FAMILY
No More Dangerous Vibes! Ini Cara Paling Aman Singkirkan Tunggul Pohon di Rumah
Yatin Suleha
Senin 06 April 2026 / 10:05
- Menghilangkan tunggul pohon sering dianggap pekerjaan sepele.
- Padahal kenyataannya tunggul pohon bisa cukup sulit dan berisiko jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat.
- Banyak orang mencoba berbagai cara instan tanpa mempertimbangkan faktor keselamatan
Jakarta: Menghilangkan tunggul pohon sering dianggap pekerjaan sepele, padahal kenyataannya bisa cukup sulit, dan berisiko jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat.
Banyak orang mencoba berbagai cara instan tanpa mempertimbangkan faktor keselamatan, mulai dari menariknya dengan kendaraan hingga membakarnya.
Padahal, tunggul yang tersisa di tanah, bisa memiliki ukuran dan berat yang tidak terduga, apalagi jika masih menempel kuat dengan akar dan tanah di sekitarnya.
Selain itu, metode yang salah tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga bisa merusak lingkungan sekitar atau bahkan properti.
Oleh karena itu, penting untuk memahami langkah-langkah aman, sebelum mencoba menghilangkan tunggul pohon. Dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut adalah tiga tips penting yang perlu diperhatikan.
Tunggul pohon sering terlihat kecil di permukaan, tetapi bagian yang tertanam di dalam tanah bisa jauh lebih besar dan berat. Akar yang masih menempel serta tanah yang menggumpal, membuat bobotnya bertambah signifikan.
Bahkan tunggul berukuran sedang bisa memiliki berat lebih dari 100 pon. Menariknya menggunakan kendaraan pribadi berisiko merusak mesin, bumper, atau bahkan membuat kendaraan kehilangan kendali.
Selain itu, tunggul yang tiba-tiba terlepas juga bisa terpental dan membahayakan sekitar. Oleh karena itu, pekerjaan ini biasanya membutuhkan alat khusus, seperti winch atau mesin penggali.
.jpg)
(Membakar tunggul atau pangkal pohon bisa membuat bagian bawah pohon berlubang. Sebaiknya gunakan tenaga profesional jika ternyata tunggul pohon sulit dibersihkan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Metode membakar tunggul dengan bensin, solar, atau bahan lainnya memang sering beredar, tetapi sebenarnya sangat tidak disarankan.
Api bisa dengan mudah menyebar ke area sekitar, terutama jika kondisi tanah kering atau dekat dengan tanaman lain. Selain risiko kebakaran, asap yang dihasilkan juga bisa berbahaya bagi kesehatan dan mencemari lingkungan.
Proses pembakaran pun tidak instan, tunggul bisa butuh waktu lama untuk benar-benar habis terbakar. Di beberapa wilayah, cara ini bahkan bisa melanggar aturan, karena berpotensi menimbulkan polusi dan bahaya kebakaran.
Menghilangkan tunggul pohon membutuhkan tenaga, alat, dan teknik yang tepat. Jika tunggul berukuran besar atau akarnya sudah menyebar luas, prosesnya bisa menjadi sangat sulit dilakukan sendiri.
Memaksakan diri tanpa peralatan yang memadai, justru bisa meningkatkan risiko cedera, seperti terkilir atau tertimpa bagian kayu.
Selain itu, kesalahan dalam proses juga bisa merusak tanah, di sekitar atau instalasi yang tersembunyi di bawah tanah.
Jika situasi terasa terlalu rumit, menggunakan jasa profesional menjadi pilihan yang lebih aman dan efisien. Namun jika tetap ingin melakukannya sendiri, pastikan menggunakan alat yang sesuai dan memerhatikan semua aspek keselamatan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Banyak orang mencoba berbagai cara instan tanpa mempertimbangkan faktor keselamatan, mulai dari menariknya dengan kendaraan hingga membakarnya.
Padahal, tunggul yang tersisa di tanah, bisa memiliki ukuran dan berat yang tidak terduga, apalagi jika masih menempel kuat dengan akar dan tanah di sekitarnya.
Selain itu, metode yang salah tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga bisa merusak lingkungan sekitar atau bahkan properti.
Oleh karena itu, penting untuk memahami langkah-langkah aman, sebelum mencoba menghilangkan tunggul pohon. Dilansir dari Better Homes & Gardens, berikut adalah tiga tips penting yang perlu diperhatikan.
1. Jangan anggap remeh berat tunggul
Tunggul pohon sering terlihat kecil di permukaan, tetapi bagian yang tertanam di dalam tanah bisa jauh lebih besar dan berat. Akar yang masih menempel serta tanah yang menggumpal, membuat bobotnya bertambah signifikan.
Bahkan tunggul berukuran sedang bisa memiliki berat lebih dari 100 pon. Menariknya menggunakan kendaraan pribadi berisiko merusak mesin, bumper, atau bahkan membuat kendaraan kehilangan kendali.
Selain itu, tunggul yang tiba-tiba terlepas juga bisa terpental dan membahayakan sekitar. Oleh karena itu, pekerjaan ini biasanya membutuhkan alat khusus, seperti winch atau mesin penggali.
2. Hindari membakar tunggul
.jpg)
(Membakar tunggul atau pangkal pohon bisa membuat bagian bawah pohon berlubang. Sebaiknya gunakan tenaga profesional jika ternyata tunggul pohon sulit dibersihkan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Metode membakar tunggul dengan bensin, solar, atau bahan lainnya memang sering beredar, tetapi sebenarnya sangat tidak disarankan.
Api bisa dengan mudah menyebar ke area sekitar, terutama jika kondisi tanah kering atau dekat dengan tanaman lain. Selain risiko kebakaran, asap yang dihasilkan juga bisa berbahaya bagi kesehatan dan mencemari lingkungan.
Proses pembakaran pun tidak instan, tunggul bisa butuh waktu lama untuk benar-benar habis terbakar. Di beberapa wilayah, cara ini bahkan bisa melanggar aturan, karena berpotensi menimbulkan polusi dan bahaya kebakaran.
3. Pahami batas kemampuan
Menghilangkan tunggul pohon membutuhkan tenaga, alat, dan teknik yang tepat. Jika tunggul berukuran besar atau akarnya sudah menyebar luas, prosesnya bisa menjadi sangat sulit dilakukan sendiri.
Memaksakan diri tanpa peralatan yang memadai, justru bisa meningkatkan risiko cedera, seperti terkilir atau tertimpa bagian kayu.
Selain itu, kesalahan dalam proses juga bisa merusak tanah, di sekitar atau instalasi yang tersembunyi di bawah tanah.
Jika situasi terasa terlalu rumit, menggunakan jasa profesional menjadi pilihan yang lebih aman dan efisien. Namun jika tetap ingin melakukannya sendiri, pastikan menggunakan alat yang sesuai dan memerhatikan semua aspek keselamatan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)