BEAUTY

5 Kesalahan Perawatan Rambut Wanita Usia 50-an yang Bikin Rambut Cepat Rontok

Yuni Yuli Yanti
Rabu 25 Maret 2026 / 07:46
Ringkasnya gini..
  • Kerontokan rambut adalah masalah umum bagi banyak wanita usia 50-an.
  • Rutinitas perawatan rambut yang keras dan nutrisi yang buruk hingga stres dapat memicu kerontokan rambut.
  • Kamu dapat memperlambat laju kerontokan rambut dan mempertahankan rambut yang lebih kuat.
Jakarta: Kerontokan rambut adalah masalah umum bagi banyak wanita, terutama mereka yang berusia 50 tahunan. Sering kali, kerontokan disebabkan oleh kombinasi faktor genetik, hormonal, dan gaya hidup. 

Meskipun beberapa perubahan tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia, namun kebiasaan tertentu dapat mempercepat penipisan dan membuat rambut lebih rapuh. 

Kesalahan-kesalahan ini terdiri dari rutinitas perawatan rambut yang keras dan nutrisi yang buruk hingga stres yang tidak terkendali. 

Dengan mengenali dan mengatasi pemicu yang dapat dihindari ini, tentunya kamu dapat membantu memperlambat laju kerontokan rambut dan mempertahankan rambut yang lebih kuat dan lebat.

Berikut ini lima kesalahan perawatan rambut yang sering kali menyebabkan kerontokan dikutip dari laman Times of India. Yuk, intip!
 

1. Jarang periksa label produk 

Dengan banyaknya produk perawatan rambut di pasaran, memilih yang tepat bisa jadi sangat membingungkan. Banyak sampo, kondisioner, dan produk penataan rambut mengandung bahan kimia keras yang dapat melemahkan rambut atau mempercepat kerontokan. 

Bahan-bahan seperti formaldehida, natrium lauril sulfat, propilen glikol, glikol distearat, dan natrium klorida dapat menghilangkan kelembapan, mengiritasi kulit kepala, dan merusak folikel. 

Bahkan produk yang dipasarkan sebagai "penguat" atau "perbaikan" pun bisa menyesatkan.
Misalnya, keratin, protein yang secara alami ditemukan di rambut, sering ditambahkan ke perawatan untuk menciptakan kilau.

Namun, jika dikombinasikan dengan penataan rambut menggunakan panas, hal itu justru dapat menyebabkan rambut menjadi rapuh dan patah, terutama jika formulanya mengandung formaldehida. 

Memilih produk rambut membutuhkan pertimbangan jenis rambut, porositas, dan kebiasaan penataan rambut, tetapi menghindari bahan kimia berbahaya adalah satu hal yang tidak boleh dilewatkan! 

Ingat, membaca label bahan dengan cermat merupakan salah satu cara paling sederhana namun paling efektif untuk melindungi rambutmu seiring bertambahnya usia.
 

2. Ikat rambut terlalu kuat

Alopecia traksi adalah penyebab umum namun dapat dicegah dari kerontokan rambut, terutama pada wanita yang secara teratur mengenakan gaya rambut ketat. 

Menurut JAMA Dermatology, gaya rambut seperti rambut yang dikepang ketat, sanggul rapi, kuncir kuda, dan ekstensi rambut yang berat menarik akar rambut, menyebabkan stres yang dapat menyebabkan kerusakan folikel seiring waktu. 

Rambut yang lebih panjang dan berat juga dapat menambah tekanan pada kulit kepala, meningkatkan risiko patah.

Meskipun, mengenakan gaya rambut ketat sesekali kemungkinan tidak akan menyebabkan kerusakan besar, namun jika kamu melakukannya setiap hari secara rutin hal itu dapat menipiskan garis rambut dan melemahkan pertumbuhan. 

