FAMILY
Bebas dari Leher 'Dangdut', Ini Timeline Si Kecil Bisa Tegakkan Kepala
Yatin Suleha
Selasa 15 September 2026 / 08:05
- Menegakkan kepala itu salah satu milestone awal yang krusial banget buat si kecil.
- Soalnya, kemampuan ini jadi fondasi dasar sebelum bayi bisa belajar duduk, berguling, sampai jalan sendiri.
- Saat baru lahir, otot leher dan bahu bayi memang masih sangat lemah, jadi wajar banget kalau kepalanya masih butuh ditopang penuh.
Jakarta: Menegakkan kepala itu salah satu milestone awal yang krusial banget buat si kecil. Soalnya, kemampuan ini jadi fondasi dasar sebelum bayi bisa belajar duduk, berguling, sampai jalan sendiri.
Saat baru lahir, otot leher dan bahu bayi memang masih sangat lemah, jadi wajar banget kalau kepalanya masih butuh ditopang penuh.
Tapi seiring berjalannya waktu dan latihan rutin, si kecil bakal makin jago mengontrol gerak kepalanya. Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah timeline perkembangan kontrol kepala bayi dari baru lahir sampai usia 6 bulan.
Di bulan pertama kehidupan, otot leher bayi belum punya kekuatan sama sekali. Jadi, kamu wajib menopang area kepala dan lehernya setiap kali mengangkat, menggendong, atau memindahkan si kecil.
Di tahap ini, kamu bisa mulai mengenalkan tummy time secara perlahan. Kalau bayi nangis pas dicoba, kamu bisa menenangkan mereka dengan pijatan lembut atau nyanyian biar suasananya lebih nyaman.
.jpg)
(Pada usia 4 bulan, sebagian besar bayi sudah memiliki kontrol kepala yang baik, mampu menegakkan kepala dengan stabil, dan tidak terkulai saat digendong atau ditarik perlahan ke posisi duduk. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Memasuki akhir bulan pertama, si kecil biasanya mulai bisa mengangkat kepalanya sebentar dan menengok ke kiri-kanan saat posisi tengkurap.
Pas memasuki usia 6–8 minggu, beberapa bayi yang ototnya sudah lebih kuat bahkan mulai bisa mengangkat kepala dari posisi telentang.
Saat digendong di bahu atau duduk di car seat, kontrol kepalanya memang masih agak goyah, tapi terus membaik. Durasi tummy time di usia ini bisa mulai ditingkatkan jadi 5–10 menit per sesi.
Di rentang usia ini, perkembangan motorik si kecil makin keliatan pesat. Saat tengkurap, bayi sudah bisa mengangkat kepala hingga sudut 45 derajat dengan stabil.
Banyak juga bayi usia 4 bulan yang mulai hobi melakukan mini pushup—menahan kepala dan dada menggunakan dorongan kedua tangannya. Selain itu, kepalanya juga makin tegak dan kokoh saat didudukkan dengan sandaran.
Di usia 6 bulan, sebagian besar bayi sudah punya kontrol penuh atas otot lehernya, sehingga kepalanya bisa berdiri tegak dan stabil.
Kalau kamu menarik tangannya ke posisi duduk, kepalanya bakal ikut terangkat ke depan dengan sigap tanpa terkulai lagi. Di fase ini, si kecil makin aktif berguling dan mengeksplorasi barang-barang di sekitarnya.
Pencapaian tiap bayi memang beda-beda, jadi kamu gak perlu panik kalau si kecil butuh waktu sedikit lebih lama. Selalu dampingi dan beri stimulasi yang seru biar proses belajarnya makin menyenangkan!
Secillia Nur Hafifah
(TIN)
Saat baru lahir, otot leher dan bahu bayi memang masih sangat lemah, jadi wajar banget kalau kepalanya masih butuh ditopang penuh.
Tapi seiring berjalannya waktu dan latihan rutin, si kecil bakal makin jago mengontrol gerak kepalanya. Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah timeline perkembangan kontrol kepala bayi dari baru lahir sampai usia 6 bulan.
Baca Juga :
Si Kecil Mau Lulus Popok? Intip Triknya Yuk
1. Tahap awal saat bayi baru lahir
Di bulan pertama kehidupan, otot leher bayi belum punya kekuatan sama sekali. Jadi, kamu wajib menopang area kepala dan lehernya setiap kali mengangkat, menggendong, atau memindahkan si kecil.
Di tahap ini, kamu bisa mulai mengenalkan tummy time secara perlahan. Kalau bayi nangis pas dicoba, kamu bisa menenangkan mereka dengan pijatan lembut atau nyanyian biar suasananya lebih nyaman.
2. Usia 1 sampai 2 bulan
.jpg)
(Pada usia 4 bulan, sebagian besar bayi sudah memiliki kontrol kepala yang baik, mampu menegakkan kepala dengan stabil, dan tidak terkulai saat digendong atau ditarik perlahan ke posisi duduk. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Memasuki akhir bulan pertama, si kecil biasanya mulai bisa mengangkat kepalanya sebentar dan menengok ke kiri-kanan saat posisi tengkurap.
Pas memasuki usia 6–8 minggu, beberapa bayi yang ototnya sudah lebih kuat bahkan mulai bisa mengangkat kepala dari posisi telentang.
Saat digendong di bahu atau duduk di car seat, kontrol kepalanya memang masih agak goyah, tapi terus membaik. Durasi tummy time di usia ini bisa mulai ditingkatkan jadi 5–10 menit per sesi.
3. Usia 3 sampai 4 bulan
Di rentang usia ini, perkembangan motorik si kecil makin keliatan pesat. Saat tengkurap, bayi sudah bisa mengangkat kepala hingga sudut 45 derajat dengan stabil.
Banyak juga bayi usia 4 bulan yang mulai hobi melakukan mini pushup—menahan kepala dan dada menggunakan dorongan kedua tangannya. Selain itu, kepalanya juga makin tegak dan kokoh saat didudukkan dengan sandaran.
4. Usia 5 sampai 6 bulan
Di usia 6 bulan, sebagian besar bayi sudah punya kontrol penuh atas otot lehernya, sehingga kepalanya bisa berdiri tegak dan stabil.
Kalau kamu menarik tangannya ke posisi duduk, kepalanya bakal ikut terangkat ke depan dengan sigap tanpa terkulai lagi. Di fase ini, si kecil makin aktif berguling dan mengeksplorasi barang-barang di sekitarnya.
Pencapaian tiap bayi memang beda-beda, jadi kamu gak perlu panik kalau si kecil butuh waktu sedikit lebih lama. Selalu dampingi dan beri stimulasi yang seru biar proses belajarnya makin menyenangkan!
Secillia Nur Hafifah
(TIN)