COMMUNITY
Perayaan 50 Tahun Hadirkan Inspirasi Alam dan Aksi Nyata untuk Komunitas
Elang Riki Yanuar
Kamis 30 April 2026 / 20:32
Jakarta: Memasuki usia setengah abad, The Body Shop kembali menegaskan jati dirinya sebagai brand yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Filosofi Beauty is a Force for Good kembali digaungkan sebagai landasan dalam setiap langkah yang diambil.
Sejak didirikan pada 1976 oleh Anita Roddick, The Body Shop dikenal sebagai pelopor industri kecantikan yang mengusung nilai keberlanjutan. Di Indonesia, brand ini telah hadir sejak 1992 berkat inisiatif Hutomo Mugi Santoso dan Suzy Hutomo yang membawa konsep bisnis berkelanjutan ke pasar lokal.
Perjalanan panjang ini kini memasuki babak baru dengan semangat yang lebih relevan bagi generasi masa kini. The Body Shop Indonesia memanfaatkan momentum 50 tahun untuk memperkuat koneksi emosional dengan pelanggan sekaligus memperluas dampak positifnya.
Salah satu langkah yang dihadirkan adalah kembalinya fragrance legendaris Dewberry. Produk yang populer di era 90 an ini kembali diperkenalkan sebagai simbol penghubung antara nostalgia dan inovasi masa kini.
Head of Marketing and Digital The Body Shop Indonesia, Nimas Chrisensia, menjelaskan bahwa Dewberry bukan sekadar produk lama yang dihadirkan kembali. Lebih dari itu, kehadirannya membawa nilai emosional yang kuat bagi pelanggan.
Dewberry bukan hanya produk, tetapi bagian dari memori banyak pelanggan kami sejak tahun 90 an. Kami ingin menghadirkan kembali kedekatan emosional tersebut, sekaligus membawa energi baru bagi generasi sekarang, ujar Nimas.
Perayaan 50 tahun ini juga mengusung tema global Empowered by Nature yang menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam. Bagi The Body Shop, alam bukan hanya sumber inspirasi, tetapi juga aset yang harus dilestarikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Urban Biodiversity yang dijalankan di Rumah Deret Tamansari Bandung. Program ini melibatkan kolaborasi dengan komunitas lokal untuk menghadirkan ruang hijau di kawasan perkotaan.
Melalui inisiatif ini, dilakukan penanaman lebih dari 50 jenis tanaman serta melibatkan puluhan anak muda dan perempuan dalam menjaga lingkungan. Selain itu, pengembangan rooftop garden, taman vertikal, dan hutan pangan mikro menjadi bagian dari upaya memperbaiki ekosistem urban.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas udara sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keanekaragaman hayati di kota besar.
Melalui semangat Empowered by Nature, kami ingin memperkuat kembali identitas kami yang tidak hanya menghadirkan produk dari alam, tetapi juga mengembalikan manfaat bagi alam serta membangun koneksi yang lebih erat dengan komunitas, ungkap Nimas.
Tidak hanya fokus pada lingkungan, The Body Shop Indonesia juga menghadirkan aktivitas wellness sebagai bagian dari perayaan. Bersama Padeloom, brand ini menggelar kegiatan yang menggabungkan olahraga dan relaksasi.
Acara yang digelar pada 8 Mei tersebut menghadirkan sesi padel dan yoga yang dipandu oleh Kyra Nayda dan Putri Caya. Aktivitas ini dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk kembali terhubung dengan diri sendiri di tengah kesibukan kota.
Perayaan ini juga menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang The Body Shop di Indonesia. Dengan jaringan 102 gerai yang tersebar di 44 kota, brand ini terus berupaya memperkuat hubungan dengan pelanggan.
"Kami berharap perayaan ini menjadi momen refleksi dan juga sebagai apresiasi kepada para pelanggan setia kami yang turut menjadi bagian dari perjalanan membanggakan kami. Kepercayaan dari mereka menjadi fondasi penting bagi The Body Shop untuk terus berkembang dan tetap relevan hingga hari ini," tutup Nimas.
