FAMILY

Bayi Lupa, tapi Otaknya Ingat! Ini Dampaknya untuk Tumbuh Kembang

A. Firdaus
Sabtu 25 Juli 2026 / 11:12
Ringkasnya gini..
  • Para ahli meyakini bahwa pengalaman yang diterima bayi sejak lahir akan membentuk cara mereka belajar.
  • Pengalaman sensorik dan emosional yang dialami bayi akan tersimpan sebagai memori yang membentuk cara mereka memandang dunia.
  • Memori awal juga berperan dalam membantu bayi mempelajari berbagai keterampilan dasar.
Jakarta: Memori bayi bukan sekadar kemampuan mengingat suatu peristiwa, tetapi menjadi dasar penting bagi proses tumbuh kembang sejak awal kehidupan. 

Para ahli meyakini bahwa pengalaman yang diterima bayi sejak lahir akan membentuk cara mereka belajar, memahami lingkungan, hingga membangun hubungan dengan orang lain di masa depan. 

Walaupun kenangan tersebut tidak akan diingat secara sadar ketika dewasa, jejaknya tetap tersimpan dan memengaruhi perkembangan otak maupun emosinya. Memori bayi memiliki peran penting dalam berbagai aspek perkembangan.

“Memori mereka akan memengaruhi kemampuan mereka untuk belajar dan memahami, membentuk ikatan, serta menjalin hubungan dengan orang lain, dan berdampak pada perkembangan emosional dan sosial mereka,” kata Marilyn Cross Coleman, LCSW, PMH-C, seorang spesialis perawatan kesehatan mental perinatal dan pendiri Shameless Mama Wellness dilansir dari Parents.
 
Menurut Coleman, pengalaman sensorik dan emosional yang dialami bayi akan tersimpan sebagai memori yang membentuk cara mereka memandang dunia. 

Pengalaman tersebut akan membantu bayi mengenali, apakah lingkungan di sekitarnya merupakan tempat yang aman atau justru sebaliknya. Ia menjelaskan bahwa teori ikatan John Bowlby mendukung hal tersebut. 

“Teori ikatan John Bowlby menunjukkan hal ini dengan menyatakan, bahwa pengalaman awal bayi dengan pengasuh, yang dapat kita sebut sebagai kenangan tentang mereka, secara signifikan memengaruhi perkembangan emosional dan sosial mereka, serta membantu menentukan kemampuan mereka, untuk membangun dan mempertahankan hubungan sepanjang hidup mereka,” jelas Coleman.

Coleman juga menuturkan bahwa bayi mungkin tidak akan mengingat secara spesifik, momen ketika kebutuhan mereka dipenuhi. Namun, pengalaman tersebut tetap membentuk rasa aman dalam diri mereka. 

“Mereka akan memahami bahwa dunia adalah tempat yang aman bagi mereka, karena kebutuhan mereka akan dianggap penting dan dipenuhi oleh orang-orang yang merawat mereka,” tambahnya.

Sanam Hafeez, PsyD, seorang neuropsikolog dan direktur Comprehend the Mind, mengatakan bahwa memori awal juga berperan dalam membantu bayi mempelajari berbagai keterampilan dasar, seperti bergerak, berbicara, hingga merespons situasi di sekitarnya.

Menurut Dr. Hafeez, pengalaman yang diperoleh pada masa awal kehidupan, akan terus memengaruhi perkembangan anak, meskipun tidak tersimpan sebagai kenangan yang dapat diingat secara sadar.

“Meskipun bayi tidak akan mengingat momen-momen ini di kemudian hari, pengalaman-pengalaman awal tersebut membentuk cara mereka memahami dunia, dan berinteraksi dengan orang lain seiring pertumbuhan mereka,” kata Dr. Hafeez. 

Ia juga menambahkan, “Meskipun bayi tidak menyimpan kenangan sadar, perkembangan otak mereka membutuhkan nuansa emosional, yang kuat dan pengalaman sensorik.”

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH