FAMILY

Cara Membedakan Payudara Bengkak dan Mastitis karena Menyusui

Kumara Anggita
Senin 04 Januari 2021 / 12:00
Jakarta: Nyeri sering kali muncul saat ibu menyusui bayi. Menurut dr. Arum Dyah K. Breastfeeding & IYCF Counselor ini bisa terjadi karena berbagai alasan termasuk payudara bengkak dan mastitis. 

Ia menjelaskan bahwa gejala dari dua penyebab ini berbeda. Payudara bengkak ditandai dengan ada benjolan, terasa nyeri, terasa panas, tidak ada demam, tidak ada garis-garis di payudara.

Sementara mastitis (peradangan pada jaringan payudara) gejalanya antara lain bisa ada benjolan, bisa ada nyeri, bisa terasa panas, ada demam tinggi pada ibu, ada garis-garus kemerahan di payudara.

“Untuk bengkak saja atau breast engorgment biasanya tidak ada demam, tidak ada garis-garis pada payudara seperti strech mark, dibandingkan mastitis ada demam tinggi bahkan moms dapat sampai menggigil,” pungkasnya dalam Romi di Aplikasi Orami Parenting.
 

Dr. Arum juga menjelaskan penyebab umum dua hal ini terjadi pada ibu antara lain: 


1. Posisi pelekatan belum efektif

2. Ada faktor risiko riwayat mastitis di anak sebelumnya

3. Frekuensi menyusui yang dibatasi atau waktu menyusu yang pendek-pendek

4. Payudara tidak dikosongkan dengan baik

5. Produksi ASI terlalu hanyak

6. Penggunaan bra atau baju yang terlalu ketat menekan payudara dan kelenjar limfa

Untuk menanganinya, menurutnya yang terpenting adalah untuk mengingat waktu terjadinya bengkak maupun mastitis. “Jangan sampai bengkaknya berlanjut menjadi mastitis dan mastitisnya berlanjut menjadi mastitis terinfeksi atau abses,” ungkapnya. 
 

Tips payudara bengkak


Tips lain yang perlu diketahui ibu untuk payudara bengkak ataupun breast engorgement adalah:

1. Tetap susui bayi. Susui terus karena menyusui adalah cara paling efektif untuk mengosongkan payudara

2. Perah dengan tangan bukan dengan pompa atau breastpump 

3. Kompres dingin

“Ini penting ya bedanya dengan mastitis nanti. Kalo bengkak kompresnya adalah kompres dingin selama 10-15 menit,” jelasnya. 

4. Mandi air hangat

“Boleh mandi air hangat tujuannya agar oksitosin dapat keluar dan terbantu sehingga ASI bisa keluar dengan lancar,” paparnya.

5. Teknik RPS 

Menurutnya, ini hampir sama dengan perah tangan. Ini bisa membantu melunakkan areola dan payudara bagian depan lebih baik. 
 

Tips menangani mastitis


“Yang berikutnyaa adalah penanganan mastitis jika diperlukan pemijatan, kompres dulu payudaranya dengan kompres hangat dan dingin bergantian,” pesannya.
(TIN)

MOST SEARCH