COMMUNITY
Beam Mobility Sukses di Residensi Area dan Kampus, Kenapa di Jakarta Belum?
A. Firdaus
Kamis 26 Oktober 2023 / 14:16
Jakarta: Setahun berjalan Beam Mobility hadir di Indonesia. Mempunyai misi untuk mengajak masyarakat Indonesia menerapkan sustainable lifestyle, atau gaya hidup berkelanjutan dengan menghadirkan armada ramah lingkungan.
Armada ramah lingkungan berupa sepeda listrik berwarna ungu itu pertama kali tampak di sekitaran pedestrian Kebun Raya Bogor. Di pusat Kota Hujan itu, warga yang ingin menjajal sepeda listrik tersebut, begitu antusias.
Sebuah tren baru, menggunakan sepeda listrik mengitari Kebun Raya dengan memakai aplikasi. Tak ayal, Beam Mobility pun kini menjadi pemain satu-satunya sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan yang membantu mengurangi polusi udara.
Setahun berjalan, Beam Mobility pun muncul di beberapa kampus besar di Indonesia. Sebut saja yang terdekat dari Jakarta, yaitu di Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat.
Di kawasan kampus yang areanya luas itu, kini sudah menjadi bagian gaya hidup baru, baik untuk para mahasiswa maupun civitas kampus. Pada akhir Mei lalu, Beam Mobility Indonesia hadirkan 450 unit untuk UI.
Tak hanya kawasan kampus, Beam juga sudah 'meracuni' beberapa perumahan di Indonesia. Sebagai contoh yang mendapat sambutan hangat adalah di Bintaro, Tangerang Selatan.
Menurut Bagus Sukmana selaku Senior Communications Associate Beam Mobility Indonesia, target Beam salah satunya adalah residensi area yang menurutnya terbilang sukses. Kata dia, di Bintaro sudah terbentuk ekosistem untuk menghadirkan Beam di sana.

"Di Bintaro itu sudah ada kampus, mall, cluster-cluster, dan juga yang paling menarik adalah stasiun. Dalam tiga bulan terakhir, kami melihat kalau yang menggunakan Beam itu adalah leisure market," ujar Bagus dalam Media Beam Xperience beberapa waktu lalu.
Seperti halnya, masyarakat yang enggan menggunakan kendaraan pribadi, mereka lebih memilih memakai transportasi publik seperti KRL. Untuk menuju ke stasiun, dibutuhkan transportasi penghubung, dan menurut Bagus, banyak warga Bintaro yang menggunakan Beam.
"Di Bintaro sudah ada pergerakan rutin dari cluster ke stasiun atau stasiun ke cluster, cluster ke kampus dan kampus ke cluster. Itu tujuan utamanya sebenarnya untuk orang melakukan gaya hidup baru ini, tanpa khawati dan harga yang sangat kompetitif," kata Bagus.
Untuk tarif unlocking-nya dimulai Rp1750. Kemudian tarif per menitnya Rp700. "Sebagai contoh kita mau menggunakan 10 menit, 10 menit itu sekitar 2 km. Untuk tarif unlocking nya 1750 menit dan per menitnya 700 rupiah, kalau dalam 10 menit, enggak nyampe Rp10 ribu," imbuh Bagus.
Satu hal yang menjadi tanda tanya dari Medcom adalah kehadiran Beam di Jakarta. Bagus pun menjelaskan alasannya, kalau selama ini Beam belum bisa hadir di sekitaran Jakarta.
"Di Jakarta, kami masih terkendala dengan Pergub terakhir, di mana bobot maksimal sepeda listrik adalah 35 kg. Karena kami costumize, Beam di atas 35 kg (kapasitas 45 kg)," ujar Bagus.

Sementara itu Country Manager Beam Mobility Indonesia, Devraj Sathivelu mengatakan, kemudahan mobilitas khususnya bagi masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas menjadi penting.
"Secara khusus kami melihat perubahan signifikan dari masyarakat khususnya di kawasan residensial, seperti di Bintaro sejak diluncurkan banyak warga yang melakukan perjalanan singkat dengan armada Beam menuju stasiun kereta, maupun lokasi lainnya," ujar Devraj.
"Sama seperti di kawasan edukasi, seperti Universitas Indonesia, civitas academica UI sekarang memiliki transportasi alternatif yang ramah lingkungan ketika berada di kampus," tambah Devraj.
Seluruh transportasi Beam Mobility juga sudah dilengkapi dengan teknologi IoT canggih yang disebut Geofence. Teknologi ini memungkinkan Beam Mobility untuk memonitor kondisi kendaraan secara real-time, memberi batasan untuk wilayah ataupun area yang bisa dilewati oleh setiap pengendara e-bike Beam.

