BEAUTY

Setelah Treatment di Klinik, Kena Polusi? Apakah Perawatannya Bisa Gagal?

Aulia Putriningtias
Senin 06 Juli 2026 / 10:05
Ringkasnya gini..
  • Sekarang makin banyak yang sadar kalau cuma ngandelin skincare aja kadang gak cukup, makanya treatment di klinik kecantikan udah jadi kebutuhan.
  • Tapi, jujur suka overthinking nggak sih pas baru keluar dari klinik? Apalagi kalau ingat udara Jakarta dan sekitarnya yang lagi full polusi.
  • "Jadi, jangan pernah takut contohnya habis itu pulang naik motor, takut jerawatan," kata dr. Elizabeth Lisa.
Jakarta: Sekarang makin banyak yang sadar kalau cuma ngandelin skincare aja kadang gak cukup, makanya treatment di klinik kecantikan udah jadi kebutuhan. 

Tapi, jujur suka overthinking nggak sih pas baru keluar dari klinik? Apalagi kalau ingat udara Jakarta dan sekitarnya yang lagi full polusi. Bikin was-was, kira-kira treatment mahal-mahal kita bakal sia-sia nggak ya gara-gara langsung kena polusi di jalan?

Menurut dr. Elizabeth Lisa selaku Dokter Kecantikan dan founder Beauty Sister Clinic, sebagai pasien tidak perlu takut untuk menghadapi polusi.
 
"Jadi, jangan pernah takut contohnya habis itu pulang naik motor, takut jerawatan. Jangan pernah takut karena ini akan membantu mengurangi kulit dari risiko," jelas dr. Lisa dalam acara Press Conference "Unlock the Natural Combination Treatment PLLA-SCA & NASHA-OBT di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

Salah satu treatment yang banyak dilakukan adalah mengatasi kerutan atau kendur pada kulit. Kulit kendur disebabkan hilangnya kolagen, yaitu protein paling melimpah di kulit yang berfungsi sebagai "rangka" atau penopang alami kulit.


(Dokter Elizabeth Lisa, founder Beauty Sister Clinic, menegaskan kalau habis treatment jangan takut pulang kena polusi, karena hasil treatment justru membantu melindungi kulitmu dari risiko jerawat dan kerusakan lebih lanjut. Foto: Dok. Medcom.id/Aulia Putriningtias)

Sedangkan kulit yang keriput atau lipatan-lipatan atau garis wajah yang nampak semakin jelas disebabkan oleh hilangnya lemak di lapisan bawah kulit. Ini menyebabkan ada ruang kosong yang tertinggal, misalnya di bawah mata dan di pipi.

"Mulai usia 20 tahun setiap tahun kolagen yang hilang 1 persen dan di usia 40 sudah hilang 20 persen, jadi lebih baik dilakukan perawatan untuk pencegahan, dari pada saat gejala penuaan semakin banyak membutuhkan biaya yang tidak sedikit," jelas dr. Lisa.

 

Pentingnya personalized treatment untuk diri sendiri


Tren yang saat ini berkembang untuk mengatasi masalah kulit kendur, keriput sekaligus bisa mengisi volume wajah dan face contouring sekaligus adalah dengan terapi kombinasi. Bisa menggunakan kombinasi collagen stimulator PLLA-SCA dan filler NASHA & OBT.

PLLA-SCA (Poly-L-Lactic Acid - Sterile Carboxymethylcellulose) adalah collagen stimulator generasi terbaru. Ini bekerja merangsang produksi kolagen alami tubuh, sehingga kulit menjadi lebih kencang, kenyal, dapat memberikan efek lifting serta kulit yang membaik secara bertahap.

Sedangkan NASHA dan OBT dua adalah teknologi filler dari Galderma. Hal ini mengombinasikan dua karakteristik filler untuk karakter jaringan yang berbeda.

Setiap area wajah memillki karakteristik jaringan yang berbeda. Area yang membutuhkan struktur memerlukan gel yang lebih kokoh (NASHA), sedangkan area yang banyak bergerak membutuhkan gel yang lebih fleksibel (OBT).

"Dengan dua teknologi ini, dokter dapat melakukan personalized treatment, sehingga hasilnya lebih natural, proporsional, dan sesuai kebutuhan masing-masing pasien," paparnya.
 
Dr. Lisa memberikan tips bagi pemula, khususnya anak muda Gen Z yang akan mencoba perawatan estetika. Pertama kali yang harus dilakukan adalah konsultasi dengan dokter yang kompeten, jangan hanya mengikuti tren di sosial media.

"Dokter akan menentukan prioritas perawatan setelah melihat kebutuhan masing-masing orang. Tapi tidak ada wajah yang sama, kita harus cek kondisi kulitnya, bentuk wajah, proporsi wajah, simetri wajah termasuk ekspresinya," imbuhnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH