FAMILY
Susu Formula Nggak Tiba-tiba Jadi Bubuk, Begini Perjalanannya
A. Firdaus
Selasa 11 Agustus 2026 / 16:11
- Sebelum masuk ke fasilitas produksi, kualitas susu dipengaruhi berbagai faktor di peternakan.
- Peningkatan intensitas pemanasan awal berkaitan dengan meningkatnya sejumlah indikator reaksi Maillard pada susu bubuk
- Memilih susu formula bukan sekadar membaca klaim yang terpampang paling besar di bagian depan kemasan.
Jakarta: Pernah kepikiran bagaimana susu yang diminum si kecil bisa sampai ke dalam kemasan susu formula? Ternyata, perjalanannya cukup panjang, Parents.
Sebelum menjadi susu formula, bahan baku susu melewati berbagai tahapan. Kualitasnya bahkan sudah mulai diperhatikan sejak berada di peternakan.
Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial, menjelaskan bahwa kualitas susu formula tidak hanya berkaitan dengan kandungan yang tertera di kemasan.
“Yang perlu diperhatikan bukan sekadar ada atau tidaknya proses pemanasan, tetapi bagaimana proses tersebut, bersama tahapan produksi lainnya, dikelola dan dikendalikan secara konsisten,” ujar Prof. Rini.
Lantas, seperti apa perjalanan susu sebelum menjadi susu formula? Yuk, cek faktanya!
Sebelum masuk ke fasilitas produksi, kualitas susu dipengaruhi berbagai faktor di peternakan. Mulai dari kondisi lingkungan, kesehatan sapi, kualitas pakan, hingga bagaimana peternakan dikelola secara konsisten menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Artinya, kualitas bahan baku tidak hanya ditentukan ketika susu sudah berada di pabrik. Pengelolaan sejak dari sumbernya juga menjadi bagian dari rantai produksi.
Setelah proses pemerahan, susu masih harus melalui sejumlah tahapan sebelum menjadi produk akhir.
Susu akan diterima sebagai bahan baku, kemudian menjalani proses pengolahan dan pengujian kualitas sebelum akhirnya dikemas.
Setiap tahapan membutuhkan standar produksi dan pengendalian mutu. Sistem yang terintegrasi juga membantu memastikan bahan baku dapat ditelusuri dari sumbernya sekaligus menjaga konsistensi kualitas selama proses berlangsung.
Pemanasan menjadi salah satu tahapan penting dalam pengolahan susu karena berperan dalam menjaga keamanan mikrobiologis produk.
Namun, intensitas dan proses pemanasan juga perlu dikendalikan dengan tepat. Pasalnya, pemanasan dapat memengaruhi karakteristik sejumlah komponen yang terdapat dalam susu.
Salah satunya berkaitan dengan reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gula alami dalam susu dengan protein atau asam amino.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pemanasan awal berkaitan dengan meningkatnya sejumlah indikator reaksi Maillard pada susu bubuk dan susu yang telah direkonstitusi.
“Proses pemanasan tetap diperlukan untuk menjaga keamanan produk. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan sekadar ada atau tidaknya proses pemanasan, tetapi bagaimana proses tersebut, bersama tahapan produksi lainnya, dikelola dan dikendalikan secara konsisten,” kata Prof. Rini.
Susu yang sudah diproses belum langsung masuk ke rak supermarket. Ada sejumlah pengujian dan pengendalian mutu yang perlu dilakukan sebelum produk dikemas.
Pengendalian tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, pengujian kualitas hingga pengemasan.
Sistem yang terintegrasi juga membantu menjaga keterlacakan bahan baku serta konsistensi standar produksi dari awal hingga produk akhir.
Selama ini, orang tua mungkin lebih familiar dengan kebiasaan membaca label kemasan. Ini tentu tetap penting. Namun, informasi mengenai susu formula sebenarnya bisa dilihat lebih luas.
Prof. Rini menyarankan orang tua memahami bahan dan proses produksi secara menyeluruh sebelum menentukan pilihan untuk anak.
Baca daftar komposisi pada kemasan untuk mengetahui bahan yang digunakan, termasuk bahan tambahan atau pemanis yang tercantum.
Informasi mengenai asal susu dapat memberikan gambaran tentang dari mana bahan baku berasal dan bagaimana prosesnya sejak dari peternakan.
Orang tua dapat memperhatikan informasi mengenai standar produksi, pengujian kualitas, pengendalian mutu, serta keterlacakan bahan baku.
Dengan begitu, orang tua tidak hanya melihat “apa yang ada di dalam susu”, tetapi juga memahami “dari mana susu berasal dan bagaimana prosesnya sampai menjadi produk akhir.”