Selain itu, secara otomatis juga dapat mendeteksi jika terdapat permasalahan pada kendaraan Beam. Teknologi Geofence juga digunakan untuk mendeteksi ketika armada membutuhkan pergantian baterai.
Seluruh armada Beam Mobility memiliki kecepatan yang dibatasi maksimal 25km/jam. Beam Mobility memastikan armadanya dapat diakses oleh penggunanya, setiap armada dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan petunjuk keselamatan dalam berkendara.
Selain itu sebagai upaya untuk pengenalan armada Beam Mobility kepada masyarakat lebih dalam, terdapat program pelatihan armada secara cuma-cuma yang disebut Beam Safe Academy.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Armada ramah lingkungan berupa sepeda listrik berwarna ungu itu pertama kali tampak di sekitaran pedestrian Kebun Raya Bogor. Di pusat Kota Hujan itu, warga yang ingin menjajal sepeda listrik tersebut, begitu antusias.
Sebuah tren baru, menggunakan sepeda listrik mengitari Kebun Raya dengan memakai aplikasi. Tak ayal, Beam Mobility pun kini menjadi pemain satu-satunya sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan yang membantu mengurangi polusi udara.
Setahun berjalan, Beam Mobility pun muncul di beberapa kampus besar di Indonesia. Sebut saja yang terdekat dari Jakarta, yaitu di Universitas Indonesia Depok, Jawa Barat.
Di kawasan kampus yang areanya luas itu, kini sudah menjadi bagian gaya hidup baru, baik untuk para mahasiswa maupun civitas kampus. Pada akhir Mei lalu, Beam Mobility Indonesia hadirkan 450 unit untuk UI.
Ekosistem yang sudah terbentuk di Residensi Area
Tak hanya kawasan kampus, Beam juga sudah 'meracuni' beberapa perumahan di Indonesia. Sebagai contoh yang mendapat sambutan hangat adalah di Bintaro, Tangerang Selatan.
Menurut Bagus Sukmana selaku Senior Communications Associate Beam Mobility Indonesia, target Beam salah satunya adalah residensi area yang menurutnya terbilang sukses. Kata dia, di Bintaro sudah terbentuk ekosistem untuk menghadirkan Beam di sana.
"Di Bintaro itu sudah ada kampus, mall, cluster-cluster, dan juga yang paling menarik adalah stasiun. Dalam tiga bulan terakhir, kami melihat kalau yang menggunakan Beam itu adalah leisure market," ujar Bagus dalam Media Beam Xperience beberapa waktu lalu.
Seperti halnya, masyarakat yang enggan menggunakan kendaraan pribadi, mereka lebih memilih memakai transportasi publik seperti KRL. Untuk menuju ke stasiun, dibutuhkan transportasi penghubung, dan menurut Bagus, banyak warga Bintaro yang menggunakan Beam.
"Di Bintaro sudah ada pergerakan rutin dari cluster ke stasiun atau stasiun ke cluster, cluster ke kampus dan kampus ke cluster. Itu tujuan utamanya sebenarnya untuk orang melakukan gaya hidup baru ini, tanpa khawati dan harga yang sangat kompetitif," kata Bagus.
Untuk tarif unlocking-nya dimulai Rp1750. Kemudian tarif per menitnya Rp700. "Sebagai contoh kita mau menggunakan 10 menit, 10 menit itu sekitar 2 km. Untuk tarif unlocking nya 1750 menit dan per menitnya 700 rupiah, kalau dalam 10 menit, enggak nyampe Rp10 ribu," imbuh Bagus.
Kenapa di Jakarta belum ada?
Satu hal yang menjadi tanda tanya dari Medcom adalah kehadiran Beam di Jakarta. Bagus pun menjelaskan alasannya, kalau selama ini Beam belum bisa hadir di sekitaran Jakarta.
"Di Jakarta, kami masih terkendala dengan Pergub terakhir, di mana bobot maksimal sepeda listrik adalah 35 kg. Karena kami costumize, Beam di atas 35 kg (kapasitas 45 kg)," ujar Bagus.
Sementara itu Country Manager Beam Mobility Indonesia, Devraj Sathivelu mengatakan, kemudahan mobilitas khususnya bagi masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas menjadi penting.
"Secara khusus kami melihat perubahan signifikan dari masyarakat khususnya di kawasan residensial, seperti di Bintaro sejak diluncurkan banyak warga yang melakukan perjalanan singkat dengan armada Beam menuju stasiun kereta, maupun lokasi lainnya," ujar Devraj.
"Sama seperti di kawasan edukasi, seperti Universitas Indonesia, civitas academica UI sekarang memiliki transportasi alternatif yang ramah lingkungan ketika berada di kampus," tambah Devraj.
Teknologi IoT dan Geofence
Seluruh transportasi Beam Mobility juga sudah dilengkapi dengan teknologi IoT canggih yang disebut Geofence. Teknologi ini memungkinkan Beam Mobility untuk memonitor kondisi kendaraan secara real-time, memberi batasan untuk wilayah ataupun area yang bisa dilewati oleh setiap pengendara e-bike Beam.
Selain itu, secara otomatis juga dapat mendeteksi jika terdapat permasalahan pada kendaraan Beam. Teknologi Geofence juga digunakan untuk mendeteksi ketika armada membutuhkan pergantian baterai.
Seluruh armada Beam Mobility memiliki kecepatan yang dibatasi maksimal 25km/jam. Beam Mobility memastikan armadanya dapat diakses oleh penggunanya, setiap armada dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan petunjuk keselamatan dalam berkendara.
Selain itu sebagai upaya untuk pengenalan armada Beam Mobility kepada masyarakat lebih dalam, terdapat program pelatihan armada secara cuma-cuma yang disebut Beam Safe Academy.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)