatologist, yaitu dokter kandungan spesialis dalam kehamilan berisiko tinggi.


(Plasenta previa adalah ketika plasenta menutupi pembukaan pada leher rahim ibu. Selain dapat menghambat jalan lahir bayi, plasenta previa juga berisiko menimbulkan pendarahan hebat sebelum atau selama proses persalinan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Jika termasuk ke dalam bagian 75 persen, kamu perlu USG ekstra untuk memeriksa keterbelakangan pertumbuhan intrauterin. Intrauterin merupakan istilah medis untuk bayi yang tidak tumbuh sebesar yang kita inginkan atau pikirkan di dalam rahim. Hal ini disebabkan bayi dikhawatirkan tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang cukup.

Plasenta merupakan sumber suplai darah, oksigen, makanan, dan segalanya untuk bayi. Para ibu sangat membutuhkannya agar bayi aman, sehat, dan bertahan selama kehamilan.

Jika plasenta menutupi leher rahim, itu disebut plasenta previa. Bayi tidak bisa lahir melalui serviks karena dapat terjadi pendarahan. 

Namun, ketika segmen bawah rahim tumbuh, akan melampaui plasenta dan memindahkan plasenta dari leher rahim. Setelah bersih, tidak lagi bahaya.

Perlu diperhatikan, jika tidak bersih, mau tidak mau harus melakukan operasi caesar. Kamu juga akan melakukan istirahat di tempat tidur selama trimester ketiga untuk mengurangi pendarahan.

Jika memiliki plasenta previa, kamu mungkin bisa menunggu dan melihat apa yang terjadi terhadap plasenta tersebut selama beberapa bulan ke depan selama kehamilan.


Aulia Putriningtias

(TIN)

MOST SEARCH