BEAUTY
Kok Rambut Makin Banyak Rontok Pas Cuaca Panas? Ternyata Ini Penyebabnya
Yatin Suleha
Rabu 22 Juli 2026 / 19:54
- Tidak sedikit orang yang merasa rambut lebih sering rontok saat musim panas atau ketika banyak beraktivitas di luar ruangan.
- Paparan sinar matahari, suhu yang tinggi, hingga perubahan pada kulit kepala memang dapat membuat rambut menjadi lebih rapuh.
- Jika tidak dirawat dengan baik, kerontokan bisa terasa semakin parah seiring meningkatnya intensitas panas.
Jakarta: Cuaca yang terik bukan hanya membuat tubuh lebih mudah berkeringat, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan rambut.
Tidak sedikit orang yang merasa rambut lebih sering rontok saat musim panas atau ketika banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi ini bukan sekadar perasaan, karena paparan sinar matahari, suhu yang tinggi, hingga perubahan pada kulit kepala memang dapat membuat rambut menjadi lebih rapuh dan mudah lepas.
Jika tidak dirawat dengan baik, kerontokan bisa terasa semakin parah seiring meningkatnya intensitas panas.
Salah satu penyebab utama rambut lebih mudah rontok saat cuaca panas, adalah paparan sinar UVA dan UVB. Sinar matahari dapat merusak keratin, yaitu protein utama yang menyusun rambut.
Selain itu, lapisan pelindung terluar rambut atau kutikula juga bisa mengalami kerusakan sehingga rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan lebih rentan mengalami stres oksidatif.

(Salah satu penyebab utama rambut lebih mudah rontok saat cuaca panas adalah paparan sinar UVA dan UVB, Foto: Dok, Pexels.com)
Saat suhu meningkat, kulit kepala memproduksi lebih banyak keringat dan minyak alami atau sebum. Jika keduanya menumpuk, pori-pori di sekitar folikel rambut dapat tersumbat.
Kondisi ini dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut dan membuat rambut lebih mudah rontok.
Cuaca panas juga identik dengan aktivitas berenang. Namun, kandungan klorin pada air kolam maupun garam dalam air laut, dapat menghilangkan kelembapan alami rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih kering, rapuh, dan mudah patah maupun rontok.
Lingkungan yang sangat panas, juga dapat membuat lebih banyak rambut memasuki fase istirahat atau telogen lebih cepat.
Kondisi ini dikenal sebagai kerontokan musiman, yaitu ketika rambut rontok dalam jumlah lebih banyak, akibat perubahan lingkungan dan siklus pertumbuhan rambut.
Untuk membantu menjaga kesehatan rambut, para ahli menyarankan, agar rambut dan kulit kepala mendapatkan perlindungan ekstra saat cuaca sedang terik.
Perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi kerusakan akibat sinar matahari, menjaga kelembapan rambut, sekaligus meminimalkan risiko rambut rontok selama musim panas.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Tidak sedikit orang yang merasa rambut lebih sering rontok saat musim panas atau ketika banyak beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi ini bukan sekadar perasaan, karena paparan sinar matahari, suhu yang tinggi, hingga perubahan pada kulit kepala memang dapat membuat rambut menjadi lebih rapuh dan mudah lepas.
Jika tidak dirawat dengan baik, kerontokan bisa terasa semakin parah seiring meningkatnya intensitas panas.
1. Paparan sinar UV merusak rambut
Salah satu penyebab utama rambut lebih mudah rontok saat cuaca panas, adalah paparan sinar UVA dan UVB. Sinar matahari dapat merusak keratin, yaitu protein utama yang menyusun rambut.
Selain itu, lapisan pelindung terluar rambut atau kutikula juga bisa mengalami kerusakan sehingga rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan lebih rentan mengalami stres oksidatif.
2. Keringat dan minyak berlebih mengganggu kulit kepala

(Salah satu penyebab utama rambut lebih mudah rontok saat cuaca panas adalah paparan sinar UVA dan UVB, Foto: Dok, Pexels.com)
Saat suhu meningkat, kulit kepala memproduksi lebih banyak keringat dan minyak alami atau sebum. Jika keduanya menumpuk, pori-pori di sekitar folikel rambut dapat tersumbat.
Kondisi ini dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut dan membuat rambut lebih mudah rontok.
3. Klorin dan air laut membuat rambut semakin rapuh
Cuaca panas juga identik dengan aktivitas berenang. Namun, kandungan klorin pada air kolam maupun garam dalam air laut, dapat menghilangkan kelembapan alami rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih kering, rapuh, dan mudah patah maupun rontok.
Perubahan cuaca bisa memicu rontok musiman
Lingkungan yang sangat panas, juga dapat membuat lebih banyak rambut memasuki fase istirahat atau telogen lebih cepat.
Kondisi ini dikenal sebagai kerontokan musiman, yaitu ketika rambut rontok dalam jumlah lebih banyak, akibat perubahan lingkungan dan siklus pertumbuhan rambut.
Cara mengurangi kerontokan saat cuaca panas
Untuk membantu menjaga kesehatan rambut, para ahli menyarankan, agar rambut dan kulit kepala mendapatkan perlindungan ekstra saat cuaca sedang terik.
Perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi kerusakan akibat sinar matahari, menjaga kelembapan rambut, sekaligus meminimalkan risiko rambut rontok selama musim panas.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)