FAMILY

Timeline Refleks Kaget Bayi: Kapan Bakal Hilang Sendiri?

Yatin Suleha
Minggu 29 Maret 2026 / 18:10
Ringkasnya gini..
  • Refleks kaget biasanya paling kuat pada bulan pertama setelah bayi lahir.
  • Pada beberapa bayi, refleks kaget bisa bertahan hingga usia 3 sampai 4 bulan.
  • Jika bayi tiba-tiba terkejut dan menangis, biasanya ia hanya membutuhkan sedikit waktu dan kenyamanan untuk kembali tenang.
Jakarta: Refleks kaget biasanya paling kuat pada bulan pertama setelah bayi lahir. Secara umum, refleks ini mulai menghilang ketika bayi berusia sekitar 2 bulan.

Pada beberapa bayi, refleks kaget bisa bertahan hingga usia 3 sampai 4 bulan. Namun, jika refleks ini masih terlihat setelah bayi berusia 6 bulan, kondisi tersebut sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Selain itu, pemeriksaan juga perlu dilakukan jika bayi tidak menunjukkan refleks kaget sama sekali, atau refleks tersebut hanya muncul pada satu sisi tubuh. 

Kondisi ini memang jarang terjadi, tetapi bisa menjadi tanda adanya masalah pada otak, sumsum tulang belakang, atau saraf.
 

Cara menenangkan bayi dari reflek kaget



(Untuk membantu si kecil dari releks kaget, jaga suasana ruangan tetap tenang di sekitar tempat tidur bayi. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

Jika bayi tiba-tiba terkejut dan menangis, biasanya ia hanya membutuhkan sedikit waktu dan kenyamanan untuk kembali tenang. Namun, ketika refleks kaget membuat bayi terbangun dari tidur, tidak selalu mudah bagi bayi untuk kembali tidur.

Dilansir dari BabyCenter, untuk membantu mencegah bayi terbangun karena refleks kaget, beberapa cara berikut dapat dilakukan.
 

1. Membedong bayi sebelum tidur


Membungkus bayi dengan selimut dapat membantu menjaga tangan dan kaki tetap dekat dengan tubuh, sehingga gerakan tiba-tiba bisa berkurang.
 

2. Menggunakan suara putih (white noise)


Suara putih seperti dari mesin suara atau musik yang lembut, dapat membantu menutupi suara lain yang mungkin mengganggu tidur bayi.
 

3. Meletakkan bayi secara perlahan


Saat menidurkan bayi, tubuh bayi sebaiknya ditopang dengan lembut. Tangan dapat tetap menahan tubuh bayi beberapa saat sebelum dilepas secara perlahan satu per satu.



 

4. Menjaga suasana ruangan tetap tenang


Gerakan yang terlalu cepat atau suara keras, di sekitar tempat tidur bayi sebaiknya dihindari.

 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH