COMMUNITY

Bluebird Luncurkan Kartini BISA, Dampingi Istri dan Putri Pengemudi Bangun Usaha

A. Firdaus
Sabtu 18 Juli 2026 / 17:10
Ringkasnya gini..
  • Sebuah program inkubasi bisnis yang ditujukan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird.
  • Kartini BISA merupakan pengembangan dari Kartini Bluebird.
  • Komunitas Kartini Bluebird telah menjangkau 1.416 istri.
Jakarta: Memiliki keterampilan saja belum tentu cukup untuk membangun usaha yang mampu bertahan. Banyak pelaku usaha pemula menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan, menyusun strategi pemasaran, hingga mengembangkan produk agar bisa bersaing di pasar.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Bluebird Group meluncurkan Kartini BISA (Kartini Bikin Usaha), sebuah program inkubasi bisnis yang ditujukan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird. Program ini dirancang untuk membantu peserta mengubah keterampilan yang dimiliki menjadi usaha yang lebih siap berkembang dan berkelanjutan.

Kartini BISA merupakan pengembangan dari Kartini Bluebird, program pemberdayaan perempuan yang telah berjalan sejak 2014 di bawah pilar keberlanjutan BlueLife. Jika sebelumnya peserta memperoleh pelatihan keterampilan seperti menjahit, tata boga, tata rias, hingga pengembangan soft skill, kini mereka mendapatkan kesempatan untuk melangkah lebih jauh melalui pendampingan bisnis yang lebih komprehensif.
Hingga saat ini, komunitas Kartini Bluebird telah menjangkau 1.416 istri dan putri pengemudi di berbagai kota di Indonesia.

Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk, Monita Moerdani, mengatakan selama lebih dari satu dekade pihaknya melihat banyak anggota Kartini Bluebird memiliki keterampilan dan semangat berwirausaha. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan keterampilan tersebut dapat berkembang menjadi bisnis yang mampu bertahan.

"Kartini BISA lahir sebagai langkah lanjutan dari perjalanan tersebut. Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar pelatihan, tetapi sebuah proses pendampingan yang membantu peserta memahami bagaimana membangun usaha secara menyeluruh, mulai dari mengembangkan produk, menghitung biaya, menentukan strategi pemasaran, hingga memiliki model bisnis yang lebih siap berkembang," ujar Monita.

Menurutnya, ketika perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, jejaring, dan pendampingan yang tepat, peluang untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi diri sendiri maupun keluarga akan semakin besar.
 

Belajar bisnis langsung dari mentor


Program ini diikuti oleh 30 peserta terpilih yang telah aktif mengikuti sedikitnya tiga kegiatan Kartini Bluebird, memiliki minat kuat untuk berwirausaha, serta berasal dari keluarga pengemudi dengan rekam jejak kedisiplinan yang baik.

Selama masa inkubasi, peserta akan mengikuti pembelajaran yang memadukan teori dan praktik. Mereka akan dibekali kemampuan mengembangkan produk, menghitung biaya produksi, menyusun strategi pemasaran, hingga membangun model bisnis yang berkelanjutan.



Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan sesi mentoring rutin dalam kelompok kecil bersama mentor dan praktisi bisnis. Pendampingan ini diharapkan mampu menjawab tantangan yang dihadapi masing-masing peserta sesuai dengan kondisi usahanya.

Di akhir program, setiap peserta akan mempresentasikan model bisnis yang telah dikembangkan di hadapan dewan juri. Mereka juga berkesempatan memperkenalkan produknya melalui bazar sebagai bagian dari proses validasi pasar sekaligus mengasah kemampuan berwirausaha.

Melalui Kartini BISA, Bluebird berharap semakin banyak perempuan yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga bekal untuk membangun usaha yang mandiri, berkembang, dan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH