FAMILY

Lagi Viral! Contact Nap pada Bayi, Nyaman Banget Tapi Aman Nggak

A. Firdaus
Sabtu 11 April 2026 / 12:09
Ringkasnya gini..
  • Contact Nap juga sering dikaitkan dengan metode perawatan kanguru
  • Contact nap pada dasarnya persis seperti namanya.
  • Momen memeluk bayi yang baru lahir, memang terasa hangat dan penuh kebahagiaan.
Jakarta: Momen memeluk bayi yang baru lahir, memang terasa hangat dan penuh kebahagiaan. Di masa awal menjadi orang tua, kebersamaan seperti ini sering terjadi, apalagi karena bayi bisa tidur hingga sekitar 18 jam dalam sehari. 

Tak jarang, waktu tidur itu berlangsung saat bayi berada dalam gendongan atau pelukan. Kondisi ini dikenal dengan istilah “contact nap”, yaitu ketika bayi tertidur sambil menempel pada tubuh pengasuh. Meski terasa manis dan menenangkan, banyak yang mulai bertanya-tanya apakah kebiasaan ini aman?

“Contact nap pada dasarnya persis seperti namanya, yaitu saat bayi tidur menempel pada atau di atas tubuh ibu atau pengasuh lain sementara pengasuh tersebut terjaga,” kata Chandani DeZure, M.D., seorang dokter anak dan anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.
 
Contact nap merupakan kondisi ketika bayi tidur sambil berada dekat atau menempel, pada tubuh pengasuh yang sedang dalam keadaan sadar. Praktik ini juga sering dikaitkan dengan metode perawatan kanguru, yaitu teknik menempatkan bayi tanpa pakaian di dada pengasuh secara langsung (skin-to-skin), selama minimal satu jam untuk memberikan berbagai manfaat bagi bayi.

Meski sering dilakukan dengan kontak kulit langsung, contact nap tidak selalu harus skin-to-skin. Bayi tetap bisa merasakan kenyamanan, hanya dengan berada dekat dalam pelukan.

Dari segi usia, kebiasaan ini bisa dimulai sejak bayi baru lahir dan dapat terus dilakukan selama masih terasa nyaman. “Saya tidak berpikir ada usia tertentu, di mana bayi harus berhenti contact nap jika orang tua ingin melakukannya,” tambah dr. DeZure.

“Penting untuk dicatat bahwa contact nap berbeda dengan tidur bersama, yang terjadi ketika bayi tidur di samping ibu di tempat tidur yang sama sementara ibu juga tertidur, Tidur bersama tidak dianggap aman, dan harus dihindari dengan segala cara,” tambah Thomas Kilkenny, D.O., seorang dokter spesialis penyakit paru-paru dan ahli tidur di New York. 

Apakah contact nap aman?
Secara umum, contact nap termasuk aman selama dilakukan dengan cara yang benar. Hal paling penting adalah memastikan pengasuh tetap dalam keadaan terjaga saat bayi sedang tidur.

Menurut dr. Kilkenny, posisi tubuh juga berperan penting. Duduk tegak dan tidak tertidur menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan bayi. “Selain itu, saya pikir contact nap dapat memberikan rasa aman bagi bayi dan pengasuh, serta meniru sensasi yang dialami bayi selama sembilan bulan di dalam rahim,” katanya.

Selama tetap waspada dan menjaga posisi yang aman, contact nap bisa memberikan banyak manfaat. Bayi akan merasa lebih tenang, hangat, dan aman karena merasakan kedekatan seperti saat berada di dalam kandungan. Selain itu, momen ini juga membantu memperkuat ikatan emosional antara bayi dan pengasuh.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH