FAMILY

Kulit Bayi Lebih Tipis, Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Skin Barrier Sejak Dini

A. Firdaus
Jumat 31 Juli 2026 / 07:13
Ringkasnya gini..
  • Kondisi tersebut membuat lapisan pelindung kulit atau skin barrier masih dalam tahap perkembangan.
  • Selain menjaga kelembapan, keseimbangan mikrobioma kulit juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan kesehatan kulit bayi.
  • Teknologi ini telah diperkenalkan kepada publik dalam acara yang digelar di Jakarta dan dihadiri tenaga medis.
Jakarta: Kulit bayi dan anak ternyata jauh lebih rentan dibandingkan kulit orang dewasa. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Stamatas GN dkk. (2010), kulit bayi sekitar 30 persen lebih tipis sehingga kemampuan menjaga kelembapan alami kulit belum berkembang secara optimal.

Kondisi tersebut membuat lapisan pelindung kulit atau skin barrier masih dalam tahap perkembangan. Akibatnya, bayi lebih mudah mengalami kulit kering, kemerahan, hingga iritasi, terutama jika terpapar cuaca, gesekan, atau produk yang kurang sesuai.

Dokter Spesialis Anak, dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A, mengatakan menjaga kesehatan skin barrier merupakan bagian penting dari perawatan bayi, terutama pada anak yang memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi.
 

"Skin barrier yang sehat membuat kulit tidak mudah mengalami iritasi. Ketika kulit bayi terasa nyaman, kualitas tidurnya juga lebih baik, sehingga dapat mendukung pelepasan hormon pertumbuhan secara optimal," ujar dr. Ian.

Ia menambahkan, anak dengan kondisi alergi umumnya memiliki skin barrier yang lebih lemah sehingga membutuhkan perhatian ekstra dalam memilih produk perawatan kulit.

Menurutnya, pelembap yang mengandung ceramide, colloidal oatmeal extract, dan lactobacillus ferment lysate dapat membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus mendukung fungsi lapisan pelindung kulit.
 

Skin barrier dan mikrobioma kulit


Selain menjaga kelembapan, keseimbangan mikrobioma kulit juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan kesehatan kulit bayi. Mikrobioma merupakan kumpulan mikroorganisme baik yang secara alami hidup di permukaan kulit dan membantu melindungi dari berbagai gangguan.

Melihat kebutuhan tersebut, GENTLY Baby memperkenalkan Cera-Care Biome Technology, teknologi perawatan kulit yang mengombinasikan 5x Ceramide, Colloidal Oatmeal Extract, dan Lactobacillus Ferment Lysate.

CEO sekaligus Co-Founder GENTLY Baby, Nyoman Anjani, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk membantu orang tua merawat kulit bayi dengan pendekatan berbasis sains.

"Kami ingin menghadirkan solusi perawatan kulit bayi yang tidak hanya lembut, tetapi juga memiliki formula lengkap dan telah melalui uji klinis sehingga manfaatnya dapat dipertanggungjawabkan," ujar Anjani.



Teknologi ini telah diperkenalkan kepada publik dalam acara yang digelar di Jakarta dan dihadiri tenaga medis, komunitas orang tua, serta sejumlah parenting influencer.

Salah satunya, Alyssa Daguise, mengaku lebih selektif memilih produk perawatan kulit untuk anaknya yang memiliki kulit sensitif.

"Buat aku, produk skincare anak bukan cuma harus gentle atau sedang viral. Yang lebih penting adalah formulanya lengkap dan manfaatnya sudah terbukti secara klinis," katanya.

Menurut GENTLY Baby, formula tersebut juga telah melalui uji klinis bersama salah satu perguruan tinggi di Indonesia, serta menjalani uji hypoallergenic, dermatologically tested, dan telah mengantongi sertifikasi halal.

Para ahli mengingatkan bahwa menjaga kesehatan kulit bayi bukan sekadar membuat kulit tetap lembut, tetapi juga membantu menjaga fungsi skin barrier agar tetap optimal. Dengan begitu, risiko kulit kering dan iritasi dapat ditekan sehingga bayi merasa lebih nyaman dalam menjalani aktivitas maupun saat beristirahat.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH