COMMUNITY
Transformasi Berbasis Data Jadi Kunci Bersaing di Pasar Digital
Elang Riki Yanuar
Jumat 28 Agustus 2026 / 17:34
- Transformasi digital berbasis data menjadi kunci UMKM meningkatkan daya saing dan menghadapi ketatnya persaingan di pasar digital.
- UMKM didorong memahami algoritma marketplace, SEO, iklan digital, dan live shopping agar produk lebih mudah ditemukan konsumen.
- Ratusan pelaku UMKM mendapat edukasi strategi bisnis digital, mulai dari pencatatan transaksi hingga pemanfaatan data untuk mengambil keputusan.
Jakarta: Persaingan di pasar digital membuat pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan produk yang menarik. Kemampuan membaca data, memahami perilaku konsumen, serta mengelola bisnis dengan bantuan teknologi kini menjadi bagian penting agar usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam gelaran UMKM Digital Finance Tour Medan Edition yang berlangsung di Hotel ARYADUTA Medan. Kegiatan yang mempertemukan ratusan pelaku UMKM ini mengangkat tema Trik Algoritma Marketplace: Strategi UMKM Naik Kelas.
Forum tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian UMKM RI, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, serta PT Bank SeaBank Indonesia. Selain membahas literasi finansial digital, kegiatan ini memberikan wawasan praktis mengenai cara memanfaatkan teknologi untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen di marketplace.
Salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha saat ini adalah bagaimana membuat produk tetap mudah ditemukan di tengah banyaknya kompetitor. Kehadiran di marketplace saja tidak lagi cukup karena visibilitas produk juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dibaca oleh sistem algoritma.
Direktur Utama PT Bank SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan tantangan UMKM di era digital telah berkembang. Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami bagaimana produk dapat memperoleh perhatian konsumen di tengah persaingan yang semakin padat.
Transformasi digital pun tidak berhenti pada aktivitas menjual melalui marketplace. Pelaku UMKM juga perlu mulai meninggalkan pola pengelolaan usaha yang sepenuhnya konvensional dan beralih pada pendekatan berbasis data agar keputusan bisnis dapat dibuat dengan lebih terukur.
“Di sinilah peran penting perbankan digital seperti kami di SeaBank. Kami tidak hanya hadir sebagai tempat menyimpan uang, tetapi sebagai mitra pertumbuhan atau growth partner yang siap menyediakan akses keuangan yang inklusif, hingga menjadi solusi transaksi digital yang fleksibel untuk menyokong operasional bisnis,” ucap Sasmaya.
Upaya memperkuat kemampuan pengelolaan usaha juga dilakukan melalui platform UMKM Pintar yang dikembangkan SeaBank bersama Women’s World Banking dan Platform Usaha Sosial (PLUS). Platform tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami kondisi bisnis sekaligus mengelola keuangan secara lebih terarah.
“Kami ingin membantu pelaku usaha untuk mengelola keuangan, hingga memahami kinerja usaha dengan lebih terarah. Harapannya agar para pelaku UMKM dapat memahami fundamental bisnis, dan mengambil keputusan strategis dengan lebih tepat,” sambungnya.
Pendekatan berbasis data menjadi semakin relevan ketika UMKM mulai berkembang dan memiliki transaksi yang lebih banyak. Pencatatan yang rapi dapat membantu pemilik usaha melihat pola penjualan, mengukur kinerja, serta menentukan langkah berikutnya berdasarkan kondisi bisnis, bukan sekadar perkiraan.
Pentingnya peningkatan kapasitas tersebut turut disampaikan Kepala Divisi Layanan Management Strategis dan Koordinasi Regional Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara Safriandi. Ia menilai akses terhadap berbagai fasilitas perlu diikuti kemampuan pelaku usaha dalam menggunakannya secara optimal.
“Perluasan akses keuangan perlu diiringi oleh peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha agar akses yang diberikan dapat dioptimalkan untuk pertumbuhan usaha ke depannya,” ujar Safriandi.
Sementara itu, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Edy Kristianto melihat digitalisasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan UMKM. Penguasaan teknologi dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas pasar sekaligus meningkatkan kompetensi dalam menjalankan bisnis.
“Digitalisasi UMKM adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, penting bagi UMKM untuk terus mengkapasitasi diri dengan ilmu pengetahuan dan pembinaan guna semakin meluaskan ekspansi usaha dan melengkapi kompetensi lainnya," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan operasional bisnis digital. Materinya mencakup pengelolaan keuangan, keamanan transaksi digital, pencegahan penipuan, akses pembiayaan, manajemen risiko, hingga penggunaan sistem Point of Sale atau POS.
Sesi mengenai strategi marketplace menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian. Peserta diajak memahami cara kerja algoritma e-commerce, mulai dari optimasi toko melalui SEO marketplace, membangun reputasi, menggunakan iklan digital, hingga memanfaatkan fitur live shopping secara lebih efektif.
Selain sesi pemaparan, peserta dapat mencoba berbagai solusi digital secara langsung melalui Exploration Booth dan Networking Booth. Area tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkonsultasi, melakukan simulasi fitur, sekaligus bertukar pengalaman dengan pelaku usaha lainnya.
(ELG)
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam gelaran UMKM Digital Finance Tour Medan Edition yang berlangsung di Hotel ARYADUTA Medan. Kegiatan yang mempertemukan ratusan pelaku UMKM ini mengangkat tema Trik Algoritma Marketplace: Strategi UMKM Naik Kelas.
Forum tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian UMKM RI, Kementerian Komunikasi dan Digital RI, serta PT Bank SeaBank Indonesia. Selain membahas literasi finansial digital, kegiatan ini memberikan wawasan praktis mengenai cara memanfaatkan teknologi untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen di marketplace.
Salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha saat ini adalah bagaimana membuat produk tetap mudah ditemukan di tengah banyaknya kompetitor. Kehadiran di marketplace saja tidak lagi cukup karena visibilitas produk juga dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dibaca oleh sistem algoritma.
Direktur Utama PT Bank SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley mengatakan tantangan UMKM di era digital telah berkembang. Menurutnya, pelaku usaha perlu memahami bagaimana produk dapat memperoleh perhatian konsumen di tengah persaingan yang semakin padat.
Transformasi digital pun tidak berhenti pada aktivitas menjual melalui marketplace. Pelaku UMKM juga perlu mulai meninggalkan pola pengelolaan usaha yang sepenuhnya konvensional dan beralih pada pendekatan berbasis data agar keputusan bisnis dapat dibuat dengan lebih terukur.
“Di sinilah peran penting perbankan digital seperti kami di SeaBank. Kami tidak hanya hadir sebagai tempat menyimpan uang, tetapi sebagai mitra pertumbuhan atau growth partner yang siap menyediakan akses keuangan yang inklusif, hingga menjadi solusi transaksi digital yang fleksibel untuk menyokong operasional bisnis,” ucap Sasmaya.
Upaya memperkuat kemampuan pengelolaan usaha juga dilakukan melalui platform UMKM Pintar yang dikembangkan SeaBank bersama Women’s World Banking dan Platform Usaha Sosial (PLUS). Platform tersebut dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami kondisi bisnis sekaligus mengelola keuangan secara lebih terarah.
“Kami ingin membantu pelaku usaha untuk mengelola keuangan, hingga memahami kinerja usaha dengan lebih terarah. Harapannya agar para pelaku UMKM dapat memahami fundamental bisnis, dan mengambil keputusan strategis dengan lebih tepat,” sambungnya.
Pendekatan berbasis data menjadi semakin relevan ketika UMKM mulai berkembang dan memiliki transaksi yang lebih banyak. Pencatatan yang rapi dapat membantu pemilik usaha melihat pola penjualan, mengukur kinerja, serta menentukan langkah berikutnya berdasarkan kondisi bisnis, bukan sekadar perkiraan.
Pentingnya peningkatan kapasitas tersebut turut disampaikan Kepala Divisi Layanan Management Strategis dan Koordinasi Regional Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara Safriandi. Ia menilai akses terhadap berbagai fasilitas perlu diikuti kemampuan pelaku usaha dalam menggunakannya secara optimal.
“Perluasan akses keuangan perlu diiringi oleh peningkatan kapasitas masyarakat dan pelaku usaha agar akses yang diberikan dapat dioptimalkan untuk pertumbuhan usaha ke depannya,” ujar Safriandi.
Sementara itu, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Edy Kristianto melihat digitalisasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan UMKM. Penguasaan teknologi dinilai dapat membantu pelaku usaha memperluas pasar sekaligus meningkatkan kompetensi dalam menjalankan bisnis.
“Digitalisasi UMKM adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, penting bagi UMKM untuk terus mengkapasitasi diri dengan ilmu pengetahuan dan pembinaan guna semakin meluaskan ekspansi usaha dan melengkapi kompetensi lainnya," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan operasional bisnis digital. Materinya mencakup pengelolaan keuangan, keamanan transaksi digital, pencegahan penipuan, akses pembiayaan, manajemen risiko, hingga penggunaan sistem Point of Sale atau POS.
Sesi mengenai strategi marketplace menjadi salah satu materi yang mendapat perhatian. Peserta diajak memahami cara kerja algoritma e-commerce, mulai dari optimasi toko melalui SEO marketplace, membangun reputasi, menggunakan iklan digital, hingga memanfaatkan fitur live shopping secara lebih efektif.
Selain sesi pemaparan, peserta dapat mencoba berbagai solusi digital secara langsung melalui Exploration Booth dan Networking Booth. Area tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkonsultasi, melakukan simulasi fitur, sekaligus bertukar pengalaman dengan pelaku usaha lainnya.
(ELG)