Perusahaan produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia ini bertransformasi dari yang sebelumnya berambisi menjadi perusahaan tambang menjadi perusahaan teknologi di bidang sumber daya alam. Pergeseran visi ini ditegaskan oleh Toar Taulu, Senior Manager Information Technology Operations PT Amman Mineral Nusa Tenggara, dalam diskusi panel bersama Amazon Web Services (AWS) dan SAP.
Mengapa Mengubah Visi Perusahaan?
Sebagai salah satu pemain utama industri tambang yang mencatatkan produksi hingga 158 ton tembaga pada tahun lalu, Amman Mineral menghadapi kompleksitas operasional yang terus berkembang pesat. Volume data lapangan yang kian masif menuntut efisiensi dan kecepatan analisis yang tidak mungkin lagi ditangani dengan cara-cara konvensional.Dalam diskusi tersebut, Toar mengungkapkan bahwa perubahan visi ini didasari oleh kebutuhan untuk terus berkembang di dunia digital.
"Sebelumnya kami memiliki visi untuk menjadi perusahaan pertambangan terbesar di dunia. Namun tahun lalu, kami mengubah visi tersebut dari perusahaan pertambangan menjadi perusahaan teknologi di bidang sumber daya alam. Itulah alasan mengapa kami bertekad untuk berkembang pesat di dunia digital," ungkap Toar.
Sebagai fondasi awal transformasi, Amman Mineral mulai memodernisasi infrastruktur teknologi intinya. Perusahaan beralih dari sistem legacy ke ekosistem sistem terintegrasi SAP RISE yang berjalan di atas infrastruktur platform cloud AWS dalam satu tahun terakhir. Transisi ini memberi skalabilitas, keandalan, serta keamanan data yang tinggi untuk menopang seluruh rantai operasi tambang.
Empower Business with Digital Transformation
Kendati mengusung filosofi sebagai perusahaan berbasis teknologi, Amman Mineral menegaskan bahwa kebutuhan bisnis riil tetap memegang kendali utama. Tagline yang mereka usung adalah "Empower Business with Digital Transformation"—sebuah prinsip bahwa digitalisasi harus memberikan dampak langsung pada efisiensi dan produktivitas di lapangan.Dalam kaitannya dengan adopsi Kecerdasan Buatan (AI), Amman Mineral saat ini sedang menjalankan program transformasi digital tahap kedua. Di tengah maraknya antusiasme industri terhadap AI, Amman Mineral memilih pendekatan pragmatis dan terukur ketimbang tergesa-gesa menjalankan ratusan proyek sekaligus.
Toar menekankan pentingnya mengedukasi sumber daya manusia (SDM) terlebih dahulu sebelum mengimplementasikan berbagai solusi digital. Karyawan harus memahami secara pasti apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh AI. Daripada memaksakan ratusan inisiatif sekaligus yang berisiko gagal, Amman Mineral memilih berfokus menyelesaikan masalah-masalah operasional yang paling kritis terlebih dahulu.
AI Penasihat, Manusia Pengambil Keputusan
Salah satu poin penting yang digarisbawahi oleh Amman Mineral adalah peran AI di dalam organisasi. Di Amman Mineral, AI dimanfaatkan terutama untuk peran penasihat guna mengolah dan menganalisis data kompleks dalam jumlah besar. Rekomendasi yang dihasilkan AI membantu para manajer dan teknisi di lapangan, tetapi keputusan final serta tanggung jawab operasional tetap berada sepenuhnya di tangan manusia.Sikap berani Amman Mineral dalam melakukan transformasi mendapat apresiasi dari para pemimpin industri global. Pimpinan dari SAP dan AWS menggarisbawahi bahwa keberanian Amman Mineral untuk langsung melompat mengadopsi teknologi berbasis cloud dan agentic AI merupakan contoh nyata bagaimana perusahaan asal kawasan Asia Tenggara mampu memimpin inovasi global di sektor industri berat.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda