COMMUNITY
Mau 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Ajak Bikin Panggung Seni Ber-vibes Sejarah
Yatin Suleha
Minggu 30 Agustus 2026 / 19:32
- Pemprov DKI Jakarta lagi gencar-gencarnya ngasih panggung buat anak muda berekspresi lewat seni dan budaya.
- Selain jadi tempat asik buat nyalurin kreativitas.
- Kegiatan seni begini juga ampuh banget buat bentuk karakter sekaligus ngenalin sejarah ke anak-anak muda.
Jakarta: Pemprov DKI Jakarta lagi gencar-gencarnya ngasih panggung buat anak muda berekspresi lewat seni dan budaya. Selain jadi tempat asik buat nyalurin kreativitas, kegiatan seni begini juga ampuh banget buat bentuk karakter sekaligus ngenalin sejarah ke anak-anak muda.
Hal itu disampaikan langsung sama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pas dateng ke pementasan Sekolah Seni Yonif (SSY) yang nampilin Drama Musikal Tari Putri Lopian “Bunga Belantara Dairi” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (30/8).
“Hari ini kita menyaksikan bagaimana anak-anak tampil dengan penuh keberanian dan kreativitas melalui Drama Musikal Tari Putri Lopian ‘Bunga Belantara Dairi’," buka Wagub Rano seperti dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.
"Bagi saya, yang paling penting bukan hanya hasil di atas panggung, tetapi proses mereka belajar, berlatih disiplin, bekerja sama, dan berani mengekspresikan diri melalui seni,” ujar Wagub Rano.
Menurutnya, pentas seni itu ampuh banget dijadiin cara seru buat ngenalin nilai-nilai kepahlawanan dan sejarah Nusantara ke anak muda.
Selain itu, kegiatan ini juga ngebantu banget buat ngebentuk karakter, keberanian, dan rasa peduli mereka sama budaya sendiri.
Makanya, pembinaan di bidang seni dan budaya ini penting banget buat nyetak SDM yang kreatif dan berkarakter, sejalan sama langkah Jakarta yang lagi berkembang jadi kota global.

(Wagub Rano sebut pentas seni efektif bentuk karakter generasi muda berjiwa kreatif. Foto: Dok. Istimewa)
“Tidak mudah bagi anak-anak memainkan tokoh sejarah yang berasal dari masa yang berbeda dengan mereka, seperti Sisingamangaraja. Sehingga, saya sangat bangga sanggar ini mengangkat kisah nasionalis tentang pahlawan daerah ke atas panggung teater modern," ungkapnya.
Di momen itu, Wagub Rano juga ngajak para sutradara muda dan sanggar seni buat bikin pertunjukan yang mengangkat sejarah ibu kota, sekalian nyambut perayaan 500 tahun Jakarta di 2027 nanti.
Tenang aja, Pemprov DKI Jakarta udah siap ngasih dukungan lewat pendampingan dan pembiayaan biar pementasan keren itu bisa terwujud.
“Saya memberikan tantangan kepada sutradara muda dan sanggar ini untuk membuat teater bertema 500 tahun Jakarta pada 2027 dengan menggali berbagai peristiwa sejarah penting, seperti peristiwa tahun 1740 (Geger Pecinan). Kami akan membantu pembiayaannya dan pementasan ini akan kita gelar kembali di panggung TIM,” jelasnya.
Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta bakal makin maksimalin ruang buat berekspresi dan kolaborasi seni lewat berbagai program budaya, termasuk lewat Taman Ismail Marzuki dan Jakarta Penuh Warna.
Fasilitas di TIM yang selama ini belum kepakai maksimal juga bakal dioptimalkan buat dukung kegiatan seni, mulai dari ruang latihan sanggar sampai fasilitas bioskop, biar ekosistem seni pertunjukan dan film di Jakarta makin maju.
Di sisi lain, Kepala Sekolah Seni Yonif yang juga Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan kalau SSY bener-bener komit buat ngembangin skill anak muda lewat seni tari, teater, dan vokal secara gratis.
Nilai-nilai perjuangan dari lakon Putri Lopian Sinambela pun dijadiin pegangan penting buat ngebentuk karakter para peserta SSY.
“Melalui kisah Putri Lopian Sinambela, kami menanamkan nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan kepada lebih dari 60 anak yang tampil secara profesional di panggung teater sesungguhnya. Kami juga menegaskan komitmen Sekolah Seni Yonif untuk terus berkontribusi dalam menyambut 500 tahun Jakarta,” ujar Marulina.
(TIN)
Hal itu disampaikan langsung sama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, pas dateng ke pementasan Sekolah Seni Yonif (SSY) yang nampilin Drama Musikal Tari Putri Lopian “Bunga Belantara Dairi” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (30/8).
“Hari ini kita menyaksikan bagaimana anak-anak tampil dengan penuh keberanian dan kreativitas melalui Drama Musikal Tari Putri Lopian ‘Bunga Belantara Dairi’," buka Wagub Rano seperti dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.
"Bagi saya, yang paling penting bukan hanya hasil di atas panggung, tetapi proses mereka belajar, berlatih disiplin, bekerja sama, dan berani mengekspresikan diri melalui seni,” ujar Wagub Rano.
Menurutnya, pentas seni itu ampuh banget dijadiin cara seru buat ngenalin nilai-nilai kepahlawanan dan sejarah Nusantara ke anak muda.
Selain itu, kegiatan ini juga ngebantu banget buat ngebentuk karakter, keberanian, dan rasa peduli mereka sama budaya sendiri.
Makanya, pembinaan di bidang seni dan budaya ini penting banget buat nyetak SDM yang kreatif dan berkarakter, sejalan sama langkah Jakarta yang lagi berkembang jadi kota global.

(Wagub Rano sebut pentas seni efektif bentuk karakter generasi muda berjiwa kreatif. Foto: Dok. Istimewa)
“Tidak mudah bagi anak-anak memainkan tokoh sejarah yang berasal dari masa yang berbeda dengan mereka, seperti Sisingamangaraja. Sehingga, saya sangat bangga sanggar ini mengangkat kisah nasionalis tentang pahlawan daerah ke atas panggung teater modern," ungkapnya.
Di momen itu, Wagub Rano juga ngajak para sutradara muda dan sanggar seni buat bikin pertunjukan yang mengangkat sejarah ibu kota, sekalian nyambut perayaan 500 tahun Jakarta di 2027 nanti.
Tenang aja, Pemprov DKI Jakarta udah siap ngasih dukungan lewat pendampingan dan pembiayaan biar pementasan keren itu bisa terwujud.
“Saya memberikan tantangan kepada sutradara muda dan sanggar ini untuk membuat teater bertema 500 tahun Jakarta pada 2027 dengan menggali berbagai peristiwa sejarah penting, seperti peristiwa tahun 1740 (Geger Pecinan). Kami akan membantu pembiayaannya dan pementasan ini akan kita gelar kembali di panggung TIM,” jelasnya.
Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta bakal makin maksimalin ruang buat berekspresi dan kolaborasi seni lewat berbagai program budaya, termasuk lewat Taman Ismail Marzuki dan Jakarta Penuh Warna.
Fasilitas di TIM yang selama ini belum kepakai maksimal juga bakal dioptimalkan buat dukung kegiatan seni, mulai dari ruang latihan sanggar sampai fasilitas bioskop, biar ekosistem seni pertunjukan dan film di Jakarta makin maju.
Di sisi lain, Kepala Sekolah Seni Yonif yang juga Kepala Dinas Kominfotik DKI Jakarta, Marulina Dewi, menegaskan kalau SSY bener-bener komit buat ngembangin skill anak muda lewat seni tari, teater, dan vokal secara gratis.
Nilai-nilai perjuangan dari lakon Putri Lopian Sinambela pun dijadiin pegangan penting buat ngebentuk karakter para peserta SSY.
“Melalui kisah Putri Lopian Sinambela, kami menanamkan nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan kepada lebih dari 60 anak yang tampil secara profesional di panggung teater sesungguhnya. Kami juga menegaskan komitmen Sekolah Seni Yonif untuk terus berkontribusi dalam menyambut 500 tahun Jakarta,” ujar Marulina.
(TIN)