Foto: Amman Mineral
Foto: Amman Mineral

Dari Algoritma ke Pit Batu Hijau, Bangun Pertambangan Cerdas dan Bertanggung Jawab

Mohamad Mamduh • 17 Agustus 2026 10:09
Ringkasnya gini..
  • Keberhasilan inovasi di lapangan hulu dan hilir pertambangan Amman dibentengi oleh arsitektur teknologi informasi skala enterprise.
  • Operasi pertambangan bertaraf internasional tidak lengkap tanpa pengelolaan lingkungan yang ramah dan terukur.
  • Inisiatif ini membuktikan bahwa masa depan pertambangan modern tidak lagi cuma soal seberapa banyak mineral yang diekstraksi.
Jakarta: Menyaksikan langsung paparan transformasi digital korporasi dalam ajang SAP NOW AI Tour Southeast Asia di Singapura memberikan perspektif tegas: industri pertambangan abad ke-21 tidak lagi semata-mata diukur dari seberapa dalam tanah dikeruk atau seberapa besar tonase batuan yang diangkut.
 
Pertambangan modern kini ditentukan oleh presisi algoritma, kecerdasan buatan, kecepatan mengambil keputusan, serta komitmen menjaga keanekaragaman hayati. PT Amman Mineral Nusa Tenggara, kini berada di tahap transformasi tersebut. Perusahaan tidak cuma menambang mineral vital bagi transisi energi global. Mereka sedang merancang pertambangan masa depan yang cerdas, efisien, dan bertanggung jawab.
 
Dari Algoritma ke Pit Batu Hijau, Bangun Pertambangan Cerdas dan Bertanggung Jawab

Fase 8, Algoritma AI, dan Megaproyek Elang

Memasuki tahun 2026, operasional hulu Amman berada pada fase transisi yang dinamis. Dimulainya produksi awal dari Batu Hijau Fase 8 menuntut penanganan batuan penutup dan transportasi material yang jauh lebih intensif. Karakteristik bijih luar yang berkadar rendah hingga menengah mewajibkan operasional tambang berjalan tanpa cela.

Untuk memandu pergerakan ratusan armada truk tambang raksasa di pit Batu Hijau, Amman menerapkan Fleet Management System (FMS) yang terintegrasi dengan sensor Internet of Things (IoT) dan algoritma AI. Data telemetri dari setiap komponen alat berat dikirim secara real-time ke pusat kendali.
 
Algoritma prediktif menganalisis suhu, getaran, dan tingkat keausan suku cadang guna menginstruksikan pemeliharaan sebelum terjadi kerusakan mekanis. Selain memangkas biaya modal dan memperpanjang usia pakai armada, langkah ini juga menekan konsumsi bahan bakar fosil secara terukur.
 
Aspek digitalisasi hulu Amman tetap menempatkan manusia sebagai pusat keselamatan. Di dalam kabin operator alat berat, kamera pintar berbasis AI memantau indikator micro sleep dan kelelahan. Jika mata operator terpejam melampaui toleransi detik tertentu atau menunjukkan gestur kelelahan ekstrem, sistem secara otomatis membunyikan alarm keras di kabin sekaligus mengirimkan sinyal bahaya ke ruang dispatch.
 
Vice President Corporate Communications Amman, Kartika Octaviana, menegaskan bahwa kecanggihan teknologi ditujukan untuk memperkuat keselamatan dan efisiensi kerja pekerja di lapangan. "AI tidak ditempatkan sebagai teknologi yang mengikuti tren tetapi diarahkan membantu manusia bekerja lebih cepat, cerdas, dan aman di seluruh rantai operasi," ungkap Kartika Octaviana dikutip dari Publikasi Resmi Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI).
 
Pengalaman operasional cerdas di Batu Hijau Fase 8 menjadi batu pijakan penting menuju pengembangan megaproyek Blok Elang di Sumbawa. Dengan potensi cadangan bijih mencapai 2.526 juta ton, hampir empat kali lipat dari sisa cadangan Batu Hijau yang sebesar 696 juta ton, Proyek Elang diproyeksikan mulai berproduksi pada 2031 hingga 2046.
 
Melalui pendekatan Brownfield Development, Proyek Elang akan memanfaatkan infrastruktur eksisting Batu Hijau seperti sirkuit penggilingan, pelabuhan, dan jaringan logistik. Strategi ini secara drastis menekan pembukaan lahan baru dan menghemat alokasi biaya investasi.
 
Dari Algoritma ke Pit Batu Hijau, Bangun Pertambangan Cerdas dan Bertanggung Jawab
 

Dari Laser 3D hingga Puncak ASEAN Mineral Awards

Setelah batuan bijih diekstraksi dari pit hulu, tantangan berikutnya berpindah ke pabrik pengolahan. Setiap hari, lebih dari 100.000 ton batuan bijih mengalir konstan di atas conveyor menuju mesin penggiling raksasa Semi-Autogenous Grinding (SAG) Mill.
 
Di tengah aliran puluhan ribu ton bijih berkecepatan tinggi tersebut, keberadaan material penyusup seperti batuan berukuran ekstrem atau potong besi bekas tambang, dapat berdampak fatal. Jika material asing ini lolos ke dalam SAG Mill, kerusakan komponen utama dapat menghentikan seluruh sirkuit produksi pabrik.
 
Menghadapi keterbatasan kamera 2D konvensional yang sering terkendala perubahan pencahayaan, Tim Metalurgi Amman menciptakan inovasi berbasis teknologi 3D Particle Size Measurement (3DPM) memanfaatkan metode laser triangulation.
 
Pemindai laser 3D yang dipasang di atas conveyor belt memindai bentuk, ukuran, dan volume setiap objek secara presisi. Ketika objek berpotensi bahaya terdeteksi, sistem memberikan peringatan dini sehingga operator ruang kontrol dapat menghentikan atau mengekstraksi material tersebut sebelum memasuki mesin penggiling.
 
"Implementasi teknologi 3DPM menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Aliran material menjadi jauh lebih konsisten, yang pada akhirnya menjaga produktivitas tambang tetap berada di kurva optimal," ujar Victor dikutip dari Laporan Keberhasilan Inovasi Operasional Amman, 2026.
 
Tak berhenti pada penggilingan, efisiensi dilanjutkan ke sirkuit flotasi. Pemodelan proses canggih berbasis AI memantau tangki secara real-time untuk mengontrol campuran agen kimia, keasaman (pH), dan laju suplai udara. Hasilnya, tingkat perolehan tembaga dan emas meningkat signifikan. Terobosan pemrosesan berbasis AI ini mengantarkan Amman meraih Juara 1 kategori Best Practices in Processing pada ajang internasional 4th ASEAN Mineral Awards (AMA).
 
Dari Algoritma ke Pit Batu Hijau, Bangun Pertambangan Cerdas dan Bertanggung Jawab
 

Migrasi SAP S/4HANA Cloud dan AI Backbone

Keberhasilan inovasi di lapangan hulu dan hilir pertambangan Amman dibentengi oleh arsitektur teknologi informasi skala enterprise. Mereka telah melakukan migrasi dari sistem on-premises ke SAP S/4HANA Cloud sebagai AI backbone yang mengintegrasikan fungsi pengadaan, persediaan gudang, keuangan, hingga penjualan konsentrat.
 
Sebagai salah satu pemain utama industri tambang yang mencatatkan produksi hingga 158 ton tembaga pada tahun lalu, Amman Mineral menghadapi kompleksitas operasional yang terus berkembang pesat. Volume data lapangan yang kian masif menuntut efisiensi dan kecepatan analisis yang tidak mungkin lagi ditangani dengan cara-cara konvensional.
 
Dalam diskusi pada ajang SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026, Toar Taulu, Senior Manager Information Technology Operations PT Amman Mineral Nusa Tenggara, mengungkapkan bahwa perubahan visi ini didasari oleh kebutuhan untuk terus berkembang di dunia digital.
 
"Sebelumnya kami memiliki visi untuk menjadi perusahaan pertambangan terbesar di dunia. Namun tahun lalu, kami mengubah visi tersebut dari perusahaan pertambangan menjadi perusahaan teknologi di bidang sumber daya alam. Itulah alasan mengapa kami bertekad untuk berkembang pesat di dunia digital," ungkap Toar.
 
Sebagai fondasi transformasi, Amman Mineral mulai memodernisasi infrastruktur teknologi intinya. Perusahaan beralih dari sistem legacy ke ekosistem sistem terintegrasi SAP RISE yang berjalan di atas infrastruktur platform cloud AWS dalam satu tahun terakhir. Transisi ini memberi skalabilitas, keandalan, serta keamanan data yang tinggi untuk menopang seluruh rantai operasi tambang.
 
Transisi migrasi sistem kritis pertambangan skala besar ini mencatatkan rekor impresif. SAP Portfolio Lead PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Dian Pramana, memberikan apresiasi penuh atas kelancaran eksekusi migrasi tanpa mengganggu operasional tambang Batu Hijau.
 
"Transisi berjalan sangat lancar dan saya bangga mencatat bahwa tidak ada insiden tingkat P1 atau P2 yang dilaporkan selama periode cutover dan stabilisasi. Ini adalah pencapaian luar biasa dan bukti dari persiapan matang, kerja sama tim, serta komitmen terhadap eksekusi yang berkualitas," ungkap Dian Pramana dikutip dari Laporan Studi Kasus Resmi SAP Executive Summary, 2026.
 
Keberhasilan integrasi sistem digital ini membuahkan pengakuan internasional saat Amman meraih penghargaan pada kategori Autonomous Suite dan Data & AI dalam ajang SAP Customer Excellence Awards for SEA 2026.
 
Salah satu produk turunan dari fondasi digital terintegrasi ini adalah operasional Automated Teller Gold Machine, yang memungkinkannya pencatatan, verifikasi, dan transaksi hasil pemurnian emas secara otomatis serta akurat.
 