Selain itu, hindari mengikat rambut dengan ketat saat basah, karena helai rambut yang lembap lebih elastis dan rentan terhadap kerusakan. Pilihlah gaya rambut yang longgar dan nyaman serta gunakan ikat rambut yang lembut untuk mengurangi tekanan yang tidak perlu.


(Ikat rambut terlalu kuat dapat menyebabkan kerontokan rambut. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

3. Hair style berlebihan

Kebiasaan perawatan rambut dapat membuat perbedaan besar dalam kesehatan rambut. Menyikat atau menyisir rambut terlalu sering dan agresif dapat meregangkan serta melemahkan helai rambut, merusak kulit kepala, hingga memberi tekanan pada folikel. 

Rambut basah sangat rapuh, jadi proses menyisir harus selalu dilakukan dengan lembut menggunakan sisir bergigi lebar dan tarikan minimal. 

Mengeringkan rambut dengan handuk secara kasar, penggunaan hairspray yang berlebihan, dan tidur dengan rambut tanpa perlindungan juga dapat menyebabkan kerusakan.

Selain itu, penataan rambut dengan panas adalah penyebab utama lainnya; pengering rambut, alat pengeriting rambut, dan alat pelurus rambut dapat menyebabkan kekeringan, ujung bercabang, dan kerapuhan. 

Meskipun alat panas tidak menyebabkan rambut rontok dari akarnya, namun alat tersebut dapat memperpendek umur setiap helai rambut, membuat penipisan lebih terlihat.

Menggunakan pelindung panas, menurunkan pengaturan suhu, dan membatasi penggunaan panas sangat penting untuk menjaga kesehatan rambut.
 

4. Mengabaikan nutrisi dan vitamin rambut

Menurut sebuah studi yang diterbitkan di NIH, pertumbuhan rambut bergantung pada nutrisi penting seperti biotin dan vitamin A, C, D, dan E, serta protein, asam lemak omega-3, seng, zat besi, dan magnesium. 

Kadar nutrisi yang rendah dapat menyebabkan rambut kusam, rapuh, atau menipis. Seiring bertambahnya usia, perubahan nafsu makan, masalah pencernaan, atau diet ketat juga dapat mempersulit pemenuhan kebutuhan nutrisi. 

Oleh karena itu, pola makan seimbang, sebagian besar berbasis tumbuhan yang kaya akan makanan utuh, sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, dan lemak sehat dapat mendukung pertumbuhan rambut yang sehat. 

Suplemen juga dapat membantu jika terjadi kekurangan, tetapi harus dikonsumsi di bawah bimbingan profesional untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.



(Pengering rambut, alat pengeriting rambut, dan alat pelurus rambut dapat menyebabkan kekeringan, ujung bercabang, dan kerapuhan. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
 

5. Meremehkan dampak stres

Stres kronis memengaruhi hampir setiap aspek kesehatan, termasuk pada rambutmu. Pasalnya, stres berkepanjangan dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut, menyebabkan kerontokan berlebihan atau pertumbuhan kembali yang lebih lambat. 

Hal ini sering terlihat pada kondisi seperti telogen effluvium, di mana stres mendorong folikel rambut ke fase istirahat, dan menyebabkan penipisan tiba-tiba. Meskipun tidak mungkin untuk menghindari semua stres, mengelolanya secara efektif dapat melindungi kesehatan mental dan rambutmu tentunya.

Aktivitas seperti olahraga, meditasi, yoga, doa, latihan pernapasan dalam, atau bahkan hobi yang mendorong relaksasi dapat membantu menurunkan tingkat stres. 

Bahkan, beberapa orang menemukan penghilang stres dengan metode yang kurang konvensional, seperti pijat wajah atau "waktu berbaring di lantai," di mana kamu hanya berbaring dan melepaskan stres. Kuncinya adalah konsistensi; menjadikan manajemen stres sebagai kebiasaan rutin dapat bermanfaat bagi pikiran dan rambut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(yyy)

MOST SEARCH