COMMUNITY
Cara Cellos Hadapi Kucing Picky Eater agar Tetap Lahap Makan
Elang Riki Yanuar
Jumat 15 Mei 2026 / 18:29
- Cellos bagikan pengalaman merawat kucing picky eater dan pentingnya memilih makanan dengan aroma menarik.
- Aroma dan tekstur makanan disebut jadi faktor utama yang memengaruhi nafsu makan anabul picky eater.
- Cellos menilai menjaga pola makan kucing penting untuk kesehatan dan kualitas hidup anabul sehari-hari.
Jakarta: Content creator sekaligus streamer terkenal Cellos membagikan pengalamannya merawat beberapa kucing peliharaan yang memiliki karakter makan berbeda-beda. Menurutnya, menjaga pola makan anabul bukan perkara mudah, apalagi jika kucing mulai menunjukkan perilaku picky eater atau pilih-pilih makanan.
Fenomena kucing susah makan memang cukup sering dialami para pemilik hewan peliharaan. Banyak anabul yang hanya mau makanan tertentu, menolak aroma tertentu, atau bahkan kehilangan selera makan dalam waktu tertentu. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut bisa memengaruhi asupan nutrisi harian dan berdampak pada kesehatan mereka.
Cellos mengaku cukup memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi kucing-kucingnya. Ia percaya pemilihan makanan yang tepat dapat membantu menjaga kondisi tubuh sekaligus membuat kucing lebih lahap makan setiap hari.
“Semua kucing berhak makan mewah, kucing-kucing pasti makannya Biocat. Panjang umur semua, Kucing gw si Mojo masuk 4 tahun, Timi 1 tahun, dan Jacky udah 8 tahun sekarang,” ujar Cellos dalam salah satu podcast miliknya.
Menurut Cellos, salah satu hal yang membuat kucing mudah tertarik pada makanan adalah aroma dan teksturnya. Ia menilai makanan dengan potongan daging dan kuah gravy biasanya lebih menggugah selera makan anabul dibanding makanan dengan tekstur terlalu kering.
Perilaku picky eater pada kucing sendiri ternyata dipengaruhi banyak faktor. Selain karena insting alami, kucing memiliki kemampuan penciuman yang sangat sensitif. Mereka bisa membedakan kualitas aroma makanan dan cenderung menyukai bau protein hewani yang kuat seperti ikan atau daging segar.
Karena alasan itu, banyak pemilik kucing mulai memilih makanan premium dengan kandungan nutrisi seimbang dan aroma yang lebih menarik. Salah satu produk yang cukup dikenal di kalangan pecinta anabul adalah Bio Cat dari Bio Pet Food.
Selain aroma, tekstur makanan juga menjadi faktor penting. Beberapa kucing lebih menyukai makanan dengan potongan daging lembut dan kuah melimpah karena terasa lebih mudah dikunyah dan menyerupai makanan alami mereka.
Varian chunk in gravy menjadi salah satu jenis makanan yang cukup diminati pemilik anabul picky eater. Produk dengan tekstur seperti ini biasanya mampu membantu meningkatkan selera makan kucing, terutama bagi anabul yang mulai bosan dengan makanan kering.

Tidak hanya soal preferensi rasa, kondisi kesehatan juga bisa menjadi penyebab kucing kehilangan nafsu makan. Masalah gigi, gangguan pencernaan, hingga kondisi ginjal dapat membuat anabul menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu.
Karena itu, pemilik disarankan untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku makan kucing. Jika penurunan nafsu makan berlangsung lama, pemeriksaan ke dokter hewan tetap menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab utamanya.
Di tengah meningkatnya tren memelihara hewan peliharaan, perhatian terhadap kualitas makanan kucing juga ikut berkembang. Banyak pemilik kini mulai mencari produk dengan kandungan nutrisi lengkap tanpa tambahan pewarna atau pengawet buatan demi menjaga kesehatan anabul dalam jangka panjang.
Selain makanan utama, camilan creamy juga mulai populer sebagai cara membangun bonding antara pemilik dan hewan peliharaan. Tekstur lembut dan rasa yang lebih ringan membuat jenis makanan ini sering digunakan sebagai snack maupun topping tambahan agar kucing lebih tertarik makan.
Bagi Cellos, merawat kucing bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga memastikan hewan peliharaan mendapatkan perhatian dan kualitas hidup yang baik. Ia melihat kebiasaan makan anabul sebagai salah satu indikator penting untuk menjaga kesehatan mereka tetap optimal setiap hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Fenomena kucing susah makan memang cukup sering dialami para pemilik hewan peliharaan. Banyak anabul yang hanya mau makanan tertentu, menolak aroma tertentu, atau bahkan kehilangan selera makan dalam waktu tertentu. Jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut bisa memengaruhi asupan nutrisi harian dan berdampak pada kesehatan mereka.
Cellos mengaku cukup memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi kucing-kucingnya. Ia percaya pemilihan makanan yang tepat dapat membantu menjaga kondisi tubuh sekaligus membuat kucing lebih lahap makan setiap hari.
“Semua kucing berhak makan mewah, kucing-kucing pasti makannya Biocat. Panjang umur semua, Kucing gw si Mojo masuk 4 tahun, Timi 1 tahun, dan Jacky udah 8 tahun sekarang,” ujar Cellos dalam salah satu podcast miliknya.
Menurut Cellos, salah satu hal yang membuat kucing mudah tertarik pada makanan adalah aroma dan teksturnya. Ia menilai makanan dengan potongan daging dan kuah gravy biasanya lebih menggugah selera makan anabul dibanding makanan dengan tekstur terlalu kering.
Perilaku picky eater pada kucing sendiri ternyata dipengaruhi banyak faktor. Selain karena insting alami, kucing memiliki kemampuan penciuman yang sangat sensitif. Mereka bisa membedakan kualitas aroma makanan dan cenderung menyukai bau protein hewani yang kuat seperti ikan atau daging segar.
Karena alasan itu, banyak pemilik kucing mulai memilih makanan premium dengan kandungan nutrisi seimbang dan aroma yang lebih menarik. Salah satu produk yang cukup dikenal di kalangan pecinta anabul adalah Bio Cat dari Bio Pet Food.
Selain aroma, tekstur makanan juga menjadi faktor penting. Beberapa kucing lebih menyukai makanan dengan potongan daging lembut dan kuah melimpah karena terasa lebih mudah dikunyah dan menyerupai makanan alami mereka.
Varian chunk in gravy menjadi salah satu jenis makanan yang cukup diminati pemilik anabul picky eater. Produk dengan tekstur seperti ini biasanya mampu membantu meningkatkan selera makan kucing, terutama bagi anabul yang mulai bosan dengan makanan kering.

Tidak hanya soal preferensi rasa, kondisi kesehatan juga bisa menjadi penyebab kucing kehilangan nafsu makan. Masalah gigi, gangguan pencernaan, hingga kondisi ginjal dapat membuat anabul menjadi lebih sensitif terhadap makanan tertentu.
Karena itu, pemilik disarankan untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku makan kucing. Jika penurunan nafsu makan berlangsung lama, pemeriksaan ke dokter hewan tetap menjadi langkah penting untuk mengetahui penyebab utamanya.
Di tengah meningkatnya tren memelihara hewan peliharaan, perhatian terhadap kualitas makanan kucing juga ikut berkembang. Banyak pemilik kini mulai mencari produk dengan kandungan nutrisi lengkap tanpa tambahan pewarna atau pengawet buatan demi menjaga kesehatan anabul dalam jangka panjang.
Selain makanan utama, camilan creamy juga mulai populer sebagai cara membangun bonding antara pemilik dan hewan peliharaan. Tekstur lembut dan rasa yang lebih ringan membuat jenis makanan ini sering digunakan sebagai snack maupun topping tambahan agar kucing lebih tertarik makan.
Bagi Cellos, merawat kucing bukan hanya soal memberi makan, tetapi juga memastikan hewan peliharaan mendapatkan perhatian dan kualitas hidup yang baik. Ia melihat kebiasaan makan anabul sebagai salah satu indikator penting untuk menjaga kesehatan mereka tetap optimal setiap hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)