"Di Amman, digitalisasi merupakan bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Melalui sistem yang semakin terintegrasi, kami terus memperkuat tata kelola, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengoptimalkan kinerja perusahaan. Sejalan dengan visi Amman, kami terus memanfaatkan data, otomasi, dan teknologi untuk mendorong kinerja bisnis yang berkesinambungan," tutur Kartika Octaviana dikutip dari Siaran Pers Kemenangan SAP Customer Excellence Awards.
 
Kendati mengusung filosofi sebagai perusahaan berbasis teknologi, Amman Mineral menegaskan bahwa kebutuhan bisnis riil tetap memegang kendali utama. Tagline yang mereka usung adalah Empower Business with Digital Transformation, sebuah prinsip bahwa digitalisasi harus memberikan dampak langsung pada efisiensi dan produktivitas di lapangan.
 
Dalam kaitannya dengan adopsi Kecerdasan Buatan (AI), Amman Mineral saat ini sedang menjalankan program transformasi digital tahap kedua. Di tengah maraknya antusiasme industri terhadap AI, mereka memilih pendekatan pragmatis dan terukur ketimbang tergesa-gesa menjalankan ratusan proyek sekaligus.
 
Toar menekankan pentingnya mengedukasi sumber daya manusia (SDM) terlebih dahulu sebelum mengimplementasikan berbagai solusi digital. Karyawan harus memahami secara pasti apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh AI. Daripada memaksakan ratusan inisiatif sekaligus yang berisiko gagal, Amman Mineral memilih berfokus menyelesaikan masalah-masalah operasional yang paling kritis terlebih dahulu.
 
Dari Algoritma ke Pit Batu Hijau, Bangun Pertambangan Cerdas dan Bertanggung Jawab

Hilirisasi dan Transisi Energi Hijau Bertanggung Jawab

Langkah Amman dalam mendukung agenda hilirisasi nasional dikukuhkan melalui penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate atas penyelesaian fasilitas smelter tembaga dan Precious Metals Refinery di Sumbawa Barat.
 
Dengan nilai investasi mencapai USD1,5 miliar (sekitar Rp23 triliun), fasilitas pemurnian ini memiliki kapasitas input sebesar 900.000 Dry Metric Ton (DMT) konsentrat tembaga per tahun. Dari fasilitas hilir ini, Amman memproduksi 222.000 ton katoda tembaga murni (kemurnian 99,99%), 18 ton emas batangan (kemurnian 99,9%), 55 ton perak batangan, serta 830.000 ton asam sulfat per tahun sebagai produk sampingan industri pupuk dan pemrosesan nikel.
 
"Pengembangan usaha Amman, mulai dari pembangunan smelter, penambahan kapasitas pabrik konsentrator, hingga pembangunan pembangkit listrik tenaga gas merupakan langkah besar yang akan membawa dampak positif bagi Perseroan dan pemangku kepentingan, dan juga bagi masyarakat sekitar wilayah operasional," jelas Presiden Direktur Amman Alexander Ramlie, dikutip dari Keterangan Resmi Rencana Penawaran Umum Perdana Saham Amman.
 
Operasi pertambangan bertaraf internasional tidak lengkap tanpa pengelolaan lingkungan yang ramah dan terukur. Guna memangkas jejak karbon dari operasional peleburan dan ekstraksi, Amman mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 26,8 MWp di Batu Hijau, serta mengonstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berbasis LNG berkapasitas 450 megawatt untuk menggantikan penggunaan batu bara dan bahan bakar minyak berat.
 
"Sebagai pelaku industri hulu, kami terus berupaya untuk mengurangi emisi karbon dengan PLTS. Semoga upaya penurunan emisi karbon di tambang kami turut mendukung upaya Indonesia dalam bertransisi ke energi berkelanjutan yang berkelanjutan," ujar Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara, saat peresmian Operasional PLTS Batu Hijau.
 
Di sisi perairan, Amman mengelola sisa batuan halus melalui sistem penempatan tailing dasar laut dalam (Deep Sea Tailing Placement/DSTP). Sebelum disalurkan via pipa bawah laut, bubur tailing masuk ke dalam tangki de-aerator untuk menghilangkan gelembung udara. Hal ini memastikan massa jenis tailing lebih berat dibanding air laut sehingga langsung mengendap menuju dasar palung laut di bawah zona biologis aktif, tanpa risiko mengapung atau mencemari ekosistem permukaan. 
 
Sementara di daratan, reklamasi dilakukan secara berkesinambungan pada lahan bekas pembuangan batuan penutup Fase 8, mengembalikan fungsi ekologis vegetasi lokal Sumbawa secara progresif.
 
Transformasi menyeluruh yang dijalankan Amman Mineral, mulai dari penerapan algoritma AI di hulu, inovasi pemrosesan 3DPM, fondasi digital cloud-based, hingga hilirisasi dan transisi energi bersih menjadi cetak biru bagi industri nasional.
 
Inisiatif ini membuktikan bahwa masa depan pertambangan modern tidak lagi cuma soal seberapa banyak mineral yang diekstraksi. Masa depan juga melihat seberapa cerdas, presisi, dan bertanggung jawab seluruh rantai operasi dijalankan demi mendukung transisi energi global.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA