COMMUNITY

Karaoke Rumahan Jadi Alternatif Hiburan di Era Digital

Elang Riki Yanuar
Selasa 10 Maret 2026 / 09:00
Ringkasnya gini..
  • Happy Puppy Group lewat startup RiSing meluncurkan layanan karaoke rumahan berbasis cloud dengan katalog lebih dari 80.000 lagu.
  • RiSing bekerja sama dengan ASIRINDO untuk memastikan lisensi musik legal dan transparansi royalti bagi pemilik hak cipta.
  • Layanan karaoke digital RiSing siap meluncur 25 Maret 2026, menawarkan starter pack Rp999 ribu dan target 1 juta pelanggan.
Jakarta: Happy Puppy Group melalui startup miliknya, RiSing, resmi memperluas bisnisnya ke layanan karaoke rumahan berbasis digital. Langkah ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis bersama ASIRINDO (Asosiasi Industri Rekaman Indonesia)

Kolaborasi ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan pola hiburan masyarakat setelah pandemi. Aktivitas menikmati hiburan di rumah kini semakin populer, termasuk karaoke bersama keluarga. Melalui platform RiSing, pengguna dapat menikmati pengalaman bernyanyi yang praktis tanpa harus datang ke tempat karaoke.

RiSing menghadirkan layanan karaoke berbasis cloud yang memanfaatkan teknologi CDN atau Content Delivery Network. Teknologi ini memungkinkan proses transfer data berlangsung lebih cepat sehingga pengguna dapat mengakses katalog lagu dalam jumlah besar secara instan. Dalam platform tersebut tersedia lebih dari 80.000 lagu dari berbagai bahasa dan genre.

Kerja sama dengan ASIRINDO menjadi langkah penting dalam memastikan layanan ini berjalan secara legal. Organisasi yang menaungi lebih dari 100 produser rekaman di Indonesia itu bertindak sebagai penyedia lisensi utama bagi konten musik dan video yang tersedia di RiSing.
Dengan dukungan lisensi resmi, setiap lagu yang diputar melalui layanan ini akan tercatat secara sistematis. Sistem pencatatan digital tersebut memungkinkan transparansi penggunaan karya musik sekaligus memberikan potensi pendapatan tambahan bagi para pemilik hak cipta.

"Kami mengapresiasi inovasi RiSing yang menawarkan terobosan baru mekanisme lisensi musik yang terintegrasi. Dengan layanan berbayar ini, setiap lagu yang dimainkan tercatat secara otomatis dan transparan melalui jejak digital (hit count), sehingga Pemilik Hak (Produser Rekaman) mendapatkan penghasilan tambahan," jelas Jusak Irwan Sutiono, Direktur Utama ASIRINDO.

Saat ini masih banyak masyarakat yang berkaraoke dengan memanfaatkan platform video online. Cara tersebut sering kali mengharuskan pengguna mencari sendiri versi karaoke dari lagu yang diinginkan. Tidak jarang pula musik yang digunakan bukan versi asli sehingga kualitas pengalaman bernyanyi menjadi kurang maksimal.

Selain itu, iklan yang muncul di platform video kerap mengganggu aktivitas bernyanyi. RiSing mencoba menghadirkan solusi yang lebih praktis dengan menyediakan lagu versi asli baik dalam format musik video maupun karaoke yang bisa diputar dengan mudah.

Seluruh lagu yang tersedia telah dilengkapi dengan lirik sebagai panduan bernyanyi. Untuk lagu berbahasa asing, RiSing juga menambahkan ejaan dalam bahasa Indonesia serta terjemahan sehingga pengguna dapat lebih memahami makna lagu yang dinyanyikan.

“RiSing dirancang sebagai jembatan antara penikmat musik dan pelaku industri yang saling menguntungkan dengan menghadirkan layanan profesional berkaraoke di rumah yang praktis dan legal. RiSing juga membuka pasar baru bagi insan musik, terutama di wilayah yang selama ini belum tersentuh oleh hiburan karaoke karena keterbatasan geografis, Dengan layanan berbasis cloud, RiSing dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh penjuru Indonesia termasuk pedesaan," jelas Judystira Setyadji, Direktur Utama RiSing.

Untuk mulai menggunakan layanan ini, RiSing menawarkan paket awal berupa starter pack seharga Rp 999.000. Paket tersebut sudah mencakup perangkat RiSing Player serta akses layanan karaoke selama tiga bulan.

Setelah masa tersebut berakhir, pelanggan dapat melanjutkan langganan dengan biaya Rp 150.000 per bulan. Jika dihitung per hari, biaya layanan ini setara sekitar Rp 5.000.

Layanan RiSing dijadwalkan mulai tersedia untuk masyarakat pada 25 Maret 2026 melalui situs resminya. Perusahaan menargetkan mampu meraih hingga satu juta pelanggan dalam lima tahun mendatang. 

"Kami optimistis dapat mencapai 1 juta pelanggan dalam lima tahun kedepan. Hal Ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi kreatif dan ekosistem musik di Indonesia," tutupnya. 



 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(ELG)

MOST SEARCH