COMMUNITY
Bangga! Seniman Indonesia Ini Raih Kemenangan lewat Kompetisi Seni
Aulia Putriningtias
Rabu 30 September 2026 / 15:48
- Indonesia tidak pernah kekurangan seniman yang begitu berbakat.
- Dari dahulu hingga saat ini, telah banyak dari mereka yang unjuk hasil karya terbaiknya.
- Sejatinya, hasil karya anak bangsa tak bisa hanya lepas mendapatkan atensi hanya di dalam negeri, melainkan seluruh dunia.
Jakarta: Indonesia tidak pernah kekurangan seniman yang begitu berbakat. Dari dahulu hingga saat ini, telah banyak dari mereka yang unjuk hasil karya terbaiknya.
Kualitas berbagai seniman di Tanah Air tak pernah main-main! Sejatinya, hasil karya anak bangsa tak bisa hanya lepas mendapatkan atensi hanya di dalam negeri, melainkan seluruh dunia.
Untuk itu, MR D.I.Y telah mengadakan Regional Art Competition 2026. Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, kompetisi ini mempertemukan seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Tailan dalam tingkat regional.
Hal ini juga sekaligus membuka kesempatan bagi talenta seni untuk menampilkan karya da berbagi perspektif. Tentunya turut sekaligus mendapatkan eksposur yang lebih luas di Asia Tenggara.
Tahun ini, Indonesia juga mencatatkan pencapaian melalui dua seniman Indonesia yang meraih Grand Prize tingkat regional pada kategori Umum dan Pelajar & Mahasiswa. Menurut Edwin Cheah, Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, kompetisi ini memberikan kesempatan kepada masvarakat untuk melihat kreativitas dari perspektif yang lebih beragam.
"Melalui pertemuan seniman dari Indonesia, Malaysia, Tailan, kami berharap ajang ini dapat mendorong ide-ide baru, saling dan menginspirasi dan mengapresiasi karya dari lintas negara, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi seniman dari kawasan Asia Tenggara untuk mendapatkan perhatian di tingkat regional," jelasnya saat acara berlangsung, Rabu, 7 Oktober 2026.
Mengangkat tema "Strength & Resilience", kompetisi ini mengajak peserta mengeksplorasi berbagai makna kekuatan dan ketangguhan melalui perspektif personal maupun lingkungan di sekitar mereka.
Tema ini memberikan ruang bagi peserta untuk menerjemahkan pengalaman, perspektif, dan aspirasi mereka ke dalam karya dengan pendekatan artistik yang beragam.
Proses kurasi dan penilaian dilakukan oleh dewan juri dari ketiga negara yang terdiri dari R.E. Hartanto (Contemporary Artist), Abigail Hakim (Art Collector), Asst. Prof. Vichaya Mukdamanee (Vice President for Art & Culture, Silpakorn University), Praneenut Niyomsin (Art Curator), Dr. Liong Mei Yin (Assistant Professor, Department of Multimedia Design & Animation, Universiti Tunku Abdul Rahman/UTAR), serta Ivan Gabriel (Art Curator & Gallery Manager), dengan mempertimbangkan kreativitas, kualitas artistik, teknik, serta kekuatan narasi yang disampaikan melalui masing-masing karya.
"Masing-masing peserta membawa karya terbaik mereka dan berhasil menerjemahkan tema 'Strength & Resiilence' melalui pengalaman dan perspektif yang berbeda," kata Abigail Hakim.
Nama Veronica Liana dengan karya Rupa Tan Matra #3 dan Muhammad Ragib Noer Khasyi dengan karya Yang Tersisa Sepulang Kerja sabet juara atas mewakili Indonesia. Bagi Edwin, perjalanan ini diharapkan semakin mengembangkan seni lebih luas di seluruh dunia.
(FIR)
Kualitas berbagai seniman di Tanah Air tak pernah main-main! Sejatinya, hasil karya anak bangsa tak bisa hanya lepas mendapatkan atensi hanya di dalam negeri, melainkan seluruh dunia.
Untuk itu, MR D.I.Y telah mengadakan Regional Art Competition 2026. Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, kompetisi ini mempertemukan seniman dari Indonesia, Malaysia, dan Tailan dalam tingkat regional.
Hal ini juga sekaligus membuka kesempatan bagi talenta seni untuk menampilkan karya da berbagi perspektif. Tentunya turut sekaligus mendapatkan eksposur yang lebih luas di Asia Tenggara.
Tahun ini, Indonesia juga mencatatkan pencapaian melalui dua seniman Indonesia yang meraih Grand Prize tingkat regional pada kategori Umum dan Pelajar & Mahasiswa. Menurut Edwin Cheah, Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, kompetisi ini memberikan kesempatan kepada masvarakat untuk melihat kreativitas dari perspektif yang lebih beragam.
"Melalui pertemuan seniman dari Indonesia, Malaysia, Tailan, kami berharap ajang ini dapat mendorong ide-ide baru, saling dan menginspirasi dan mengapresiasi karya dari lintas negara, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi seniman dari kawasan Asia Tenggara untuk mendapatkan perhatian di tingkat regional," jelasnya saat acara berlangsung, Rabu, 7 Oktober 2026.

Mengangkat tema "Strength & Resilience", kompetisi ini mengajak peserta mengeksplorasi berbagai makna kekuatan dan ketangguhan melalui perspektif personal maupun lingkungan di sekitar mereka.
Tema ini memberikan ruang bagi peserta untuk menerjemahkan pengalaman, perspektif, dan aspirasi mereka ke dalam karya dengan pendekatan artistik yang beragam.
Proses kurasi dan penilaian dilakukan oleh dewan juri dari ketiga negara yang terdiri dari R.E. Hartanto (Contemporary Artist), Abigail Hakim (Art Collector), Asst. Prof. Vichaya Mukdamanee (Vice President for Art & Culture, Silpakorn University), Praneenut Niyomsin (Art Curator), Dr. Liong Mei Yin (Assistant Professor, Department of Multimedia Design & Animation, Universiti Tunku Abdul Rahman/UTAR), serta Ivan Gabriel (Art Curator & Gallery Manager), dengan mempertimbangkan kreativitas, kualitas artistik, teknik, serta kekuatan narasi yang disampaikan melalui masing-masing karya.
"Masing-masing peserta membawa karya terbaik mereka dan berhasil menerjemahkan tema 'Strength & Resiilence' melalui pengalaman dan perspektif yang berbeda," kata Abigail Hakim.
Nama Veronica Liana dengan karya Rupa Tan Matra #3 dan Muhammad Ragib Noer Khasyi dengan karya Yang Tersisa Sepulang Kerja sabet juara atas mewakili Indonesia. Bagi Edwin, perjalanan ini diharapkan semakin mengembangkan seni lebih luas di seluruh dunia.
(FIR)