Pada akhirnya, memilih susu formula bukan sekadar membaca klaim yang terpampang paling besar di bagian depan kemasan. Membaca komposisi, memahami sumber bahan baku, serta mencari informasi mengenai proses produksi bisa membantu orang tua membuat keputusan yang lebih terinformasi sesuai kebutuhan anak.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Sebelum menjadi susu formula, bahan baku susu melewati berbagai tahapan. Kualitasnya bahkan sudah mulai diperhatikan sejak berada di peternakan.
Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang-pediatri sosial, menjelaskan bahwa kualitas susu formula tidak hanya berkaitan dengan kandungan yang tertera di kemasan.
“Yang perlu diperhatikan bukan sekadar ada atau tidaknya proses pemanasan, tetapi bagaimana proses tersebut, bersama tahapan produksi lainnya, dikelola dan dikendalikan secara konsisten,” ujar Prof. Rini.
Lantas, seperti apa perjalanan susu sebelum menjadi susu formula? Yuk, cek faktanya!
1. Perjalanannya dimulai dari peternakan
Sebelum masuk ke fasilitas produksi, kualitas susu dipengaruhi berbagai faktor di peternakan. Mulai dari kondisi lingkungan, kesehatan sapi, kualitas pakan, hingga bagaimana peternakan dikelola secara konsisten menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Artinya, kualitas bahan baku tidak hanya ditentukan ketika susu sudah berada di pabrik. Pengelolaan sejak dari sumbernya juga menjadi bagian dari rantai produksi.
2. Setelah diperah, susu tidak langsung jadi susu formula
Setelah proses pemerahan, susu masih harus melalui sejumlah tahapan sebelum menjadi produk akhir.
Susu akan diterima sebagai bahan baku, kemudian menjalani proses pengolahan dan pengujian kualitas sebelum akhirnya dikemas.
Setiap tahapan membutuhkan standar produksi dan pengendalian mutu. Sistem yang terintegrasi juga membantu memastikan bahan baku dapat ditelusuri dari sumbernya sekaligus menjaga konsistensi kualitas selama proses berlangsung.
3. Ada proses pemanasan, tapi ternyata tidak sesederhana itu
Pemanasan menjadi salah satu tahapan penting dalam pengolahan susu karena berperan dalam menjaga keamanan mikrobiologis produk.
Namun, intensitas dan proses pemanasan juga perlu dikendalikan dengan tepat. Pasalnya, pemanasan dapat memengaruhi karakteristik sejumlah komponen yang terdapat dalam susu.
Salah satunya berkaitan dengan reaksi Maillard, yaitu reaksi antara gula alami dalam susu dengan protein atau asam amino.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Food Science menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pemanasan awal berkaitan dengan meningkatnya sejumlah indikator reaksi Maillard pada susu bubuk dan susu yang telah direkonstitusi.
“Proses pemanasan tetap diperlukan untuk menjaga keamanan produk. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan sekadar ada atau tidaknya proses pemanasan, tetapi bagaimana proses tersebut, bersama tahapan produksi lainnya, dikelola dan dikendalikan secara konsisten,” kata Prof. Rini.
4. Setelah itu, masih ada proses pengecekan kualitas
Susu yang sudah diproses belum langsung masuk ke rak supermarket. Ada sejumlah pengujian dan pengendalian mutu yang perlu dilakukan sebelum produk dikemas.
Pengendalian tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, pengujian kualitas hingga pengemasan.
Sistem yang terintegrasi juga membantu menjaga keterlacakan bahan baku serta konsistensi standar produksi dari awal hingga produk akhir.
5. Jadi, apa yang perlu dicek Parents?
Selama ini, orang tua mungkin lebih familiar dengan kebiasaan membaca label kemasan. Ini tentu tetap penting. Namun, informasi mengenai susu formula sebenarnya bisa dilihat lebih luas.
Prof. Rini menyarankan orang tua memahami bahan dan proses produksi secara menyeluruh sebelum menentukan pilihan untuk anak.
Ada tiga hal yang bisa mulai diperhatikan:
1. Cek bahan utama
Baca daftar komposisi pada kemasan untuk mengetahui bahan yang digunakan, termasuk bahan tambahan atau pemanis yang tercantum.
2. Kepoin sumber susunya
Informasi mengenai asal susu dapat memberikan gambaran tentang dari mana bahan baku berasal dan bagaimana prosesnya sejak dari peternakan.
3. Cari tahu proses pengolahannya.
Orang tua dapat memperhatikan informasi mengenai standar produksi, pengujian kualitas, pengendalian mutu, serta keterlacakan bahan baku.
Dengan begitu, orang tua tidak hanya melihat “apa yang ada di dalam susu”, tetapi juga memahami “dari mana susu berasal dan bagaimana prosesnya sampai menjadi produk akhir.”
Pada akhirnya, memilih susu formula bukan sekadar membaca klaim yang terpampang paling besar di bagian depan kemasan. Membaca komposisi, memahami sumber bahan baku, serta mencari informasi mengenai proses produksi bisa membantu orang tua membuat keputusan yang lebih terinformasi sesuai kebutuhan anak.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)