COMMUNITY
Serunya Festival Dongeng untuk Anak, Bisa Latih Fondasi Otak Ini!
Aulia Putriningtias
Jumat 14 Agustus 2026 / 18:36
- Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara kembali hadir di 2026.
- Tahun ini memasuki penyelenggaraannya yang ketiga.
- Penyelenggaraan di Jawa Barat menjadi bagian dari ekspansi program Suara Nusantara ke berbagai wilayah.
Bogor: PT Navaswara Bhuwana Kencana kembali menyelenggarakan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026. Tahun ini memasuki penyelenggaraannya yang ketiga.
Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 mengusung tema "Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan" sebagai bagian dari upaya memperkuat apresiasi terhadap cerita rakyat dan tradisi lisan.
Penyelenggaraan di Jawa Barat menjadi bagian dari ekspansi program Suara Nusantara ke berbagai wilayah. Hal ini sekaligus memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam pelestarian kekayaan budaya daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan penguatan SDM berkarakter unggul sebagai salah satu misi pembangunan daerah. Menurut Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan bahwa generasi mendatang perlu memiliki empat kompetensi utama.
Hal ini adalah critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Kemampuan tersebut perlu dibangun sejak pendidikan dasar agar anak terbiasa berpikir kritis, menemukan solusi kreatif, bekerja sama, serta berkomunikasi dengan baik.
"Critical thinking harus dibiasakan sejak SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis atas apa yang terjadi di sekeliling kita," kata Herman kepada tim Medcom.id.
"Kalau persoalan dikerjakan bersama-sama, tidak ada yang sulit. Kita perlu kemampuan untuk berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar," lanjutnya.
Tahun ini, festival mencatat partisipasi 1.120 peserta yang mendaftar dan mengunggah video mendongeng untuk mengikuti proses seleksi. Panitia menetapkan 40 pendongeng terbaik dari 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk mengikuti babak semifinal yang digelar pada 22 Agustus 2026 di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor.
"(Kini) tersisa 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawa cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama," ujar Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani.
Para finalis diberikan kesempatan mengembangkan penyajian melalui kemampuan bertutur, ekspresi, penghayatan karakter, dan kreativitas di atas panggung. Proses penjurian melibatkan Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi) yang telah menjadi bagian dari dewan juri sejak penyelenggaraan pertama Festival Suara Nusantara.
Keterlibatan AyoDi secara berkelanjutan menjadi bagian dari komitmen penyelenggara untuk menjaga kualitas proses kurasi dan penilaian dalam setiap penyelenggaraan.
Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin, literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan nasional.
Kemampuan literasi tidak berhenti pada membaca dan menulis. Namun, juga turut berkaitan dengan kemampuan memahami informasi yang dibaca. emampuan bertutur juga dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan literasi.
"Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah," katanya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Trian Turangga, menyampaikan bahwa festival ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan anak-anak dan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu ruang yang penuh cerita.
"Setiap peserta membawa kisah, bahasa, dan kekayaan budaya dari daerahnya masing-masing. Semoga pertemuan tersebut membuka ruang saling mengenal dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia," imbuhnya.
(TIN)
Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026 mengusung tema "Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan" sebagai bagian dari upaya memperkuat apresiasi terhadap cerita rakyat dan tradisi lisan.
Penyelenggaraan di Jawa Barat menjadi bagian dari ekspansi program Suara Nusantara ke berbagai wilayah. Hal ini sekaligus memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam pelestarian kekayaan budaya daerah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan penguatan SDM berkarakter unggul sebagai salah satu misi pembangunan daerah. Menurut Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan bahwa generasi mendatang perlu memiliki empat kompetensi utama.
Hal ini adalah critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Kemampuan tersebut perlu dibangun sejak pendidikan dasar agar anak terbiasa berpikir kritis, menemukan solusi kreatif, bekerja sama, serta berkomunikasi dengan baik.
"Critical thinking harus dibiasakan sejak SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis atas apa yang terjadi di sekeliling kita," kata Herman kepada tim Medcom.id.
"Kalau persoalan dikerjakan bersama-sama, tidak ada yang sulit. Kita perlu kemampuan untuk berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar," lanjutnya.
Tahun ini, festival mencatat partisipasi 1.120 peserta yang mendaftar dan mengunggah video mendongeng untuk mengikuti proses seleksi. Panitia menetapkan 40 pendongeng terbaik dari 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk mengikuti babak semifinal yang digelar pada 22 Agustus 2026 di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor.
"(Kini) tersisa 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawa cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama," ujar Ketua Panitia Suara Nusantara sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani.
Para finalis diberikan kesempatan mengembangkan penyajian melalui kemampuan bertutur, ekspresi, penghayatan karakter, dan kreativitas di atas panggung. Proses penjurian melibatkan Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi) yang telah menjadi bagian dari dewan juri sejak penyelenggaraan pertama Festival Suara Nusantara.
Keterlibatan AyoDi secara berkelanjutan menjadi bagian dari komitmen penyelenggara untuk menjaga kualitas proses kurasi dan penilaian dalam setiap penyelenggaraan.
Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin, literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan nasional.
Kemampuan literasi tidak berhenti pada membaca dan menulis. Namun, juga turut berkaitan dengan kemampuan memahami informasi yang dibaca. emampuan bertutur juga dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan literasi.
"Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah," katanya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Trian Turangga, menyampaikan bahwa festival ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan anak-anak dan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu ruang yang penuh cerita.
"Setiap peserta membawa kisah, bahasa, dan kekayaan budaya dari daerahnya masing-masing. Semoga pertemuan tersebut membuka ruang saling mengenal dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia," imbuhnya.
(TIN)