FAMILY

Bukan Sekadar Main, Ini Momen Sehari-hari yang Bikin Anak Cepat Ngomong

A. Firdaus
Selasa 07 April 2026 / 15:22
Ringkasnya gini..
  • Di usia balita, kemampuan bahasa berkembang sangat cepat.
  • Lewat cara ini, anak belajar menghubungkan kata dengan benda secara langsung.
  • Mengajarkan kata sederhana atau isyarat tertentu.
Jakarta: Mengajarkan balita berbicara, tidak selalu harus lewat metode yang rumit atau alat belajar yang mahal. Justru, momen-momen sederhana dalam keseharian, bisa jadi cara paling efektif untuk membantu anak belajar berkomunikasi. 

Di usia balita, kemampuan bahasa berkembang sangat cepat, apalagi jika sering diajak berinteraksi secara langsung. Mulai dari waktu makan hingga memahami gerakan tubuh anak, semuanya bisa dimanfaatkan sebagai sarana belajar yang menyenangkan.

Dengan pendekatan yang santai dan konsisten, anak bukan hanya lebih cepat bicara, tetapi juga merasa lebih dipahami dalam setiap situasi.
 

1. Manfaatkan waktu makan untuk ngobrol


Waktu makan ternyata bukan cuma soal mengisi perut, tetapi juga bisa jadi momen belajar bahasa yang efektif. 

Anak bisa dikenalkan berbagai kosakata baru, mulai dari nama makanan, alat makan, sampai aktivitas yang sedang dilakukan. Suasana santai saat makan, membuat anak lebih mudah menerima dan meniru kata-kata yang didengar.

Salah satu cara seru yang bisa dicoba adalah permainan sederhana, seperti tebak-tebakan “Di mana…?”.

“Saat bertanya ‘Di mana cangkirmu?’ saya akan membuat gerakan dramatis, mengangkat kedua tangan, mengangkat bahu, dan mengangkat alis sambil menatap anak saya. Ketika dia meniru salah satu gerakan itu, saya merayakannya!" kata Marie Martinez, M.S., M.Ed., CCC-SLP, BCBA, LBA, dan penulis buku Path for Words: Five-Minute Language Learning Activities for Children Ages One to Three Years dalam Parents.

“Saya menempelkan tangan ke mulut dan berseru, ‘Cangkir? Cangkir?’ Ini memberi anak saya kesempatan untuk meniru saya secara verbal dan gestural. Kami kemudian melanjutkan dengan mencari benda tersebut dan menyebut namanya, memperkuat kata pengenal dengan benda tersebut,” tambahnya.

Lewat cara ini, anak belajar menghubungkan kata dengan benda secara langsung, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.
 

2. Pahami bahasa tubuh sebagai bentuk komunikasi


Balita belum selalu mampu mengungkapkan perasaan lewat kata-kata, sehingga ekspresi wajah, gerakan tubuh, bahkan tantrum sering menjadi cara mereka berkomunikasi. Memahami hal ini, bisa membantu merespons kebutuhan anak dengan lebih tepat.

Anggaplah perilaku dan bahasa tubuh sebagai bentuk komunikasi. Dengan memahami sinyal tersebut, respon yang diberikan bisa lebih tenang dan sesuai dengan kebutuhan anak.

“Saat anak balita mengamuk lagi, tarik napas, pastikan semua orang aman, turun ke level mata mereka, coba pahami apa yang ingin mereka sampaikan, dan berikan cara cepat dan mudah bagi mereka untuk mengkomunikasikan kebutuhannya,” sarannya.

Mengajarkan kata sederhana atau isyarat tertentu, juga bisa membantu anak mengekspresikan emosi, seperti marah atau sedih dengan lebih jelas.

“Tuliskan gerakan, kata, atau frasa yang kamu ajarkan dan masukkan ke dalam rutinitas harian kamu untuk memperkuat istilah baru tersebut, dan memberi anak kesempatan untuk mempraktikkannya,” tambah Martinez.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH