Ciri Skin Barrier Rusak yang Sering Nggak Disadari, Cek Kulitmu!
- Skin barrier yang terganggu bisa membuat kulit lebih rentan mengalami kekeringan dan iritasi.
- Penggunaan skincare terlalu keras dan eksfoliasi berlebihan bisa memicu masalah kulit.
- Perawatan lembut, pelembap, dan sunscreen membantu menjaga kondisi kulit.
Jakarta: Kulit tiba-tiba gampang merah, terasa perih saat pakai skincare, atau malah kering padahal biasanya berminyak? Jangan buru-buru checkout produk baru! Bisa jadi, kulitmu sedang mengalami iritasi atau lapisan pelindung kulitnya terganggu.
Skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang membantu menjaga kelembapan sekaligus melindungi kulit dari faktor lingkungan. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa kebiasaan membersihkan dan merawat kulit yang kurang tepat bisa memicu iritasi.
Nah, sebelum kalap mengganti semua skincare, kenali dulu ciri-ciri yang perlu kamu perhatikan!
Ciri-ciri skin barrier rusak
Kulit terasa kering dan ketarik
Wajah terasa ketarik setelah cuci muka, kasar, atau mengelupas? Kondisi ini bisa menandakan kulit sedang mengalami kekeringan atau iritasi.
AAD menyarankan penggunaan pembersih yang lembut dan menghindari kebiasaan menggosok wajah terlalu keras. Kulit yang terasa kesat setelah mencuci muka bukan berarti lebih bersih, lho.
Wajah gampang merah dan terasa perih
Pakai serum yang biasanya nyaman, tetapi sekarang malah terasa menyengat? Bisa jadi kulitmu sedang mengalami iritasi.
Kemerahan dan rasa perih bisa muncul akibat produk yang terlalu keras atau penggunaan bahan aktif secara berlebihan. Namun, gejala ini juga bisa berkaitan dengan kondisi kulit lain, jadi nggak otomatis berarti skin barrier rusak.
Kulit mengelupas dan terasa kasar
Kulit terlihat bersisik atau mengelupas bisa bikin kamu tergoda melakukan eksfoliasi supaya teksturnya kembali halus. Eits, jangan buru-buru!
Menurut AAD, eksfoliasi yang dilakukan terlalu agresif justru bisa meningkatkan risiko kulit kemerahan dan iritasi. Kalau kulit sedang sensitif, sebaiknya hentikan dulu eksfoliasi sampai kondisinya membaik.
Skincare yang biasa dipakai mendadak bikin nggak nyaman
Kalau kulit mulai terasa perih saat memakai beberapa produk, coba evaluasi rutinitas skincare-mu. Terlalu banyak produk aktif dalam satu rutinitas bisa meningkatkan risiko iritasi.
Namun, jangan langsung menyimpulkan skin barrier rusak hanya dari satu gejala. Reaksi terhadap produk juga bisa disebabkan oleh ketidakcocokan bahan atau kondisi kulit tertentu.
Cara merawat skin barrier
Menurut AAD, rutinitas sederhana bisa membantu mengurangi risiko iritasi. Mulailah dengan pembersih wajah yang lembut, pelembap sesuai jenis kulit, dan sunscreen minimal SPF 30 setiap pagi.
Untuk sementara, kurangi eksfoliasi dan hentikan produk yang jelas memicu rasa perih. Pelembap dengan kandungan seperti ceramide atau glycerin bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga kelembapan kulit.
Hindari juga kebiasaan menggosok wajah terlalu keras atau mencuci muka berulang kali. Kalau keluhan terus muncul, makin parah, atau disertai gatal dan kemerahan menetap, konsultasikan dengan dokter kulit.
Intinya, jangan langsung menambah banyak produk saat kulit sedang bermasalah. Mulai dari rutinitas yang lembut dan perhatikan respons kulitmu, ya!
Desi I.
(TIN)