The Body Shop rayakan 50 tahun dengan tekankan kembali misi keberlanjutan dan dampak sosial lewat kampanye global
Fragrance legendaris Dewberry kembali dihadirkan, jadi simbol nostalgia sekaligus jembatan ke generasi baru
Program Urban Biodiversity dan aktivitas wellness jadi langkah nyata The Body Shop jaga lingkungan dan koneksi komunitas
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Sejak didirikan pada 1976 oleh Anita Roddick, The Body Shop dikenal sebagai pelopor industri kecantikan yang mengusung nilai keberlanjutan. Di Indonesia, brand ini telah hadir sejak 1992 berkat inisiatif Hutomo Mugi Santoso dan Suzy Hutomo yang membawa konsep bisnis berkelanjutan ke pasar lokal.
Perjalanan panjang ini kini memasuki babak baru dengan semangat yang lebih relevan bagi generasi masa kini. The Body Shop Indonesia memanfaatkan momentum 50 tahun untuk memperkuat koneksi emosional dengan pelanggan sekaligus memperluas dampak positifnya.
Salah satu langkah yang dihadirkan adalah kembalinya fragrance legendaris Dewberry. Produk yang populer di era 90 an ini kembali diperkenalkan sebagai simbol penghubung antara nostalgia dan inovasi masa kini.
Head of Marketing and Digital The Body Shop Indonesia, Nimas Chrisensia, menjelaskan bahwa Dewberry bukan sekadar produk lama yang dihadirkan kembali. Lebih dari itu, kehadirannya membawa nilai emosional yang kuat bagi pelanggan.
Dewberry bukan hanya produk, tetapi bagian dari memori banyak pelanggan kami sejak tahun 90 an. Kami ingin menghadirkan kembali kedekatan emosional tersebut, sekaligus membawa energi baru bagi generasi sekarang, ujar Nimas.
Perayaan 50 tahun ini juga mengusung tema global Empowered by Nature yang menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam. Bagi The Body Shop, alam bukan hanya sumber inspirasi, tetapi juga aset yang harus dilestarikan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Urban Biodiversity yang dijalankan di Rumah Deret Tamansari Bandung. Program ini melibatkan kolaborasi dengan komunitas lokal untuk menghadirkan ruang hijau di kawasan perkotaan.
Melalui inisiatif ini, dilakukan penanaman lebih dari 50 jenis tanaman serta melibatkan puluhan anak muda dan perempuan dalam menjaga lingkungan. Selain itu, pengembangan rooftop garden, taman vertikal, dan hutan pangan mikro menjadi bagian dari upaya memperbaiki ekosistem urban.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas udara sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keanekaragaman hayati di kota besar.
Melalui semangat Empowered by Nature, kami ingin memperkuat kembali identitas kami yang tidak hanya menghadirkan produk dari alam, tetapi juga mengembalikan manfaat bagi alam serta membangun koneksi yang lebih erat dengan komunitas, ungkap Nimas.
Tidak hanya fokus pada lingkungan, The Body Shop Indonesia juga menghadirkan aktivitas wellness sebagai bagian dari perayaan. Bersama Padeloom, brand ini menggelar kegiatan yang menggabungkan olahraga dan relaksasi.
Acara yang digelar pada 8 Mei tersebut menghadirkan sesi padel dan yoga yang dipandu oleh Kyra Nayda dan Putri Caya. Aktivitas ini dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk kembali terhubung dengan diri sendiri di tengah kesibukan kota.
Perayaan ini juga menjadi momen refleksi atas perjalanan panjang The Body Shop di Indonesia. Dengan jaringan 102 gerai yang tersebar di 44 kota, brand ini terus berupaya memperkuat hubungan dengan pelanggan.
"Kami berharap perayaan ini menjadi momen refleksi dan juga sebagai apresiasi kepada para pelanggan setia kami yang turut menjadi bagian dari perjalanan membanggakan kami. Kepercayaan dari mereka menjadi fondasi penting bagi The Body Shop untuk terus berkembang dan tetap relevan hingga hari ini," tutup Nimas.
The Body Shop rayakan 50 tahun dengan tekankan kembali misi keberlanjutan dan dampak sosial lewat kampanye global
Fragrance legendaris Dewberry kembali dihadirkan, jadi simbol nostalgia sekaligus jembatan ke generasi baru
Program Urban Biodiversity dan aktivitas wellness jadi langkah nyata The Body Shop jaga lingkungan dan koneksi komunitas
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)