COMMUNITY

Kurangi Food Waste, Mulai dari Kebiasaan Sederhana

A. Firdaus
Sabtu 07 November 2026 / 12:10
Ringkasnya gini..
  • SHINPO berkolaborasi dengan FoodCycle Indonesia mengolah surplus pangan menjadi ratusan porsi makanan.
  • Sekitar 53.495 ton atau 30,5 persen masih berpotensi diselamatkan.
  • FoodCycle Indonesia berupaya memperpanjang manfaat pangan yang masih layak konsumsi.
Jakarta: Makanan yang tersisa atau tidak terserap pasar belum tentu harus berakhir di tempat sampah. Selama masih layak dikonsumsi, bahan pangan tersebut bisa diolah kembali menjadi makanan yang bermanfaat bagi orang lain.

Upaya menyelamatkan pangan inilah yang dilakukan FoodCycle Indonesia melalui program Cooking for Impact - Masak Bersama Berdampak. Bersama sejumlah relawan, bahan pangan berlebih diolah menjadi makanan siap santap untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang berlangsung di FoodCycle Hub Matraman, Jakarta Timur, ini juga melibatkan belasan karyawan PT Sahabat Intim Plasindo. Perusahaan asal Indonesia yang menaungi brand SHINPO tersebut turut ambil bagian dalam berbagai tahapan, mulai dari memilah bahan pangan, menyiapkan masakan, mengemas, hingga mendistribusikannya.
Gerakan ini menjadi salah satu pengingat bahwa persoalan sampah makanan masih membutuhkan perhatian bersama. Terlebih, tidak sedikit bahan pangan yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan sebelum akhirnya terbuang.

Kajian Badan Pangan Nasional pada 2025 mencatat sekitar 175.415 ton sisa pangan dan sampah makanan dari sektor hotel, ritel, usaha makanan dan minuman, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lima kota administrasi DKI Jakarta.

Dari jumlah tersebut, sekitar 53.495 ton atau 30,5 persen masih berpotensi diselamatkan. Sementara itu, sekitar 5.303 ton berpotensi didonasikan atau dipulihkan.

Melalui program Masak Bersama Berdampak, FoodCycle Indonesia berupaya memperpanjang manfaat pangan yang masih layak konsumsi. Sepanjang 2026, program ini telah menghasilkan sedikitnya 7.000 porsi makanan dengan dukungan 2.280 relawan.

Dalam kegiatan bersama SHINPO, para relawan berhasil mengolah bahan pangan menjadi ratusan porsi makanan. Hidangan tersebut kemudian disalurkan kepada Yayasan Al Islah yang menaungi ratusan lansia dan anak yatim di Jakarta Timur.

Marketing Manager SHINPO, Livia Halim, mengatakan kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan sederhana. Tidak hanya berkaitan dengan pengurangan sampah plastik, tetapi juga bagaimana masyarakat lebih bijak dalam memanfaatkan makanan.

"Melalui kolaborasi ini, tim SHINPO tidak hanya memberikan dukungan, tetapi ikut turun langsung sebagai relawan. Kami ingin menunjukkan bahwa selain mengurangi sampah plastik sekali pakai, kepedulian lingkungan juga dapat dimulai dari hal sederhana lainnya, termasuk menghargai pangan, mengurangi yang terbuang, dan membagikan manfaatnya kepada mereka yang membutuhkan," ujar Livia.

Selain terlibat dalam kegiatan memasak, dukungan juga diberikan melalui penyediaan sejumlah perlengkapan untuk membantu operasional FoodCycle. Wadah penyimpanan makanan dan container box dimanfaatkan untuk mendukung proses penyortiran, pengolahan, hingga distribusi pangan.

CEO dan Co-Founder FoodCycle Indonesia, Astrid Paramita, menyambut baik keterlibatan para relawan. Menurut dia, partisipasi berbagai pihak, termasuk perusahaan dan karyawannya, dapat membantu memperluas kesadaran mengenai pentingnya penyelamatan pangan.

Dari kegiatan tersebut, ada pesan sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mengurangi sampah makanan tidak selalu harus dimulai dari gerakan besar. Membeli bahan pangan sesuai kebutuhan, menyimpan makanan dengan tepat, dan menghabiskan makanan yang sudah disiapkan juga merupakan langkah yang berarti.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH