COMMUNITY

Jelajah Empat Ekosistem Indonesia dalam Satu Booth Kebun Raya

A. Firdaus
Jumat 18 September 2026 / 18:34
Ringkasnya gini..
  • Kebun Raya hadir di FLOII Expo 2026 dengan konsep From Collection to Connection dan Mini Ecoregion yang menghadirkan empat karakter Kebun Raya.
  • Kebun Raya tidak sekadar memajang koleksi tanaman.
  • Kebun Raya menghadirkan aktivasi #JelajahKebunRaya untuk mengajak pengunjung membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.
Tangerang: Kalau biasanya melihat tanaman hanya membuat kita berpikir soal bentuk, warna, atau cara merawatnya, Kebun Raya ingin mengajak kamu melihatnya dari sudut pandang berbeda.

Di Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026, Kebun Raya tidak sekadar memajang koleksi tanaman. Lewat konsep From Collection to Connection, kamu diajak mengenal cerita di balik tanaman, karakter ekosistemnya, hingga peran pentingnya dalam konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

FLOII Expo 2026 berlangsung pada 17–20 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD Tangerang.
 

Konsep tersebut diterjemahkan melalui sebuah booth interaktif yang terbagi dalam lima area, yakni Mini Ecoregion, Mengenal Kebun Raya, Workshop Edukasi, Merchandise, dan Plant Market.
 

Satu Booth, Empat Karakter Kebun Raya


Salah satu bagian yang menarik perhatian adalah Mini Ecoregion. Zona ini membawa karakter empat Kebun Raya dalam satu ruang sehingga pengunjung bisa melihat bagaimana perbedaan kondisi lingkungan ikut membentuk karakter koleksi tumbuhan.

Perjalanan dimulai dari Kebun Raya Bogor yang merepresentasikan dataran rendah basah. Suasananya dibuat rindang dan hangat, dengan tanaman Araceae menjadi salah satu elemen yang ditampilkan.

Bergeser ke zona Kebun Raya Cibodas, kamu akan menemukan karakter dataran tinggi basah yang sejuk, berkabut, dan lembap. Lumut atau Bryophyta menjadi elemen utama yang menggambarkan ekosistem tersebut.

Berbeda lagi dengan zona Kebun Raya Bali yang merepresentasikan dataran tinggi kering. Di area ini, keindahan bentuk dan warna Begonia menjadi salah satu daya tarik.

Sementara itu, zona Kebun Raya Purwodadi membawa karakter dataran rendah kering. Elemen kayu dan batuan sedimen dipadukan dengan Hoya yang menggambarkan ekosistem epifit.

Dengan cara tersebut, kamu tidak hanya melihat tanaman satu per satu, tetapi juga diajak memahami bahwa tumbuhan hidup dalam lingkungan dengan karakter yang berbeda.

"Mini Ecoregion ini kami hadirkan agar masyarakat dapat melihat bahwa Indonesia memiliki kekayaan tumbuhan dan karakter ekosistem yang sangat beragam. Empat Kebun Raya milik BRIN yang kami kelola memiliki karakter yang berbeda, tetapi semuanya memiliki satu pesan yang sama, yaitu pentingnya menjaga dan mengonservasi kekayaan tumbuhan Nusantara," ujar Managing Director pengelola Kebun Raya (Mitra Natura Raya), Marga Anggrianto.
 

Dari Koleksi Menjadi Cerita


Bagi Kebun Raya, koleksi tanaman bukan hanya sekumpulan tumbuhan yang disimpan dan dirawat. Setiap koleksi memiliki cerita, nilai ilmiah, serta hubungan dengan ekosistem tempatnya tumbuh.

Karena itu, konsep From Collection to Connection dibuat untuk membawa pengetahuan tersebut lebih dekat kepada masyarakat.

"Kami ingin mengubah cara masyarakat melihat sebuah koleksi tanaman. Di Kebun Raya, setiap tanaman memiliki cerita, nilai ilmiah, dan peran dalam ekosistem," kata Marga.

Melalui FLOII Expo 2026, Kebun Raya ingin membuat pengalaman tersebut terasa lebih interaktif. Pengunjung dapat melihat, mengeksplorasi, sekaligus mendapatkan pengetahuan baru melalui berbagai aktivitas yang tersedia di booth.

Pendekatan ini juga menjadi cara untuk membangun hubungan yang lebih dekat antara masyarakat dan tumbuhan.
 

Belajar Tumbuhan Tak Harus Kaku


Edukasi menjadi bagian lain yang dihadirkan Kebun Raya. Salah satunya melalui botanical journaling, program edukasi dari Kebun Raya Bogor yang memadukan pendekatan sains dan seni.

Pengunjung dapat mengamati karakter tumbuhan kemudian menuangkannya melalui berbagai aktivitas kreatif, seperti membuat sketsa, melukis, menulis, hingga mendokumentasikan hasil pengamatan.

Program tersebut juga memiliki empat rute tematik, yakni Rute Tumbuhan Tua Berusia Ratusan Tahun, Rute Tumbuhan Bersejarah, Rute Rumah Kaca, dan Rute Koleksi Tematik.

"Edukasi menjadi salah satu cara penting untuk membangun kedekatan masyarakat dengan tumbuhan. Ketika proses belajar dibuat menyenangkan dan memungkinkan orang untuk mengamati secara langsung, kami berharap tumbuh rasa ingin tahu sekaligus kepedulian terhadap keanekaragaman hayati," ujar Marga.

Dengan pendekatan seperti ini, tanaman tidak lagi sekadar menjadi objek yang dilihat. Pengunjung diajak memperhatikan, mencari tahu, lalu memahami mengapa keberadaan tumbuhan penting bagi lingkungan.
 

Dari Booth ke Dunia Digital


Pengalaman di FLOII juga tidak berhenti ketika pengunjung meninggalkan booth. Kebun Raya menghadirkan aktivasi #JelajahKebunRaya untuk mengajak pengunjung membagikan pengalaman mereka melalui media sosial.

Pengunjung dapat mengambil foto atau video di booth, kemudian mengunggahnya melalui Instagram Story dengan menandai akun @kebunraya_id dan menggunakan hashtag #JelajahKebunRaya.

Aktivasi ini membuat pengalaman menjelajah koleksi Kebun Raya bisa berlanjut ke ruang digital. Cerita tentang tanaman dan ekosistem yang ditemui di pameran pun berpeluang menjangkau lebih banyak orang.

Pada akhirnya, kehadiran Kebun Raya di FLOII Expo 2026 bukan hanya soal membawa tanaman ke ruang pameran.

Lewat From Collection to Connection, Kebun Raya ingin menunjukkan bahwa di balik satu tanaman ada cerita tentang lingkungan, ilmu pengetahuan, keanekaragaman hayati, dan upaya konservasi.

Sebab, semakin dekat masyarakat dengan tumbuhan, semakin besar pula peluang tumbuhnya rasa ingin tahu untuk mengenal, menghargai, dan ikut menjaganya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH