- Double chin merupakan kondisi ketika terdapat lipatan atau penumpukan jaringan di bawah dagu.
- Kamu bisa menyiasati tampilan double chin saat selfie tanpa harus mengandalkan filter berlebihan.
- Menyiasati double chin saat selfie bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengatur posisi kamera.
Jakarta: Sudah menemukan pencahayaan yang pas dan pose terbaik, tetapi hasil selfie justru memperlihatkan dagu berlipat alias double chin? Tenang, kamu enggak sendirian! Sudut kamera dan posisi kepala ternyata bisa memengaruhi tampilan area dagu saat difoto.
Double chin merupakan kondisi ketika terdapat lipatan atau penumpukan jaringan di bawah dagu. Bentuknya bisa dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari anatomi wajah, genetik, usia, hingga perubahan berat badan. Namun, dagu yang terlihat berlipat dalam foto tidak selalu berarti kamu memiliki lemak berlebih di area tersebut.
Kabar baiknya, kamu bisa menyiasati tampilan double chin saat selfie tanpa harus mengandalkan filter berlebihan. Kuncinya ada pada sudut pengambilan gambar, postur tubuh, pencahayaan, dan ekspresi wajah.
Dilansir dari berbagai prinsip dasar fotografi potret, berikut tujuh trik yang bisa kamu coba agar hasil selfie terlihat lebih proporsional.
Sudut kamera punya pengaruh besar terhadap hasil selfie. Jika kamera berada terlalu rendah, area bawah dagu bisa terlihat lebih menonjol karena sudut pengambilan gambar.
Coba posisikan kamera sedikit di atas tinggi mata, lalu arahkan ke wajah. Hindari mengangkat kamera terlalu tinggi karena bisa membuat proporsi wajah terlihat kurang natural.
Cari sudut yang paling sesuai dengan bentuk wajahmu. Kamu bisa mengambil beberapa foto dari posisi berbeda untuk menemukan angle yang paling disukai.
Trik berikutnya adalah memperbaiki posisi kepala. Saat selfie, sebagian orang secara tidak sadar menarik kepala ke belakang sehingga kulit di bawah dagu terlihat lebih berlipat.
Cobalah menggerakkan kepala sedikit ke depan, seolah-olah telinga menjauh dari bahu, kemudian turunkan dagu tipis ke arah kamera. Lakukan secara natural tanpa membuat leher terasa tegang.
Hindari mendongak berlebihan karena justru bisa membuat pose terlihat kaku. Tujuannya bukan mengubah bentuk wajah, melainkan mendapatkan garis rahang yang lebih tegas dalam foto.
Pernah merasa wajah terlihat lebih lebar saat selfie dari jarak dekat? Hal ini bisa terjadi karena perspektif lensa, terutama ketika kamera ponsel berada sangat dekat dengan wajah.
Untuk menyiasatinya, coba jauhkan ponsel sedikit dari wajah. Kamu juga bisa menggunakan kamera belakang dengan bantuan timer atau meminta teman mengambil foto.
Jika tersedia, gunakan fitur zoom ringan atau mode potret secukupnya. Pastikan hasil akhirnya tetap terlihat natural dan tidak membuat proporsi wajah berubah secara berlebihan.
Selfie dengan wajah menghadap lurus ke kamera memang klasik, tetapi bukan satu-satunya pilihan. Memutar wajah sedikit ke kanan atau kiri bisa membantu menampilkan kontur wajah yang berbeda.
Coba putar wajah sekitar 10–30 derajat sambil menjaga bahu tetap rileks. Padukan dengan posisi kamera sedikit lebih tinggi untuk mendapatkan hasil yang lebih proporsional.
Namun, tidak ada satu sudut yang cocok untuk semua orang. Cobalah beberapa variasi pose untuk menemukan sisi wajah dan sudut yang paling kamu sukai.
Pencahayaan yang kurang tepat dapat membuat bayangan di bawah dagu terlihat lebih gelap dan menonjol. Karena itu, perhatikan arah cahaya sebelum menekan tombol kamera.
Kamu bisa mencoba selfie menghadap jendela pada siang hari atau menggunakan cahaya lampu yang lembut dari arah depan. Cahaya yang merata membantu menampilkan detail wajah dengan lebih jelas.
Sebaliknya, cahaya kuat dari atas atau belakang bisa menciptakan bayangan yang kurang menguntungkan. Hindari juga pencahayaan terlalu keras yang membuat wajah terlihat datar atau terlalu terang.
Pose selfie bukan cuma soal wajah. Posisi bahu dan leher juga bisa memengaruhi tampilan keseluruhan.
Cobalah duduk atau berdiri dengan punggung tegak, bahu rileks, dan leher dalam posisi nyaman. Hindari membungkuk atau menundukkan kepala terlalu dalam ketika mengambil foto.
Untuk ekspresi, kamu bisa mencoba senyum ringan atau senyum dengan sedikit memperlihatkan gigi. Ekspresi yang nyaman biasanya membuat hasil foto terlihat lebih natural daripada memaksakan pose tertentu.
Kalau ingin menyempurnakan hasil selfie, fitur edit foto bisa menjadi pilihan. Beberapa aplikasi menyediakan pengaturan pencahayaan, kontras, atau retouch yang dapat membantu memperjelas kontur wajah.
Namun, gunakan fitur tersebut secukupnya agar hasilnya tetap menyerupai wajah asli. Kamu tidak perlu mengubah bentuk rahang secara ekstrem hanya demi mendapatkan foto yang dianggap sempurna.
Ingat, lipatan di bawah dagu merupakan hal yang wajar dan bisa terlihat pada berbagai bentuk wajah, termasuk ketika seseorang menundukkan kepala atau tersenyum.
Menyiasati double chin saat selfie bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengatur posisi kamera, memperbaiki postur, dan memilih pencahayaan yang tepat. Kamu juga bisa bereksperimen dengan beberapa pose sampai menemukan gaya yang paling nyaman.
Yang terpenting, jangan sampai keinginan mendapatkan foto sempurna membuatmu merasa harus menyembunyikan setiap detail wajah. Foto yang menarik bukan hanya soal rahang yang tegas, tetapi juga ekspresi, kepercayaan diri, dan momen yang ingin kamu abadikan.
(FIR)
Double chin merupakan kondisi ketika terdapat lipatan atau penumpukan jaringan di bawah dagu. Bentuknya bisa dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari anatomi wajah, genetik, usia, hingga perubahan berat badan. Namun, dagu yang terlihat berlipat dalam foto tidak selalu berarti kamu memiliki lemak berlebih di area tersebut.
Kabar baiknya, kamu bisa menyiasati tampilan double chin saat selfie tanpa harus mengandalkan filter berlebihan. Kuncinya ada pada sudut pengambilan gambar, postur tubuh, pencahayaan, dan ekspresi wajah.
Baca Juga :
Anti-Rungkad Club: Panduan Anti-Gagal Pilih Blush On Sesuai Undertone
Dilansir dari berbagai prinsip dasar fotografi potret, berikut tujuh trik yang bisa kamu coba agar hasil selfie terlihat lebih proporsional.
1. Angkat Sedikit Posisi Kamera
Sudut kamera punya pengaruh besar terhadap hasil selfie. Jika kamera berada terlalu rendah, area bawah dagu bisa terlihat lebih menonjol karena sudut pengambilan gambar.
Coba posisikan kamera sedikit di atas tinggi mata, lalu arahkan ke wajah. Hindari mengangkat kamera terlalu tinggi karena bisa membuat proporsi wajah terlihat kurang natural.
Cari sudut yang paling sesuai dengan bentuk wajahmu. Kamu bisa mengambil beberapa foto dari posisi berbeda untuk menemukan angle yang paling disukai.
2. Majukan Kepala Sedikit, Jangan Mendongak Berlebihan
Trik berikutnya adalah memperbaiki posisi kepala. Saat selfie, sebagian orang secara tidak sadar menarik kepala ke belakang sehingga kulit di bawah dagu terlihat lebih berlipat.
Cobalah menggerakkan kepala sedikit ke depan, seolah-olah telinga menjauh dari bahu, kemudian turunkan dagu tipis ke arah kamera. Lakukan secara natural tanpa membuat leher terasa tegang.
Hindari mendongak berlebihan karena justru bisa membuat pose terlihat kaku. Tujuannya bukan mengubah bentuk wajah, melainkan mendapatkan garis rahang yang lebih tegas dalam foto.
3. Jangan Terlalu Dekat dengan Kamera
Pernah merasa wajah terlihat lebih lebar saat selfie dari jarak dekat? Hal ini bisa terjadi karena perspektif lensa, terutama ketika kamera ponsel berada sangat dekat dengan wajah.
Untuk menyiasatinya, coba jauhkan ponsel sedikit dari wajah. Kamu juga bisa menggunakan kamera belakang dengan bantuan timer atau meminta teman mengambil foto.
Hindari selfie dengan jarak yang dekat. Ilustrasi Magnific
Jika tersedia, gunakan fitur zoom ringan atau mode potret secukupnya. Pastikan hasil akhirnya tetap terlihat natural dan tidak membuat proporsi wajah berubah secara berlebihan.
4. Putar Wajah Sedikit ke Samping
Selfie dengan wajah menghadap lurus ke kamera memang klasik, tetapi bukan satu-satunya pilihan. Memutar wajah sedikit ke kanan atau kiri bisa membantu menampilkan kontur wajah yang berbeda.
Coba putar wajah sekitar 10–30 derajat sambil menjaga bahu tetap rileks. Padukan dengan posisi kamera sedikit lebih tinggi untuk mendapatkan hasil yang lebih proporsional.
Namun, tidak ada satu sudut yang cocok untuk semua orang. Cobalah beberapa variasi pose untuk menemukan sisi wajah dan sudut yang paling kamu sukai.
5. Manfaatkan Pencahayaan dari Depan
Pencahayaan yang kurang tepat dapat membuat bayangan di bawah dagu terlihat lebih gelap dan menonjol. Karena itu, perhatikan arah cahaya sebelum menekan tombol kamera.
Kamu bisa mencoba selfie menghadap jendela pada siang hari atau menggunakan cahaya lampu yang lembut dari arah depan. Cahaya yang merata membantu menampilkan detail wajah dengan lebih jelas.
Sebaliknya, cahaya kuat dari atas atau belakang bisa menciptakan bayangan yang kurang menguntungkan. Hindari juga pencahayaan terlalu keras yang membuat wajah terlihat datar atau terlalu terang.
6. Atur Ekspresi dan Posisi Bahu
Pose selfie bukan cuma soal wajah. Posisi bahu dan leher juga bisa memengaruhi tampilan keseluruhan.
Cobalah duduk atau berdiri dengan punggung tegak, bahu rileks, dan leher dalam posisi nyaman. Hindari membungkuk atau menundukkan kepala terlalu dalam ketika mengambil foto.
Untuk ekspresi, kamu bisa mencoba senyum ringan atau senyum dengan sedikit memperlihatkan gigi. Ekspresi yang nyaman biasanya membuat hasil foto terlihat lebih natural daripada memaksakan pose tertentu.
7. Gunakan Edit Foto Secukupnya
Kalau ingin menyempurnakan hasil selfie, fitur edit foto bisa menjadi pilihan. Beberapa aplikasi menyediakan pengaturan pencahayaan, kontras, atau retouch yang dapat membantu memperjelas kontur wajah.
Namun, gunakan fitur tersebut secukupnya agar hasilnya tetap menyerupai wajah asli. Kamu tidak perlu mengubah bentuk rahang secara ekstrem hanya demi mendapatkan foto yang dianggap sempurna.
Ingat, lipatan di bawah dagu merupakan hal yang wajar dan bisa terlihat pada berbagai bentuk wajah, termasuk ketika seseorang menundukkan kepala atau tersenyum.
Selfie Kece Enggak Harus Punya Rahang Tajam
Menyiasati double chin saat selfie bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengatur posisi kamera, memperbaiki postur, dan memilih pencahayaan yang tepat. Kamu juga bisa bereksperimen dengan beberapa pose sampai menemukan gaya yang paling nyaman.
Yang terpenting, jangan sampai keinginan mendapatkan foto sempurna membuatmu merasa harus menyembunyikan setiap detail wajah. Foto yang menarik bukan hanya soal rahang yang tegas, tetapi juga ekspresi, kepercayaan diri, dan momen yang ingin kamu abadikan.
(FIR)