FAMILY

5 Cara Atasi Anak Tantrum, Tanpa Amarah

Mia Vale
Kamis 28 April 2022 / 11:05
Jakarta: Temper tantrum bisa membuat frustasi bagi setiap orang tua. Tapi alih-alih melihatnya sebagai bencana, perlakukan amukan sebagai peluang untuk pendidikan. Tantrum umum terjadi pada anak laki-laki dan perempuan, pada rentang usia satu sampai tiga tahun.

Temper tantrum berkisar dari merengek dan menangis hingga berteriak, menendang, memukul, dan menahan napas. Biasanya terjadi karena anak kelelahan, lapar, atau tidak nyaman. Akibatnya, mereka melampiaskan kekesalannya untuk mendapatkan sesuatu atau melakukan apa yang mereka inginkan. 
 

Cara menghadapi anak yang tantrum


Saat anak tantrum, seperti dikutip dari Kids Health, orang tua harus tetap tenang menanggapi amukannya. Jangan frustrasi atau marah-marah. Ingat, orang tua harus membantu anak belajar untuk tenang. Kadang, mengabaikan ledakan atau mengalihkan perhatian anak dengan aktivitas baru, itu lebih baik. Berikut yang bisa orang tua lakukan:

- Jika tantrum sedang terjadi untuk mendapatkan perhatian dari orang tua, salah satu cara terbaik untuk mengurangi perilaku ini adalah dengan mengabaikannya


cara mengatasi anak yang tantrum
(Anak yang tantrum umumnya disebabkan oleh rasa kesal, marah, dan frustasi. Bisa juga muncul karena anak merasa lelah, lapar, dan tidak nyaman. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


- Jika tantrum terjadi setelah anak ditolak sesuatu, tetaplah tenang dan jangan banyak menjelaskan mengapa dia tidak bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Lanjutkan aktivitas lain bersama anak

- Jika tantrum terjadi setelah anak disuruh melakukan sesuatu yang tidak ingin dia lakukan, sebaiknya abaikan saja. Pastikan orang tua menindaklanjuti agar anak menyelesaikan tugas setelah dia tenang

- Jika masalah keamanan terlibat dan balita mengulangi perilaku terlarang setelah disuruh berhenti, gunakan time-out atau pegang anak dengan kuat selama beberapa menit. Konsisten. Jangan menyerah pada masalah keamanan

- Untuk anak usia sekolah, sudah sepantasnya mengirim mereka ke kamar untuk menenangkan diri sambil sedikit memerhatikan perilakunya
 

Cara menghindari tantrum 


Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menghindari terjadinya tantrum. Cobalah untuk mencegah amukan terjadi di tempat pertama, bila memungkinkan. Berikut adalah beberapa ide yang dapat membantu: 

1. Berikan banyak perhatian positif. Hadiahi si kecil dengan pujian dan perhatian untuk perilaku positifnya. Coba untuk memberi balita kendali atas hal-hal kecil. Tawarkan pilihan kecil seperti "Kamu ingin jus jeruk atau jus apel?" atau "Mau gosok gigi sebelum atau sesudah mandi?" 

2. Jauhkan benda-benda terlarang dari pandangan dan jangkauan, terutama di luar rumah di mana lingkungan tidak dapat dikendalikan. Alihkan perhatian si kecil. 

3. Manfaatkan rentang perhatian si kecil yang pendek dengan menawarkan sesuatu yang lain sebagai ganti dari apa yang tidak dapat mereka miliki. 

4. Bantu anak-anak memelajari keterampilan baru, jika berhasil pujilah dengan apa yang bisa mereka lakukan.

5. Ketahui batasan anak. Jika si kecil lelah, ini bukan waktu terbaik untuk berbelanja atau mencoba melakukan satu tugas lagi. Jangan lupa, puji anak bila mereka sudah tenang kembali.

(TIN)

MOST SEARCH