FAMILY

Apakah Bisa Tetap Hamil jika Mengalami Endometriosis?

Raka Lestari
Selasa 17 November 2020 / 20:01
Jakarta: Endometriosis adalah ketika jaringan mirip endometrium, tumbuh di luar rahim. Sehingga mengakibatkan peradangan kronis, jaringan parut, dan adhesi. Endometriosis dianggap sebagai salah satu dari tiga penyebab utama infertilitas wanita.

“Sangat mungkin untuk hamil dengan endometriosis. Beberapa orang mungkin akan tetap bisa hamil tanpa masalah, sementara yang lain membutuhkan perawatan untuk bisa hamil,” kata Barry Witt, MD, Direktur WINFertility and Greenwich Fertility & IVF Center.

Kehamilan alami terjadi ketika sel telur bergerak dari ovarium, melewati tuba falopi, dan ke rahim untuk pembuahan sebelum ditanamkan ke dalam lapisan rahim. Bagaimana endometriosis memengaruhi kesuburan masih belum jelas, tetapi para peneliti percaya bahwa jaringan parut memiliki kontribusi yang cukup banyak.

"Beberapa kasus endometriosis yang parah mengakibatkan jaringan parut yang signifikan di sekitar ovarium dan tuba falopi dan ini dapat menyumbat tuba atau menyulitkannya untuk berfungsi secara normal," kata Witt.

“Dengan melakukan prosedur operasi untuk endometriosis dapat dikaitkan dengan jaringan parut dan dapat mempengaruhi fungsi ovarium," sambungnya.

Endometriosis juga dapat merusak sel telur wanita atau sperma pria, yang pada akhirnya mencegah terjadinya kehamilan. Laparoskopi adalah satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis endometriosis. Kehamilan masih bisa terjadi, tergantung tingkat keparahan endometriosis yang ditemukan pada saat laparoskopi.

Jika seseorang menderita endometriosis dan ingin memiliki keturunan, mungkin akan membantu dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan spesialis endometriosis atau OB-GYN. Hal ini terutama berlaku untuk wanita yang telah menjalani beberapa operasi untuk endometriosis.

"Wanita dengan endometriosis yang sedang berusaha untuk hamil harus menemui ahli endokrin reproduksi," kata Witt.

"Seorang spesialis kesuburan dapat mengevaluasi kasus individu wanita tersebut berdasarkan gejala, temuan USG, usia, dan faktor kesuburan lainnya untuk menentukan pengobatan terbaik," timpalnya.

Seorang ahli endokrin reproduksi juga dapat melakukan tes darah, seperti tes hormon anti-mullerian (AMH). Tes ini dapat membantu menentukan sisa suplai telur pasien atau cadangan ovarium.

Endometriosis akan berbeda-beda bagi setiap orang, tetapi meluangkan waktu untuk berbicara dengan dokter, membatasi asupan makanan yang memicu inflamasi, dan melakukan aktivitas fisik sedang dapat meningkatkan peluang untuk pembuahan alami.
(FIR)

MOST SEARCH