BEAUTY
Ini Faktor yang Menyebabkan Pewarnaan Rambut tidak Sesuai Ekspektasi
Raka Lestari
Jumat 17 September 2021 / 15:14
Jakarta: Salah satu penyebab pewarnaan rambut yang tidak sesuai dengan ekspektasi adalah karena adanya kandungan metal pada rambut. Berdasarkan riset L’Oréal Research Department selama bertahun-tahun bekerjasama dengan Universitas Ioannina menemukan bahwa, kandungan metal tinggi pada rambut merupakan salah satu penyebab hasil pewarnaan rambut yang tidak sesuai ekspektasi.
Tidak hanya itu saja, kolaborasi riset ini berhasil menganalisa dan memetakan kandungan metal dalam rambut di dunia. Secara spesifik di Indonesia, ditemukan bahwa sebanyak 67 persen masyarakat Indonesia memiliki kandungan metal tinggi dalam serat rambut. Kandungan metal ini sangat bergantung pada kualitas air di tempat tinggal dan tingkat porositas rambut.
"Sejak tahun lalu, kami mengirimkan ribuan strain rambut orang Indonesia langsung ke laboratorium kami di Paris. Dan hasilnya, sebanyak 67 persen atau sekitar 7 dari 10 konsumen di Indonesia memiliki kandungan metal yang tinggi dan berlebihan pada rambutnya," jelas Hendra Purjaka, Brand General Manager, L’Oréal Professionnel, saat Konferensi Pers Virtual Peluncuran Metal DX.
Menurut Hendra, kandungan metal pada rambut tersebut berasal dari air yang digunakan sehari-hari pada saat mandi dan keramas. Kandungan metal ini juga sangat bergantung pada kualitas air di tempat tinggal dan porositas rambut seseorang.
"Secara tidak sadar, metal tersebut masuk ke dalam serat rambut dan dapat berpotensi membuat rambut patah dan menjadikan pewarnaan rambut meleset," katanya.
“Setelah proses pewarnaan rambut, biasanya rambut jadi lebih rawan menyerap metal. Ditambah lagi dengan sinar UV sehari-hari yang berinteraksi dengan kandungan metal pada rambut, tentu dapat membuat refleksi menjadi lebih warm, warna rambut malah menjadi kusam, dan luntur," tambah Indra Tanudarma, Head of Education, L’Oréal Professionnel.
Indra juga mengatakan bahwa tingginya kandungan metal pada rambut juga disebabkan oleh polusi. Menurutnya, metal tdak hanya menempel pada lapisan luar helai rambut tetapi juga dapat masuk ke dalam sel rambut.
Dan berdasarkan kolaborasi riset yang dilakukan oleh L’Oréal Research Department berhasil mengidentifikasi Glicoamine, molekul inti dari Metal DX yang berfungsi untuk menargetkan dan menetralisir kandungan metal dalam serat rambut sehingga pewarnaan rambut menjadi sesuai ekspektasi.
“Inovasi terbaru Metal DX yang terdiri dari rangkaian produk dan tiga protokol perawatan rambut terbukti mampu mengurangi resiko rambut patah hingga 87 persen. Metal DX merupakan terobosan unggul ketika servis pewarnaan, balayage, dan lightening, agar warna sesuai ekspektasi," tutup Indra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tidak hanya itu saja, kolaborasi riset ini berhasil menganalisa dan memetakan kandungan metal dalam rambut di dunia. Secara spesifik di Indonesia, ditemukan bahwa sebanyak 67 persen masyarakat Indonesia memiliki kandungan metal tinggi dalam serat rambut. Kandungan metal ini sangat bergantung pada kualitas air di tempat tinggal dan tingkat porositas rambut.
"Sejak tahun lalu, kami mengirimkan ribuan strain rambut orang Indonesia langsung ke laboratorium kami di Paris. Dan hasilnya, sebanyak 67 persen atau sekitar 7 dari 10 konsumen di Indonesia memiliki kandungan metal yang tinggi dan berlebihan pada rambutnya," jelas Hendra Purjaka, Brand General Manager, L’Oréal Professionnel, saat Konferensi Pers Virtual Peluncuran Metal DX.
Menurut Hendra, kandungan metal pada rambut tersebut berasal dari air yang digunakan sehari-hari pada saat mandi dan keramas. Kandungan metal ini juga sangat bergantung pada kualitas air di tempat tinggal dan porositas rambut seseorang.
"Secara tidak sadar, metal tersebut masuk ke dalam serat rambut dan dapat berpotensi membuat rambut patah dan menjadikan pewarnaan rambut meleset," katanya.
“Setelah proses pewarnaan rambut, biasanya rambut jadi lebih rawan menyerap metal. Ditambah lagi dengan sinar UV sehari-hari yang berinteraksi dengan kandungan metal pada rambut, tentu dapat membuat refleksi menjadi lebih warm, warna rambut malah menjadi kusam, dan luntur," tambah Indra Tanudarma, Head of Education, L’Oréal Professionnel.
Indra juga mengatakan bahwa tingginya kandungan metal pada rambut juga disebabkan oleh polusi. Menurutnya, metal tdak hanya menempel pada lapisan luar helai rambut tetapi juga dapat masuk ke dalam sel rambut.
Dan berdasarkan kolaborasi riset yang dilakukan oleh L’Oréal Research Department berhasil mengidentifikasi Glicoamine, molekul inti dari Metal DX yang berfungsi untuk menargetkan dan menetralisir kandungan metal dalam serat rambut sehingga pewarnaan rambut menjadi sesuai ekspektasi.
“Inovasi terbaru Metal DX yang terdiri dari rangkaian produk dan tiga protokol perawatan rambut terbukti mampu mengurangi resiko rambut patah hingga 87 persen. Metal DX merupakan terobosan unggul ketika servis pewarnaan, balayage, dan lightening, agar warna sesuai ekspektasi," tutup Indra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)