SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026. (Mamduh/Medcom)
SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026. (Mamduh/Medcom)

SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026

Potensi AI Tembus Rp1.700 Triliun, Industri Indonesia Beralih ke Agentic AI

Mohamad Mamduh • 04 Agustus 2026 21:39
Ringkasnya gini..
  • Untuk menopang kebutuhan tersebut, solusi AI korporasi seperti platform Joule hadir mengintegrasikan basis data perusahaan.
  • Integrasi AI membantu mereduksi beban kerja administratif yang memakan waktu.
  • Dari perspektif Human Capital, tantangan utama transformasi ini bukan terletak pada kesiapan teknologi. Tantangan ada pada perubahan pola pikir.
Singapura: Akselerasi adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kawasan Asia Tenggara terus menunjukkan pertumbuhan. Di Indonesia, dampak ekonomi dari integrasi AI diproyeksikan mampu menyumbang kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10 hingga 15 persen pada tahun 2030, atau setara lebih dari USD100 miliar. 
 
Dalam ajang tahunan SAP Now AI Tour Southeast Asia 2026, fenomena transformasi digital ini menjadi sorotan utama. Industri nasional dinilai tengah berpindah dari pemanfaatan Generative AI yang berfokus pada pembuatan konten teks dan gambar umum, menuju adopsi Agentic AI serta konsep Autonomous Enterprise—sistem cerdas yang mampu mengeksekusi aksi bisnis secara langsung berbasis data riil.
 

Mengubah AI dari Tren Menjadi Eksekusi Keputusan Bisnis

Managing Director SAP Indonesia Sianto Wongjoyo, mengungkapkan bahwa mayoritas korporasi di Indonesia sebenarnya telah familiar dan mengadopsi AI dalam berbagai tingkatan. Namun, tantangan terbesar saat ini terletak pada penemuan kasus penggunaan yang memberikan dampak nyata serta bernilai ekonomis bagi perusahaan.
 
"Lebih dari 90 persen pelanggan kami di Indonesia sudah pernah menyentuh teknologi AI. Namun perbedaannya kini terletak pada kemampuan AI untuk melakukan aksi dan eksekusi langsung melalui konsep Autonomous Enterprise, bukan sekadar menghasilkan respons teks," ujar Sianto.

Untuk menopang kebutuhan tersebut, solusi AI korporasi seperti platform Joule hadir mengintegrasikan basis data perusahaan, pengetahuan sektoral, serta rantai aplikasi otomatis mulai dari keuangan, logistik, hingga manajemen rantai pasok. Meski demikian, Sianto menegaskan pentingnya tata kelola atau governance, serta prinsip human-in-the-loop. Keputusan strategis tetap berada di tangan manusia untuk menjamin aspek keamanan, etika, dan kepatuhan audit.
 

Sektor Pertambangan hingga Energi Terbarukan

Kesiapan adopsi Agentic AI dibuktikan oleh sejumlah pemain industri besar tanah air. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melihat kemajuan pesat teknologi AI enterprise sebagai sarana mempercepat respons eksekutif dalam pengambilan keputusan kritikal.
 
Direktur & Chief Corporate Finance Officer BRMS, Charles Daniel Gobel, menjelaskan bahwa integrasi AI membantu mereduksi beban kerja administratif yang memakan waktu. Karyawan kini dapat menyelesaikan pekerjaan analitis jauh lebih cepat, sementara manajemen memperoleh informasi terkini secara presisi tanpa hambatan birokrasi data.
 
Di sektor ketenagalistrikan, PT Geo Dipa Energi (Persero) memanfaatkan integrasi AI pada sistem SAP S/4HANA untuk mengelola aset pembangkit listrik panas bumi (geothermal) selama 24 jam penuh. Dengan tingkat ketersediaan pembangkit (availability factor) mencapai 99 persen, Geo Dipa mengandalkan fitur predictive maintenance berbasis AI untuk membaca pola data historis peralatan.
 
"AI membantu mengkalibrasi pengalaman para engineer di lapangan. Sistem membaca pola data jangka panjang yang sulit diingat manusia, lalu memberikan rekomendasi perawatan prediktif sebelum terjadi kerusakan teknis," jelas Human Capital Manager PT Geo Dipa Energi (Persero), Idham Purnama.
 

Peningkatan Kapasitas SDM Kunci Transformasi Masa Depan

Adopsi AI tidak lantas mengeliminasi peran manusia. Ia menaikkan standar kapasitas Sumber Daya Manusia. Dari perspektif Human Capital, tantangan utama transformasi ini bukan terletak pada kesiapan teknologi. Tantangan ada pada perubahan pola pikir.
 
Geo Dipa Energi, misalnya, menerapkan program pemuatan konteks agar karyawan dapat mengajukan pertanyaan analitis berkualitas tinggi kepada sistem AI. Pekerjaan yang bersifat repetitif diserahkan kepada otomasi sistem, sehingga tenaga kerja dapat berfokus pada pemikiran analitis, pemecahan masalah, dan mitigasi risiko bisnis.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA