FAMILY

Minimalist Lifestyle Starter Pack! 4 Cara Decluttering Biar Hidup Nggak Ribet

A. Firdaus
Sabtu 18 Juli 2026 / 10:10
Ringkasnya gini..
  • Menyortir barang bukan berarti menghilangkan kenangan.
  • Mengumpulkan barang yang sudah lama tidak digunakan, sering kali hanya membuat rumah terasa semakin penuh dan sulit ditata.
  • Mendonasikan barang yang masih layak pakai merupakan solusi yang menguntungkan semua pihak.
Jakarta: Sering kali barang yang sudah tidak terpakai, tetap tersimpan di rumah karena berbagai alasan, mulai dari memiliki kenangan, rasa sayang, hingga merasa barang tersebut masih mungkin digunakan suatu saat nanti. 

Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat lemari, gudang, dan sudut-sudut rumah semakin penuh oleh benda yang sebenarnya sudah tidak lagi dibutuhkan. Padahal, menyortir barang bukan berarti menghilangkan kenangan. 

Barang yang masih layak pakai dapat didonasikan, agar bermanfaat bagi orang lain. Selain membuat rumah terasa lebih lega dan rapi, kebiasaan ini juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, sekaligus memberikan manfaat bagi sesama.
 

Menyortir dan mendonasikan, sama-sama memberikan manfaat


Mengumpulkan barang yang sudah lama tidak digunakan, sering kali hanya membuat rumah terasa semakin penuh dan sulit ditata. Banyak orang mempertahankan barang, karena memiliki nilai sentimental, nilai ekonomi, atau sekadar merasa sayang untuk melepaskannya. 

Ada pula yang sebenarnya ingin menyumbangkan barang tersebut, tetapi belum mengetahui tempat yang tepat, sehingga akhirnya hanya disimpan bertahun-tahun.

Padahal, mendonasikan barang yang masih layak pakai merupakan solusi yang menguntungkan semua pihak. Rumah menjadi lebih rapi dan lega, sementara barang yang tidak lagi digunakan tetap memiliki manfaat, karena dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang membutuhkan.

Dilansir dari Psychology Today, menurut Diane Roberts Stoler, Ed.D., neuropsikolog dan psikolog kesehatan bersertifikat, berikut adalah cara memulai menyortir barang
 

1. Mulai dari yang kecil


Tidak perlu langsung merapikan seluruh rumah dalam satu hari. Mulailah dari satu laci, satu rak, satu tumpukan barang, atau satu ruangan agar prosesnya terasa lebih ringan dan tidak melelahkan. Setelah terbiasa, proses menyortir akan menjadi lebih mudah dilakukan.
 

2. Minta bantuan


Libatkan anggota keluarga, teman, atau konsultan berbayar untuk membantu memilah barang. Kehadiran orang lain, sering kali membuat proses mengambil keputusan menjadi lebih objektif, terutama saat menentukan barang yang masih layak disimpan atau sudah waktunya didonasikan.
 

3. Simpan kenangan lewat foto


Jika sulit melepaskan barang yang memiliki nilai emosional, seperti pakaian bayi, buku anak, hadiah, atau suvenir perjalanan, cobalah mengabadikannya dalam bentuk foto. Dengan cara ini, kenangan tetap tersimpan tanpa harus memenuhi ruang penyimpanan di rumah.
 

4. Tentukan tujuan donasi


Setelah barang selesai dipilah, jangan biarkan kembali menumpuk di rumah. Segera salurkan ke tempat yang tepat, seperti tempat penampungan tunawisma atau pusat donasi setempat. 

Jika memungkinkan, cari informasi mengenai jadwal penyerahan atau layanan penjemputan, sehingga barang dapat segera diterima dan dimanfaatkan oleh orang, yang membutuhkan.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH